<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064</id><updated>2012-01-10T08:15:31.305+07:00</updated><category term='Catatan kecil'/><category term='Renungan dan Wawasan'/><category term='Cinta Rasulullah'/><category term='Buku'/><category term='Cinta ibadah'/><category term='Video Kajian Ilmiah'/><title type='text'>Ihsan Go To Allah</title><subtitle type='html'>Iman Islam Lillahita'ala</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>533</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-4950854822998486954</id><published>2012-01-10T08:15:00.000+07:00</published><updated>2012-01-10T08:15:31.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Mukjizat Al-Qur’an : Kobaran Api di Dasar Laut.</title><content type='html'>Subhanallah! Baru-baru ini muncul sebuah fenomena retakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava, dan lava ini menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu derajat Celcius. Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah-luah, ia tidak bisa memadamkan api.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9WEwKEsF5ks/TwuQKkkPzzI/AAAAAAAAB44/eQgRNtPg3hw/s1600/timthumb-php.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://3.bp.blogspot.com/-9WEwKEsF5ks/TwuQKkkPzzI/AAAAAAAAB44/eQgRNtPg3hw/s200/timthumb-php.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah bersumpah dengan fenomena kosmik unik ini. Firman-Nya:&lt;br /&gt;“Ada laut yang di dalam tanahnya ada api” (Qs. Ath-Thur 6).&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda: “Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Ulasan Hadits Nabi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini sangat sesuai dg sumpah Allah SWT yang dilansir oleh Al-Qur’an pada permulaan Surah Ath-Thur, di mana Allah bersumpah (Maha Besar Allah yang tidak membutuhkan sumpah apapun demi lautan yang di dalam tanahnya ada api “al-bahrul masjur.” Sumpahnya:&lt;br /&gt;“Demi bukit, dan kitab yang ditulis; pada lembaran yang terbuka; dan demi Baitul Ma’mur; dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya.” (Qs. Ath-Thur: 1-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Arab, pada waktu diturunkannya Al-Qur’an tidak mampu menangkap dan memahami isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang di dalam tanahnya ada api ini. Karena bangsa Arab (kala itu) hanya mengenal makna “sajara” sebagai menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih. Sehingga dalam persepsi mereka, panas dan air adalah sesuatu yang bertentangan. Air mematikan panas sedangkan panas itu menguapkan air. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya?…tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi demikian mendorong mereka untuk menisbatkan kejadian ini sebagai peristiwa di akhirat (bukan di dunia nyata). Apalagi didukung dengan firman Allah SWT:&lt;br /&gt;“Dan apabila lautan dipanaskan” (QS. At-Takwir 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ayat-ayat pada permulaan Surah At-Takwir mengisyaratkan peristiwa-peristiwa futuristik yang akan terjadi di akhirat kelak, namun sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-Thur semuanya menggunakan sarana-sarana empirik yang benar-benar ada dan dapat ditemukan dalam hidup kita (di dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang mendorong sejumlah ahli tafsir untuk meneliti makna dan arti bahasa kata kerja “sajara” selain menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas. Dan mereka ternyata menemukan makna dan arti lain dari kata “sajara,” yaitu “mala’a” dan “kaffa” (memenuhi dan menahan). Mereka tentu saja sangat gembira dengan penemuan makna dan arti baru ini karena makna baru ini dapat memecahkan kemusykilan ini dengan pengertian baru bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah kepada semua manusia dengan mengisi dan memenuhi bagian bumi yang rendah dengan air sambil menahannya agar tidak meluap secara berlebihan ke daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hadits Rasulullah SAW yang sedang kita bahas ini secara singkat menegaskan bahwa: Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Perang Dunia II, para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang yang sudah nyaris habis cadangannya di daratan akibat konsumerisme budaya materialistik yang dijalani manusia sekarang ini. Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai ‘gunung-gunung tengah samudera’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar. Jaring retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan beberapa lautan. sedangkan kedalamannya mencapai 65 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedalaman jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-SIAEGt3DV_w/TwuQaqmmC6I/AAAAAAAAB5E/L3qKcmPBZOQ/s1600/tujuh-lapis-bumi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="http://2.bp.blogspot.com/-SIAEGt3DV_w/TwuQaqmmC6I/AAAAAAAAB5E/L3qKcmPBZOQ/s200/tujuh-lapis-bumi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1.000 derajat Celcius. Batuan-batuan elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan “fenomena perluasan dasar laut dan samudera.” Dengan terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.&lt;br /&gt;…meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera. Keseimbangan dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan seperti Laut Merah merupakan saksi hidup dan bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut Merah misalnya, merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut ini pun kaya dengan beragam jenis barang tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah proyek bersama antara Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan tambang yang menggumpal di dasar Laut Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal-kapal proyek ini melemparkan stapler barang tambang untuk mengumpulkan sampel tanah dasar Laut Merah tersebut. Stapler pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan jika stapler sampai ke permukaan kapal, tidak ada seorang pun yang berani mendekat karena sangat panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai 3.000 derajat Celcius. Dengan demikian, sudah terbukti nyata di kalangan ilmuwan kontemporer, bahwa ledakan gunung vulkanik di atas dasar setiap samudera dan dasar sejumlah laut jauh melebihi ledakan vulkanik serupa yang terjadi di daratan.…terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi. Pecahan-pecahan lapisan berbatu bumi menembus lapisan ini hingga kedalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak bumi. Di dalam pisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik menyimpan air yang puluhan kali lipat lebih banyak dibanding debit air yang ada di permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini tampaklah kehebatan hadits Nabi SAW ini yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabda: “Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa diketahui oleh umat manusia pada beberapa tahun terakhir.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah dalam hadits Rasulullah SAW menjadi bukti tersendiri akan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, sekaligus membuktikan bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit dan diberitahui oleh Allah Sang maha Pencipta langit dan bumi. Maha benar Allah yang menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan” (QS. An-Najm 3-10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorang pun di muka bumi ini yang mengetahui fakta-fakta ini kecuali baru pada beberapa dekade terakhir. Sehingga lontaran fakta ini dalam hadis Rasulullah SAW benar-benar merupakan kemukjizatan dan saksi yang menegaskan kenabian Muhammad SAW dan kesempurnaan kerasulannya.&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Pembuktian Sains dalam Sunnah buku 1, karya Dr. Zaghlul An-Najjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-4950854822998486954?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/4950854822998486954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2012/01/mukjizat-al-quran-kobaran-api-di-dasar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4950854822998486954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4950854822998486954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2012/01/mukjizat-al-quran-kobaran-api-di-dasar.html' title='Mukjizat Al-Qur’an : Kobaran Api di Dasar Laut.'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9WEwKEsF5ks/TwuQKkkPzzI/AAAAAAAAB44/eQgRNtPg3hw/s72-c/timthumb-php.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-2093623714466067013</id><published>2011-11-30T07:30:00.000+07:00</published><updated>2011-11-30T07:30:52.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Rasulullah'/><title type='text'>Hadits Shahih Sumber Hukum Syari’at, Bukan Hadits Dha’if</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QeC0DyyYiyE/TtV5F_GVbJI/AAAAAAAAB4s/r4biGfwsCj0/s1600/hadits.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://4.bp.blogspot.com/-QeC0DyyYiyE/TtV5F_GVbJI/AAAAAAAAB4s/r4biGfwsCj0/s320/hadits.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain bertopang pada al-Quran, hukum yang ditetapkan dalam agama Islam haruslah berlandaskan hadits shahih, bukan hadits dha’if. Allah ta’ala telah mengistimewakan agama ini dengan adanya sanad (jalur periwayatan) hadits. Sanad merupakan penopang agama. Oleh karena itu, hadits shahih wajib diamalkan, adapun hadits dha’if, wajib ditinggalkan. Seorang muslim tidak diperkenankan untuk menetapkan suatu hukum dari sebuah hadits, kecuali sebelumnya dia telah meneliti, apakah sanad hadits tersebut shahih ataukah tidak?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;سالت ابي عن الرجل يكون عنده الكتب المصنفة فيها قول رسول الله صلى الله عليه و سلم – والصحابة والتابعين وليس للرجل بصر بالحديث الضعيف المتروك ولا الاسناد القوي من الضعيف فيجور ان يعمل بما شاء ويتخير منها فيفتى به ويعمل به قال لا يعمل حتى يسأل ما يؤخذ به منها فيكون يعمل على امر صحيح يسال عن ذلك اهل العلم&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Saya bertanya kepada ayahku (Imam Ahmad) mengenai seorang yang memiliki berbagai kitab yang memuat sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, perkataan para sahabat, dan tabi’in. Namun, dia tidak mampu untuk mengetahui hadits yang lemah, tidak pula mampu membedakan sanad hadits yang shahih dengan sanad yang lemah. Apakah dia boleh mengamalkan dan memilih hadits dalam kitab-kitab tersebut semaunya, dan berfatwa dengannya? Ayahku menjawab, “Dia tidak boleh mengamalkannya sampai dia bertanya hadits mana saja yang boleh diamalkan dari kitab-kitab tersebut, sehingga dia beramal dengan landasan yang tepat, dan (hendaknya) dia bertanya kepada ulama mengenai hal tersebut.“ (I’lam a-Muwaqqi’in 4/206).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Muslim rahimahullah berkata, “Ketahuilah, -semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu-, bahwa seluk beluk hadits dan pengetahuan terhadap hadits yang shahih dan cacat hanya menjadi spesialisasi bagi para ahli hadits. Hal itu dikarenakan mereka adalah pribadi yang menghafal seluruh periwayatan para rawi yang sangat mengilmui jalur periwayatan. Sehingga, pondasi yang menjadi landasan beragama mereka adalah hadits dan atsar yang dinukil (secara turun temurun) dari masa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga masa kita sekarang.” (At-Tamyiz hal. 218).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah berkata,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;فأما الأئمة وفقهاء أهل الحديث فإنهم يتبعون الحديث الصحيح حيث كان&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Para imam dan ulama hadits hanya mengikuti hadits yang shahih saja.” (Fadl Ilmi as-Salaf hal. 57) .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;لا يجوز أن يعتمد فى الشريعة على الأحاديث الضعيفة التى ليست صحيحة ولا حسنة&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Syari’at ini tidak boleh bertopang pada hadits-hadits lemah yang tidak berkategori shahih (valid berasal dari nabi) dan hasan.” (Majmu’ al-Fatawa 1/250).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Anshari rahimahullah berkata, “Seorang yang ingin berdalil dengan suatu hadits yang terdapat dalam kitab Sunan dan Musnad, (maka dia berada dalam dua kondisi). Jika dia seorang yang mampu untuk mengetahui (kandungan) hadits yang akan dijadikan dalil, maka dia tidak boleh berdalil dengannya hingga dia meneliti ketersambungan sanad hadits tersebut (hingga nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) dan kapabilitas para perawinya. Jika dia tidak mampu, maka dia boleh berdalil dengannya apabila menemui salah seorang imam yang menilai hadits tersebut berderajat shahih atau hasan. Jika tidak menemui seorang imam yang menshahihkan hadits tersebut, maka dia tidak boleh berdalil dengan hadits tersebut.” (Fath al-Baqi fi Syarh Alfiyah al-’Iraqi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Diterjemahkan dari Ushul Fiqh ‘ala Manhaj Ahli al-Hadits hal. 9-10, karya Zakariya bin Ghulam Qadir al-Bakistani.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Gedong Kuning, Yogyakarta, 5 Rabi’ ats Tsani 1431.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-2093623714466067013?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/2093623714466067013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/hadits-shahih-sumber-hukum-syariat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2093623714466067013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2093623714466067013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/hadits-shahih-sumber-hukum-syariat.html' title='Hadits Shahih Sumber Hukum Syari’at, Bukan Hadits Dha’if'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-QeC0DyyYiyE/TtV5F_GVbJI/AAAAAAAAB4s/r4biGfwsCj0/s72-c/hadits.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6782802978094939563</id><published>2011-11-24T08:27:00.000+07:00</published><updated>2011-11-24T08:27:12.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Kajian Ilmiah'/><title type='text'>Keutamaan Para Sahabat Nabi SAW cd 1 part 5</title><content type='html'>&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/iRsXrlXk-qk&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/iRsXrlXk-qk&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6782802978094939563?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6782802978094939563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/keutamaan-para-sahabat-nabi-saw-cd-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6782802978094939563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6782802978094939563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/keutamaan-para-sahabat-nabi-saw-cd-1.html' title='Keutamaan Para Sahabat Nabi SAW cd 1 part 5'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-1080410076607197168</id><published>2011-11-14T09:24:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T09:24:00.288+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Kita Termasuk yang Mana…?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7nvvMFNNusU/TBbbiUjEk4I/AAAAAAAABKM/kJ5n5uXQU2A/s1600/renung+ok.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="http://1.bp.blogspot.com/-7nvvMFNNusU/TBbbiUjEk4I/AAAAAAAABKM/kJ5n5uXQU2A/s200/renung+ok.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara tanda kebahagiaan dan keberuntungan, tatkala ilmu seorang hamba bertambah, bertambah pulalah sikap tawadhu’ (rendah hati) dan kasih sayang yang dimilikinya; setiap kali bertambah amalnya, bertambah pula rasa takut dan waspada di dalam dirinya[1]; tatkala bertambah umurnya, berkuranglah ketamakannya terhadap dunia; tiap kali hartanya bertambah, kedermawanannya pun bertambah; setiap kali kedudukan dan martabatnya bertambah tinggi, maka bertambah pula kedekatannya dengan manusia, dirinya akan semakin memperhatikan kebutuhan mereka, dan merendahkan diri di hadapan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara tanda kebinasaan seorang, tatkala ilmunya bertambah, bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya; tiap kali amalnya bertambah, bertambahlah ‘ujub (bangga diri) dalam dirinya, semakin meremehkan orang lain, dan justru memandang baik dirinya; tatkala umurnya bertambah, ketamakannya terhadap dunia justru semakin bertambah; tiap kali hartanya bertambah, bertambah pula sifat kikir yang dimiliki; setiap kali kedudukan dan martabatnya bertambah, bertambah pula keangkuhan dan kecongkakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Seluruh hal di atas merupakan cobaan dari Allah yang diperuntukkan kepada para hamba-Nya. Di antara mereka ada yang beruntung, sebagian yang lain justru celaka.&lt;br /&gt;Demikian pula dengan kemuliaan, seperti kerajaan, kekuasaan, dan harta, semua adalah cobaan. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ (٤٠)&lt;br /&gt;“Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Rabb-ku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).” (QS. An Naml: 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula kenikmatan, semua adalah cobaan dari-Nya sehingga akan nampak siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur (ingkar). Sebagaimana musibah juga cobaan dari-Nya, karena Dia menguji para hamba dengan berbagai nikmat dan musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;فَأَمَّا الإنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (١٥)وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (١٦)&lt;br /&gt;“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dirinya dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu mempersempit rizkinya, maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku.” (QS. Al Fajr: 15-16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari ayat di atas, tidak setiap orang yang Aku lapangkan rizkinya dan Aku beri kesenangan duniawi, maka hal itu merupakan bentuk pemuliaan-Ku terhadapnya. Dan tidak setiap orang yang Aku persempit rizkinya dan Aku uji dengan kemiskinan, maka hal itu merupakan kehinaan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Waffaqaniyalahu wa iyyakum.&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari Fawaaidul Fawaaid hal. 403-404&lt;br /&gt;Gedong Kuning, Yogyakarta, 23 Rabi’uts Tsani 1431.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Demikianlah sifat orang beriman, yaitu tatkala mengerjakan amal, mereka tidak lantas berbangga diri dengan amal yang telah dikerjakan. Hal ini diterangkan Allah ta’ala dalam firman-Nya di surat Al Mukminun: 60 (yang artinya), “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa). Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” &lt;br /&gt;Ketika mendengar ayat ini, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bertanya kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “(Mengapa mereka khawatir setelah beramal?), apakah mereka orang-orang yang meminum khamr dan mencuri?” Nabi pun menjawab, “Bukan, wahai anak Ash Shiddiq. Mereka adalah orang-orang yang berpuasa, shalat, dan bersedekah, meskipun demikian mereka khawatir sekiranya amalan tersebut tidak diterima oleh-Nya.” (HR. Tirmidzi: 3175).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-1080410076607197168?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/1080410076607197168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/kita-termasuk-yang-mana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1080410076607197168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1080410076607197168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/kita-termasuk-yang-mana.html' title='Kita Termasuk yang Mana…?'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-7nvvMFNNusU/TBbbiUjEk4I/AAAAAAAABKM/kJ5n5uXQU2A/s72-c/renung+ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-3753997457651800265</id><published>2011-11-12T09:13:00.002+07:00</published><updated>2011-11-12T09:13:00.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Rasulullah'/><title type='text'>Mari Menghidupkan Sunnah Nabi 2</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jJ0FtZhkRYM/Tfr9CEVgD2I/AAAAAAAABy8/c0DA8Sk_vOs/s1600/Muhammad1-300x300.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-jJ0FtZhkRYM/Tfr9CEVgD2I/AAAAAAAABy8/c0DA8Sk_vOs/s200/Muhammad1-300x300.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua karena mereka memahami dengan yakin bahwa orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling banyak mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dirinya. Hal ini disebabkan karena pada masing-masing petunjuk yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada satu bagian dari kebaikan, yang ini berarti semakin banyak seseorang menghimpun kebaikan tersebut dalam dirinya, maka semakin sempurna pula keimanannya[22]. Inilah yang diisyaratkan dalam firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan/kebaikan)[23] hidup bagimu” (QS al-Anfaal:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Peringatan dan Nasehat Penting&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membandingkan sikap para ulama Ahlus sunnah di atas dengan sikap sebagian dari orang-orang muslim zaman sekarang, maka kita akan mendapati perbedaan yang sangat jauh sekali. Karena orang-orang muslim zaman sekarang hanya mau mengikuti sunnah dan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal-hal yang wajib saja. Adapun anjuran dan adab-adab beliau lainnya, maka mereka sama sekali tidak semangat meneladaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebagian dari mereka, jika dihimbau untuk melaksanakan satu sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukannya berusaha segera mengamalkannya, tapi malah berkelit dengan melontarkan pertanyaan yang menunjukkan keengganannya: “Lihat dulu, apakan sunnah tersebut hukumnya wajib atau hanya sekedar anjuran? Kalau hanya anjuran kan tidak berdosa jika ditinggalkan…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti ini jelas sangat bertentangan dengan sikap para ulama Ahlus sunnah dalam masalah ini. Karena dalam semangat mengejar keutamaan dan meraih pahala dari Allah Ta’ala, para ulama Ahlus sunnah tidak membeda-bedakan antara amalan yang wajib dengan amalan yang bersifat anjuran, dan mereka berusaha untuk mengerjakankan semua amalan yang dicintai oleh Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Qurthubi berkata, “Barangsiapa yang terus-menerus meninggalkan sunnah-sunnah (rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka ini (menunjukkan) kekurangan (kelemahan/celaan) dalam agamnya. Apalagi kalau dia meninggalkan sunnah-sunnah tersebut karena meremehkan dan tidak menyukainya, maka ini kefasikan (rusaknya iman), karena adanya ancaman dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang membenci sunnah/petunjukku maka dia bukan termasuk golonganku“[24]. Dulunya para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang mengikuti (petunjuk) mereka selalu komitmen melaksanakan sunnah-sunnah (yang bersifat anjuran) seperti komitmen mereka dalam melaksanakan amalan-amalan yang wajib (hukumnya), mereka tidak membeda-bedakan kedua (jenis) amalan tersebut dalam (semangat) meraih pahala (dan keutamaan)nya. Dan (tujuan) para ulama ahli fikih dalam membedakan (kedua jenis amalan tersebut dalam masalah hukum) karena (berhubungan dengan) konsekwensi yang harus dilakukan, berupa wajibnya mengulangi perbuatan tersebut atau tidak, dan wajib atau tidaknya memberikan hukuman (karena) meninggalkannya”[25].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, syaikh Muhammad bin Shaleh al-’Utsaimin sangat mengingkari orang yang melakukan perbuatan ini, dalam sebuah nasehat beliau yang sangat berharga[26], bahkan beliau mengatakan bahwa orang yang melakuakan perbuatan tersebut dikhawatirkan terancam masuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;{وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ} &lt;br /&gt;“Dan Kami akan memalingkan hati dan penglihatan mereka sebagaimana awalnya dulu mereka tidak beriman, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat” (QS al-An’aam:110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan kasus di atas, syaikh Muhammad bin Shaleh al-’Utsaimin juga pernah ditanya tentang seorang penuntut ilmu, yang kalau dia ditanya oleh orang awam tentang masalah-masalah ibadah, maka dia hanya menjelaskan hal-hal yang wajib saja dan tidak menjelaskan sunnah-sunnah yang bersifat anjuran, dengan alasan dia tidak ingin memberatkan/membebani mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka syaikh al-’Utsaimin berkata, “Orang yang hanya menjelaskan hal-hal yang wajib dalam syariat Islam (tanpa menjelaskan sunnah-sunnah yang bersifat anjuran) adalah termasuk orang yang menyembunyikan ilmu[27], karena wajib bagi penuntut ilmu untuk menjelaskan (kepada masyarakat) hal-hal yang wajib dan hal-hal yang bersifat anjuran, setelah itu dia menjelaskan kepada mereka: ini (hukumnya) wajib dan ini anjuran, barangsiapa yang melaksanakan yang wajib maka itu mencukupinya, dan barangsiapa yang melaksanakan hal-hal yang (bersifat) anjuran maka akan bertambah pahala (keutamaan)nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika dia (sengaja) tidak menjelaskan sunnah-sunnah yang (bersifat) anjuran karena (alasan) takut memberatkan orang awam (maka ini jelas tidak dibenarkan), karena demi Allah, dia tidak lebih penyayang dari pada Allah kemudian dari pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri menjelaskan kepada umatnya hal-hal yang wajib dan sunnah-sunnah yang bersifat anjuran. Maka sampaikanlah nasehatku kepada pemuda tersebut: hendaknya dia bertakwa kepada Allah dan menjelaskan kepada masyarakat (awam)  hal-hal yang wajib dan yang bersifat anjuran, sehingga kalau mereka mengamalkan hal-hal yang bersifat anjuran berdasarkan ilmu yang disampaikannya, maka dia akan mendapatkan pahala (yang besar) …”[28].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita memahami besarnya keutamaan menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan semangatnya para ulama Ahlus sunnah dalam mengamalkannya, maka masihkah kita ragu untuk mengambil bagian dari keutamaan dan kemuliaan yang agung ini? Tidakkah kita ingin meraih keutamaan yang lebih besar lagi di akhirat nanti, yaitu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi pemimpin dan imam yang akan membela kita dihadapan Allah Ta’ala ketika kita mengahadap-Nya nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah firman Allah Ta’ala berikut,&lt;br /&gt;{يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ}&lt;br /&gt;“(Ingatlah) suatu hari (yang pada waktu itu) Kami memanggil tiap orang dengan pemimpinnya” (QS al-Israa:71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir berkata, “Salah seorang ulama salaf berkata: “Ayat ini (menunjukkan) kemuliaan yang sangat agung bagi orang-orang yang mencintai hadits (sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), karena imam (pemimpin) mereka (pada hari kiamat nanti) adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam“[29].&lt;br /&gt;Oleh karena itu, salah seorang ulama Ahlus sunnah, Zakaria bin ‘Adi bin Shalt bin Bistam[30], ketika beliau ditanya, “Alangkah besarnya semangatmu untuk (mempelajari dan mengamalkan) hadits (sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), (apa sebabnya?)”. Beliau menjawab, “Apakah aku tidak ingin (pada hari kiamat nanti) masuk ke dalam iring-iringan (rombongan) keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?“[31].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk selalu berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di akhir hayat kita, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, wafatkanlah kami di atas agama Islam dan di atas sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam[32]&lt;br /&gt;وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين&lt;br /&gt;Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 9 Dzulqa’dah 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[1] Tafsir Ibnu Katsir (1/477). &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[2] Kitab “asy-Syifa bita’riifi huquuqil mushthafa” (2/24).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[3] Lihat kitab “Taujiihun nazhar ila ushuulil atsar” (1/40).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[4] HSR Muslim (no. 746).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[5] Lihat keterangan imam an-Nawawi dalam kitab “Syarh shahih Muslim” (6/26).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[6] Lihat keterangan syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsir beliau (hal. 481).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[7] Tafsir Ibnu Katsir (3/626).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[8] Kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 481).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[9] HR Ibnu Majah (no. 209), pada sanadnya ada kelemahan, akan tetapi hadits ini dikuatkan dengan riwayat-riwayat lain yang semakna, oleh karena itu syaikh al-Albani menshahihkannya dalam kitab “Shahih sunan Ibnu Majah” (no. 173).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[10] Kitab “Sunan Ibnu Majah” (1/75).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[11] Kitab “Manaasikul hajji wal ‘umrah” (hal. 92).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[12] Dinukil oleh imam al-Khatib al-Baghdadi dalam kitab “al-Jaami’ li akhlaaqir raawi” (1/216).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[13] Beliau adalah imam yang sangat terpercaya dalam meriwayatkan hadits Rasulullah r, dari kalangan atba’ut tabi’in (wafat setelah 140 H), lihat kitab “Taqriibut tahdziib” (hal. 381).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[14] Dinukil oleh imam al-Khatib al-Baghdadi dalam kitab “al-Jaami’ li akhlaaqir raawi” (1/219).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[15] Ibid (1/168).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[16] Kitab “Ighatsatul lahfaan min mashaayidisy syaithaan” (1/70).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[17] Beliau adalah imam besar, penghafal hadits, syaikhul Islam Abul Hasan al-Kindi al-Khuraasaani (wafat 242 H), lihat biografi beliau dalam “Siyaru a’laamin nubala’” (12/195).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[18] HR Ibnu Majah (no. 3950) dan lain-lain, hadits sangat lemah, karena dalam sanadnya ada Abu Khalaf  Haazim bin ‘Ahta’ al-A’ma, dia adalah seorang perawi yang matruk (ditinggalkan riwayatnya), lihat kitab “Taqriibut tahdziib” (hal. 381). Hadits ini dilemahkan oleh al-’Iraqi, al-Haitsami dan al-Albani.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[19] Sebagaimana yang diisyaratkan dalam firman Allah QS an-Nisaa’:115.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[20] Dinukil oleh imam al-Khatib al-Baghdadi dalam kitab “al-Jaami’ li akhlaaqir raawi” (1/220).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[21] Dinukil oleh imam Ibnul Jauzi dalam kitab “Talbiisu Ibliis” (hal.398).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[22] Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam kitab “al-Fawa-id” (hal. 121- cet. Muassasatu ummil qura’).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[23] Lihat “Tafsir Ibnu Katsir” (4/34).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[24] HSR al-Bukhari (no. 4776) dan Muslim (no. 1401).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[25] Dinukil oleh imam Ibnu Hajar dalam kitab “Fathul Baari” (3/265).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[26] Lihat nasehat tersebut dalam kitab “Washaaya wa taujiihaat li tullaabil ‘ilmi” (1/55-57).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[27] Ini adalah termasuk dosa besar, berdasarkan HR Ibnu Majah (no. 266) dan dinyatakan shahih  oleh syaikh al-Albani.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[28] Liqa-aatul baabil maftuuh (1/388-389), pertanyaan no. 525.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[29] Tafsir Ibnu Katsir (3/73).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[30] Beliau adalah imam yang sangat terpercaya dalam meriwayatkan hadits Rasulullah r (wafat 212 H), lihat kitab “Taqriibut tahdziib” (hal. 166).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[31] Dinukil oleh imam Ibnul Qayyim dalam kitab “Miftaahu daaris sa’aadah” (1/74).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[32] Doa yang selalu diucapkan oleh imam Ahmad bin Hambal, dinukil oleh al-Khathib al-Baghdadi dalam kitab “Tarikh Baghdad” (9/349).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-3753997457651800265?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/3753997457651800265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/mari-menghidupkan-sunnah-nabi-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3753997457651800265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3753997457651800265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/mari-menghidupkan-sunnah-nabi-2.html' title='Mari Menghidupkan Sunnah Nabi 2'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jJ0FtZhkRYM/Tfr9CEVgD2I/AAAAAAAABy8/c0DA8Sk_vOs/s72-c/Muhammad1-300x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-98913719928484829</id><published>2011-11-11T09:04:00.006+07:00</published><updated>2011-11-11T09:04:00.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Rasulullah'/><title type='text'>Mari Menghidupkan Sunnah Nabi 1</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-aSYXW2AN4gI/Tfr7mSWmrWI/AAAAAAAABy4/mBV2bJpeJX0/s1600/nur-muhammad.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188" src="http://1.bp.blogspot.com/-aSYXW2AN4gI/Tfr7mSWmrWI/AAAAAAAABy4/mBV2bJpeJX0/s200/nur-muhammad.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang mengaku mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, semestinya dia selalu berusaha untuk meneladani sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kehidupannya, terlebih lagi jika dia mengaku sebagai ahlus sunnah. Karena konsekwensi utama seorang yang mengaku mencintai beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah selalu berusaha mengikuti semua petunjuk dan perbuatan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;{قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ ويَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ}&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Ali ‘Imran:31).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Ibnu Katsir, ketika menafsirkan ayat ini berkata, “Ayat yang mulia ini merupakan hakim (pemutus perkara) bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah, akan tetapi dia tidak mengikuti jalan (sunnah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia adalah orang yang berdusta dalam pengakuan tersebut dalam masalah ini, sampai dia mau mengikuti syariat dan agama (yang dibawa oleh) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua ucapan, perbuatan dan keadaannya”[1].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Imam al-Qadhi ‘Iyadh al-Yahshubi berkata, “Ketahuilah bahwa barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka dia akan mengutamakannya dan berusaha meneladaninya. Kalau tidak demikian, maka berarti dia tidak dianggap benar dalam kecintaanya dan hanya mengaku-aku (tanpa bukti nyata). Maka orang yang benar dalam (pengakuan) mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah jika terlihat tanda (bukti) kecintaan tersebut pada dirinya. Tanda (bukti) cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang utama adalah (dengan) meneladani beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam, mengamalkan sunnahnya, mengikuti semua ucapan dan perbuatannya, melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangannya, serta menghiasi diri dengan adab-adab (etika) yang beliau (contohkan), dalam keadaan susah maupun senang dan lapang maupun sempit”[2].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedudukan dan Keutamaan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berarti segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik ucapan, perbuatan maupun penetapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam[3], memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam, karena Allah Ta’ala sendiri yang memuji semua perbuatan dan tingkah laku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;{وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak/tingkah laku yang agung” (QS al-Qalam:4).&lt;br /&gt;Ayat yang mulia ini ditafsirkan langsung oleh istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ummul mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau ditanya tentang ahlak (tingkah laku) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau menjawab, “Sungguh akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah al-Qur’an“[4].&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa Rasulullah r adalah orang yang paling sempurna dalam memahami dan mengamalkan isi al-Qur’an, menegakkan hukum-hukumnya dan menghiasi diri dengan adab-adabnya[5].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam firman-Nya Ta’ala,&lt;br /&gt;{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS al-Ahzaab:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yang mulia ini menunjukkan kemuliaan dan keutamaan besar mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Allah Ta’ala sendiri yang menamakan semua perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai “teladan yang baik”, yang ini menunjukkan bahwa orang yang meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti dia telah menempuh ash-shirathal mustaqim (jalan yang lurus) yang akan membawanya mendapatkan kemuliaan dan rahmat Allah Ta’ala[6].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menafsirkan ayat ini, imam Ibnu Katsir berkata, “Ayat yang mulia ini merupakan landasan yang agung dalam meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua ucapan, perbuatan dan keadaan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam“[7].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian firman Allah Ta’ala di akhir ayat ini mengisyaratkan satu faidah yang penting untuk direnungkan, yaitu keterikatan antara meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kesempurnaan iman kepada Allah dan hari akhir, yang ini berarti bahwa semangat dan kesungguhan seorang muslim untuk meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan pertanda kesempurnaan imannya.&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman as-Sa’di ketika menjelaskan makna ayat di atas berkata, “Teladan yang baik (pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) ini, yang akan mendapatkan taufik (dari Allah Ta’ala) untuk mengikutinya hanyalah orang-orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan) di hari akhir. Karena (kesempurnaan) iman, ketakutan pada Allah, serta pengharapan balasan kebaikan dan ketakutan akan siksaan Allah, inilah yang memotivasi seseorang untuk meneladani (sunnah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam“[8].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena agung dan mulianya kedudukan sunnah inilah, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan anjuran khusus bagi orang yang selalu berusaha mengamalkan sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;((من أحيا سنة من سنتي فعمل بها الناس، كان له مثل أجر من عمل بها، لا ينقص من أجورهم شيئاً))&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“[9].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Oleh karena itu, imam Ibnu Majah mencantumkan hadits ini dalam kitab “Sunan Ibn Majah” pada bab: (keutamaan) orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamyang telah ditinggalkan (manusia)[10].&lt;br /&gt;Bahkan para ulama menjelaskan bahwa orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapatkan dua keutamaan (pahala) sekaligus, yaitu keutamaan mengamalkan sunnah itu sendiri dan keutamaan menghidupkannya di tengah-tengah manusia yang telah melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bih Shaleh al-’Utsaimin berkata, “Sesungguhnya sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika semakin dilupakan, maka (keutamaan) mengamalkannya pun semakan kuat (besar), karena (orang yang mengamalkannya) akan mendapatkan keutamaan mengamalkan (sunnah itu sendiri) dan (keutamaan) menyebarkan (menghidupkan) sunnah dikalangan manusia”[11].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Semangat Para Ulama Ahlus Sunnah dalam Meneladani Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama Ahlus sunnah adalah sebaik-baik teladan dalam semangat mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai dalam masalah yang sekecil-kecilnya, dan karena inilah Allah Ta’ala memuliakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai-sampai imam Sufyan bin Sa’id ats-Tsauri dalam ucapannya yang terkenal pernah berkata, “Kalau kamu mampu untuk tidak menggaruk kepalamu kecuali dengan (mencontoh) sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka lakukanlah!”[12].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula ucapan imam ‘Amr bin Qais al-Mula’i[13], “Kalau sampai kepadamu suatu kebaikan (dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka amalkanlah, meskipun hanya sekali, supaya kamu termasuk orang-orang yang mengerjakannya”[14].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan semangat dalam mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam inilah yang menjadi ukuran kebaikan seorang muslim menurut para ulama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia)”[15].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, para ulama Ahlus sunnah sangat mengagungkan dan memuji orang yang semangat menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pujian yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata[16], “Muhammad bin Aslam ath-Thuusi[17] adalah seorang imam yang disepakati keimamannya (oleh para ulama Ahlus sunnah) dan sangat tinggi kedudukannya. Bersamaan dengan itu, beliau adalah orang yang paling semangat mengikuti sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) di zamannya. Sampai-sampai beliau mengatakan: “Tidaklah sampai kepadaku satu sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali aku selalu mengamalkannya…”. Maka (ketika) seorang ulama Ahlus sunnah di jamannya ditanya tentang (arti) as-sawaadul a’zham (kelompok terbesar/Ahlus sunnah), yang disebutkan dalam hadits “Kalau orang-orang berselisih (pendapat dalam agama) maka hendaknya kalian mengikuti as-sawaadul a’zham“[18], ulama tersebut menjawab: “Muhammad bin Aslam ath-Thuusi dialah as-sawaadul a’zham“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ibnul Qayyim berkata, “Demi Allah, benar (ucapan ulama tersebut), karena sesungguhnya jika pada suatu zaman, ada seorang yang memahami sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), (mengamalkannya) dan menyeru (manusia) untuk mengikutinya, maka dialah hujjah (argumentasi penegak kebenaran di jamannya), dialah ijma’ (kesepakatan/konsensus para ulama Ahlus sunnah), dialah as-sawaadul a’zham (kelompok terbesar/Ahlus sunnah), dan dialah sabilul mu’minin (jalannya orang-orang yang beriman), yang barangsiapa memisahkan diri darinya dan mengikuti selainnya, maka Allah akan membiarkan dia (dalam kesesatan) yang diinginkannya dan Allah akan masukkan dia ke dalam neraka Jahannam, dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali”[19].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan ucapan di atas, imam Ahmad bin Hambal berkata, “Tidaklah aku menulis sebuah hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali aku telah mengamalkannya, sehingga ketika sampai kepadaku hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbekam dan memberikan (upah) satu dinar kepada Abu Thaibah (tukang bekam), maka ketika aku berbekam aku memberikan (upah) satu dirham kepada tukang bekam”[20].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan para ulama Ahlus sunnah, jika mereka mendapati satu sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang belum mereka ketahui dan amalkan sebelumnya, maka mereka menganggap itu adalah sebuah kerugian dan musibah besar yang menimpa mereka. Sebagaimana yang terjadi pada imam Ahmad bin Hambal, ketika dia mendengar satu sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang belum sampai kepada beliau sebelumnya, beliau mengatakan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun (zikir yang diucapkan ketika ditimpa musibah), satu sunnah dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam belum sampai kepadaku (sebelum ini)?”[21].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bersambung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-98913719928484829?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/98913719928484829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/mari-menghidupkan-sunnah-nabi-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/98913719928484829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/98913719928484829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/mari-menghidupkan-sunnah-nabi-1.html' title='Mari Menghidupkan Sunnah Nabi 1'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-aSYXW2AN4gI/Tfr7mSWmrWI/AAAAAAAABy4/mBV2bJpeJX0/s72-c/nur-muhammad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6845575258380414098</id><published>2011-11-09T08:56:00.000+07:00</published><updated>2011-11-09T08:56:34.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Terkumpulnya Sifat Takut dan Harap</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-s_LvuOHjB6w/S266n3C7dMI/AAAAAAAAA1E/4bfUl_YEZX4/s1600/Clip.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="152" src="http://1.bp.blogspot.com/-s_LvuOHjB6w/S266n3C7dMI/AAAAAAAAA1E/4bfUl_YEZX4/s200/Clip.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, MA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjenguk seorang pemuda yang sedang menjelang sakaratul maut (saat menjelang kematian), maka beliau  bertanya kepada pemuda tersebut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;«كَيْفَ تَجِدُكَ؟». قَالَ: وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّى أَرْجُو اللَّهَ وَإِنِّى أَخَافُ ذُنُوبِي. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ  «لاَ يَجْتَمِعَانِ فِى قَلْبِ عَبْدٍ فِى مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ» رواه الترمذي وابن ماجه وغيرهما.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa yang kamu rasakan (dalam hatimu) saat ini?”. Dia menjawab: “Demi Allah, wahai Rasulullah, sungguh (saat ini) aku (benar-benar) mengharapkan (rahmat) Allah dan aku (benar-benar) takut akan (siksaan-Nya akibat dari) dosa-dosaku”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah terkumpul dua sifat ini (berharap dan takut) dalam hati seorang hamba dalam kondisi seperti ini kecuali Allah akan memberikan apa yang diharapkannya dan menyelamatkannya dari apa yang ditakutkannya”[1].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan adanya sifat berharap dan takut kepada Allah secara seimbang dalam diri seorang hamba, sekaligus menunjukkan keutamaan bersangka baik kepada Allah Ta’ala, terutama pada waktu sakit dan saat menjelang kematian[2], sebagaimana perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan dia bersangka baik kepada Allah U”[3].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Dua sifat inilah yang dimiliki oleh hamba-hamba Allah yang paling mulia di sisi-Nya, para Nabi dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga Allah Ta’ala memuji mereka dalam firman-Nya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;{إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ}&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka (selalu) berdoa kepada Kami dengan (perasaan) harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu‘” (QS al-Anbiyaa’:90).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata, “Yang dimaksud dengan ar-raja’ (berharap) adalah bahwa jika seorang hamba melakukan kesalahan (dosa atau kurang dalam melaksanakan perintah Allah) maka hendaknya dia bersangka baik kepada-Nya dan berharap agar Dia menghgapuskan (mengampuni) dosanya, demikian pula ketika dia melakukan ketaatan (kepada-Nya) dia berharap agar Allah menerimanya. Adapun orang yang bergelimang dalam kemaksiatan kemudian dia berharap Allah tidak menyiksanya (pada hari kiamat) tanpa ada rasa penyesalan dan (kesadaran untuk) meninggalkan perbuatan maksiat (tanpa melakukan taubat yang benar kepada Allah), maka ini adalah orang yang tertipu (oleh setan)” [4].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Imam Hasan al-Bashri berkata, “Orang mukmin bersangka baik kepada Rabb-nya (Allah Ta’ala) maka dia pun memperbaiki amal perbuatannya, sedangkan orang orang kafir dan munafik bersangka buruk kepada Allah maka mereka pun memperburuk amal perbuatan mereka” [5].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sebagian dari para ulama menjelaskan bahwa dalam kondisi sehat lebih utama menguatkan sifat al-khauf (takut) daripada ar-raja’ (berharap), agar seseorang tidak mudah lalai dan lebih semangat dalam beramal shaleh. Adapun ketika sakit, apalagi saat menjelang kematian, lebih utama menguatkan sifat ar-raja’ (berharap) untuk menumbuhkan persangkaan baik kepada Allah Ta’ala[6].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[1] HR at-Tirmidzi (no. 983), Ibnu Majah (no. 4261) dan al-Baihaqi dalam “Syu’abul iman” (no. 1001 dan 1002), dinyatakan hasan oleh imam at-Tirmidzi, al-Mundziri dan syaikh al-Albani dalam “Shahihut targiib wat tarhiib” (no. 3383). &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[2] Lihat kitab “Fathul Baari” (11/301), “Shahihut targib wat tarhib” (3/174) dan “Ahkaamul jana-iz (hal. 11).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[3] HSR Muslim (no. 2877).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[4] Kitab “Fathul Baari”.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[5] Dinukil oleh imam Ibnu Katsir dalam tafsir beliau (4/121).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[6] Lihat kitab “Fathul Baari” (11/301) dan “Faidhul Qadiir” (2/70).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6845575258380414098?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6845575258380414098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/terkumpulnya-sifat-takut-dan-harap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6845575258380414098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6845575258380414098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/11/terkumpulnya-sifat-takut-dan-harap.html' title='Terkumpulnya Sifat Takut dan Harap'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-s_LvuOHjB6w/S266n3C7dMI/AAAAAAAAA1E/4bfUl_YEZX4/s72-c/Clip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-1472479426892500407</id><published>2011-10-25T10:13:00.000+07:00</published><updated>2011-10-25T10:13:28.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Bagaimana Meraih Ilmu yang Bermanfaat? (bagian 3)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jKkMaOYEVEo/S4Z0XWUakfI/AAAAAAAAA3M/ONlU_rTTTN4/s1600/IMAGE59.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://2.bp.blogspot.com/-jKkMaOYEVEo/S4Z0XWUakfI/AAAAAAAAA3M/ONlU_rTTTN4/s200/IMAGE59.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itulah, ketika seorang penceramah mengadu kepada Imam Muhammad bin Waasi’([15]) tentang sedikitnya pengaruh ceramah yang disampaikannya dalam merubah akhlak orang-orang yang diceramahinya, maka Muhammad bin Waasi’ berkata, “Wahai Fulan, menurut pandanganku, mereka ditimpa keadaan demikian (tidak terpengaruh dengan ceramah yang kamu sampaikan) tidak lain sebabnya adalah dari dirimu sendiri, sesungguhnya peringatan (nasehat) itu jika keluarnya (ikhlas) dari dalam hati  maka (akan mudah) masuk ke dalam hati (orang yang mendengarnya)” ([16]).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor kedua: Media untuk menerima pengaruh dan manfaat dari ilmu, dalam hal ini adalah hati yang bersih, ini yang diisyaratkan dalam potongan ayat di atas, (“bagi orang-orang yang mempunyai hati”). Artinya, kalau kita ingin mendapatkan pengaruh yang baik dan manfaat dari ilmu yang kita pelajari, maka kita benar-benar harus membersihkan dan menyiapkan hati kita, karena ilmu yang bermanfaat tidak akan masuk dan menetap ke dalam hati yang kotor dan dipenuhi noda syahwat atau syubhat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Ibnul Qayyim berkata, “Yang dimaksud dengan hati (sebagai media untuk menerima manfaat dan pengaruh dari ilmu di sini) adalah hati yang hidup (bersih dari noda syahwat atau syubhat) yang bisa memahami (peringatan) dari Allah, sebagaimana (yang disebutkan dalam) firman-Nya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآَنٌ مُبِينٌ (69) لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Al Qur-an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan, supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya)” (QS Yaasiin: 69-70)([17]).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, upaya untuk melakukan tazkiyatun nufus (pembersihan hati dan pensucian jiwa) adalah hal yang wajib dan harus mendapat perhatian besar bagi para penuntut ilmu yang menginginkan manfaat yang baik dari ilmu yang dipelajarinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara ringkas, berdasarkan pengamatan terhadap ayat-ayat Al Qur-an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa untuk mengupayakan pembersihan dan pensucian jiwa, serta mengobati penyakit-penyakit hati yang menghalangi masuknya ilmu yang bermanfaat, maka ada tiga macam terapi penyembuhan yang harus ditempuh, yang beliau istilahkan dengan “madaarush shihhah” (ruang lingkup penyembuhan), dan ketiga macam cara inilah yang  diterapkan oleh para dokter dalam mengobati pasien mereka. Tiga macam cara penyembuhan tersebut adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1). Hifzhul quwwah (memelihara kekuatan dan kondisi hati), yaitu dengan memperbanyak melakukan ibadah dan amalan shaleh untuk meningkatkan keimanan, seperti mambaca Al Qur-an dengan menghayati kandungan maknanya, berzikir, mempelajari ilmu agama yang bermanfaat, utamanya ilmu tauhid, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2). Al Himyatu ‘anil mu’dzi (menjaga hati dari penyakit-penyakit lain), yaitu dengan cara menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa, maksiat dan penyimpangan-penyimpangan syariat lainnya, karena dosa-dosa tersebut akan semakin memperparah dan menambah penyakit hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3). Istifragul mawaaddil faasidah (menghilangkan/membersihkan bekas-bekas jelek/noda-noda hitam dalam hati yang merusak, sebagai akibat dari perbuatan dosa dan maksiat yang pernah dilakukan), yaitu dengan cara beristigfar (meminta pengampunan) dan bertaubat dengan taubat yang nashuh (ikhlas dan bersungguh-sungguh) kepada Allah Ta’ala([18]).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor ketiga: upaya untuk mendapatkan pengaruh baik dan manfaat dari ilmu, yaitu dengan cara mengkonsentrasikan pendengaran kita terhadap nasehat dan peringatan yang disampaikan di hadapan kita. Ini yang diisyaratkan dalam potongan ayat di atas, (“Atau orang yang mengkonsentrasikan pendengarannya”).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maksud dari faktor yang ketiga ini adalah, setelah kita mengupayakan sumber pengaruh ilmu yang baik, demikian pula media untuk menerima pengaruh baik tersebut, maka mestinya pengaruh baik dan manfaat dari ilmu tetap tidak akan didapat tanpa ada penghubung yang menghubungkan antara sumber dan media tersebut. Maka dalam hal ini, banyak membaca Al Qur-an dengan berusaha mengahayati kandungan maknanya, menghadiri majelis ilmu yang bermanfaat, mendengarkan ceramah dan menelaah buku-buku sumber ilmu yang bermanfaat adalah upaya yang harus kita lakukan dan terus ditingkatkan agar manfaat dan pengaruh baik dari ilmu makin maksimal kita dapatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor keempat: upaya untuk menghilangkan penghalang dan penghambat yang menghalangi sampainya pengaruh baik dari ilmu yang bermanfaat. Ini diisyaratkan dalam potongan ayat di atas, (“Sedang dia menghadirkan (hati)nya”). Ini berarti bahwa kelalaian dan berpalingnya hati dari memahami dan menghayati kandungan ilmu ketika ketika kita membaca Al Qur-an, menhadiri majelis ilmu, atau mendengarkan ceramah, ini adalah penghambat utama yang mengahalangi sampainya pengaruh dan manfaat dari ilmu yang sedang kita baca atau dengarkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain mengusahakan keempat faktor di atas, yang tidak kalah pentingnya adalah faktor do’a, karena bagaimanapun taufik untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat ada di tangan Allah Ta’ala semata-mata. Oleh karena itulah, di antara do’a Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala dari ilmu yang tidak bermanfaat, yaitu ucapan beliau:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع ومن قلب لا يخشع ومن نفس لا تشبع ومن دعوة لا يستجاب لها&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak mau tunduk (kepada-Mu), dari  jiwa yan tidak pernah puas (dengan pemberian-Mu), dan dari do’a yang tidak dikabulkan”([19]).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang terakhir, perlu kita ingat bahwa kesungguhan dan upaya maksimal kita dalam mengusahakan semua faktor di atas sangat menentukan – dengan taufik dari Allah Ta’ala – dalam berhasil/tidaknya kita mendapatkan manfaat dan pengaruh baik  dari ilmu yang kita pelajari, karena Allah Ta’ala akan memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada seseorang sesuai dengan kesungguhan dan upaya maksimal orang tersebut dalam melakukan sebab-sebab untuk mencapai kebaikan dalam agama ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ))&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan orang-orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh (dalam menundukkan hawa nafsu) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami berikan hidayah kepada mereka (dalam menempuh) jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al ‘Ankabuut:69).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah ketika mengomentari ayat di atas berkata, “(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala menggandengkan hidayah (dari-Nya) dengan perjuangan dan kesungguhan (manusia), maka orang yang paling sempurna (mendapatkan) hidayah (dari Allah Ta’ala) adalah orang yang paling besar perjuangan dan kesungguhannya”([20]).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, kami menutup tulisan ini dengan berdo’a dan memohon kepada Allah Ta’ala dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan agung, serta sifat-sifat-Nya yang maha tinggi dan sempurna agar Dia menganugrahkan kepada kita semua taufik dan hidayah-Nya untuk bisa mendapatkan manfaat dan pengaruh yang baik dari ilmu yang kita pelajari, serta menjadikan kita semua tetap istiqamah di jalan-Nya yang lurus sampai kita menghadap-Nya nanti, Aamiin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 10 Rabi’ul awwal 1429 H&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim Al Buthoni, MA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([1]) Tafsir Ibnu Katsir (3/729), Ibnu katsir membawakan ucapan beliau ini dalam menafsirkan firman Allah U : &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;{إنما يخشى الله من عباده العلماء إن الله عزيز غفور}&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya yang memiliki rasa takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu (tentang agama Allah). Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS Faathir:28).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([2]) Atsar riwayat Imam Al Bukhari dalam “Al Adabul Mufrad” (no 789) dan Abdurrazzak dalam “Al Mushannaf” (no 3787), dishahihkan oleh Ibnu hajar dalam “Fathul Baari” (10/510) dan dihasankan olah Syaikh Al Albani dalam “Ash Shahihah” (no 3189), juga diriwayatkan dari ucapan Rasulullah r dan dishahihkan olah Syaikh Al Albani dalam “Ash Shahihah” (no 2510).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([3]) HR At Tirmidzi (no. 2382), Ibnu Khuzaimah (no. 2482), Ibnu Hibban (no. 408) dan Al Hakim (no. 1527) dari Abu Hurairah t, dishahihkan oleh Al Hakim, disepakati oleh Adz Dzahabi dan Syaikh Al Albani dalam “Shahih at targiib wat tarhiib” (no. 22), Imam muslim juga meriwayatkan hadits ini dalam “Shahih Muslim” (n0 1905) tanpa lafazh yang kami sebutkan di atas. Perawi hadits di atas menyebutkan bahwa Abu Hurairah t sebelum menyampaikan hadits tersebut sampai pingsan tiga kali berturut-turut karena dasyatnya ancaman dalam hadits tersebut dan ketakutan beliau akan kemungkinan tertimpa ancaman tersebut, maka apakah setelah ini masih ada di antara para penuntut ilmu yang merasa aman dari kemungkinan terkena ancaman ini ??!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([4]) Kelompok bid’ah yang pertama kali menyempal dari petunjuk Nabi r dan para sahabatnya y, kelompok ini terkenal dengan pemahaman sesat mereka yang mudah mengakafirkan kaum muslimin berdasarkan hawa nafsu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([5]) HSR Muslim dalam “Shahih Muslim” (no. 1066).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([6]) Tafsir Ibnu Katsir (3/552).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([7]) Ucapan ini juga dinukil oleh Abu nu’aim Al Ashbahani dalam ktab beliau “Hilyatul Auliya’” (10/231) dan Al Baihaqi dalam kitab beliau “Syu’abul iimaan” (no. 1842).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([8]) Beliau adalah Abu Shaleh Hamdun bin ahmad bin ‘Umaarah An Naisaabuuri (wafat 271 H), biografi beliau dalam kitab “Siyaru a’laamin nubala’” (13/50) karya Imam Adz Dzahabi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([9]) Dinukil oleh syaikh al-Albani dalam kitab “at-Tawassul, ‘anwaa’uhu wa ahkaamuhu” (hal. 74).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([10]) Muqaddimah shahih Muslim (1/12).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([11]) Tafsir Ibnu Katsir (1/514).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([12]) Beliau adalah Imam besar dan terkenal dari kalangan Tabi’in ‘senior’ (wafat 110 H), memiliki banyak keutamaan sehingga sebagian dari para ulama menobatkannya sebagai tabi’in yang paling utama, biografi beliau dalam kitab “Tahdziibul kamaal” (6/95) dan “Siyaru a’laamin nubala’” (4/563).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([13]) Beliau adalah Abu Bakr Khalid bin Shafwan bin Al Ahtam Al Minqari Al Bashri, seorang yang sangat fasih dalam bahasa Arab, biografi beliau dalam kitab “Siyaru a’laamin nubala’” (6/226).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([14]) Beliau adalah Maslamah bin Abdil Malik bin Marwan bin Al Hakam (wafat 120 H), seorang gubernur dari Bani Umayyah, saudara sepupu Umar bin Abdul Aziz dan meriwayatkan hadits darinya, biografi beliau dalam kitab “Tahdziibul kamaal” (27/562) dan “Siyaru a’laamin nubala’” (5/241).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([15]) Beliau adalah Muhammad bin Waasi’ bin Jabir bin Al Akhnas Al Azdi Al Bashri (wafat 123 H), seorang Imam dari kalangan Tabi’in ‘junior’ yang tat beribadah dan terpercaya dalam meriwayatkan hadits, Imam Muslim mengeluarkan hadits beliau dalam kitab “Shahih Muslim” , biografi beliau dalam kitab “Tahdziibul kamaal” (26/576) dan “Siyaru a’laamin nubala’” (6/119).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([16]) Kitab “Siyaru a’laamin nubala’” (6/122).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([17]) Al Fawaaid (hal. 9).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([18]) Lihat kitab “Igatsatul lahfan” (1/16-17).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([19]) HSR Muslim dalam “Shahih Muslim” (no. 2722).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;([20]) Al Fawaaid (hal. 83).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-1472479426892500407?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/1472479426892500407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/bagaimana-meraih-ilmu-yang-bermanfaat_3189.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1472479426892500407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1472479426892500407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/bagaimana-meraih-ilmu-yang-bermanfaat_3189.html' title='Bagaimana Meraih Ilmu yang Bermanfaat? (bagian 3)'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jKkMaOYEVEo/S4Z0XWUakfI/AAAAAAAAA3M/ONlU_rTTTN4/s72-c/IMAGE59.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-8925418383958172921</id><published>2011-10-25T10:08:00.000+07:00</published><updated>2011-10-25T10:08:57.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Bagaimana Meraih Ilmu yang Bermanfaat? (bagian 2)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gN4mW3Fbd3Q/TGKSp3w2uOI/AAAAAAAABdY/fOzpUv_Vwrw/s1600/alquran.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://3.bp.blogspot.com/-gN4mW3Fbd3Q/TGKSp3w2uOI/AAAAAAAABdY/fOzpUv_Vwrw/s200/alquran.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Syarat Mendapatkan Ilmu Yang Bermanfaat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kita memahami definisi ilmu yang bermanfaat, dan bahwasanya hafalan yang kuat, atau kemampuan yang mengagumkan dalam berceramah dan menyampaikan materi kajian, maupun gelar dan titel yang disandang seseorang, tidaklah menjadi jaminan bahwa ilmu yang dimilikinya adalah ilmu yang bermanfaat yang akan selalu membimbingnya dalam menuju ridha Allah I, apalagi dengan melihat kenyataan di jaman sekarang banyak orang yang dipuji karena hal-hal di atas, tapi sama sekali tidak terlihat pengaruh dan manfaat ilmu yang dipelajarinya dalam akhlak dan tingkah lakunya. Maka setelah itu, timbul pertanyaan, bagaimanakah cara untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat itu? Atau mungkin pertanyaan yang lebih tepat, bagaimanakah cara untuk menjadikan ilmu yang kita pelajari bermanfaat bagi kita dalam membimbing kita untuk semakin dekat kepada Allah Ta’ala, sehingga semakin banyak ilmu yang kita pelajari semakin kuat pula keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Untuk menjawab pertanyaan penting di atas, dengan memohon taufik dari Allah Ta’ala, kami akan menyampaikan kesimpulan dari tulisan Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah tentang cara mengambil manfaat dari Al Qur-an (termasuk ilmu agama lainnya secara keseluruhan) dan syarat-syaratnya, dalam kitab beliau “Al Fawaaid” (hal. 9-10), dengan tambahan penjelasan dari kami untuk mempermudah dalam memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembahasan tersebut Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa secara umum untuk bisa mengambil pengaruh dan manfaat yang maksimal dari segala sesuatu yang ingin kita ambil pengaruh darinya, maka ada empat faktor yang harus diwujudkan, semakin sempurna keempat faktor ini terwujud maka semakin maksimal pula pengaruh yang kita dapatkan darinya. Keempat faktor itu adalah: [1] sumber pengaruh yang baik, [2] media untuk menerima pengaruh, [3] upaya untuk mendapatkan pengaruh tersebut, dan [4] upaya untuk menghilangkan penghalang dan penghambat yang menghalangi sampainya pengaruh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan mengambil manfaat dan pengaruh yang baik dari ilmu agama yang kita pelajari, keempat faktor tersebut terangkum dalam kalimat yang ringkas tapi sarat makna dalam firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan (pelajaran) bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang mengkonsentrasikan pendengarannya, sedang dia menghadirkan (hati)nya” (QS Qaaf:37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penjelasan tentang keempat faktor tersebut adalah sebagai berikut:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor pertama: sumber pengaruh (ilmu) yang baik, ini diisyaratkan dalam potongan ayat di atas, (“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan (pelajaran)”), artinya, kalau kita ingin mendapatkan pengaruh yang baik dan manfaat dari ilmu yang kita pelajari, maka kita benar-benar harus memilih sumber rujukan ilmu yang terjamin kebaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tujuan kita mempelajari ilmu agama tentu saja bukan hanya untuk sekedar menambah wawasan atau sekedar teori yang hanya berupa hafalan yang kuat atau kemampuan yang mengagumkan dalam berceramah, tapi tujuan kita adalah agar ilmu tersebut memberikan manfaat dalam membimbing kita untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala. Sehingga sumber ilmu yang kita jadikan rujukan benar-benar harus terbukti bisa mewujudkan tujuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, Al Qur-an dan hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sumber ilmu bermanfaat yang paling utama karena keduanya adalah wahyu dari Allah Ta’ala yang memiliki sifat-sifat yang maha sempurna. Demikian pula kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama salaf dan para ulama yang mengikuti petunjuk mereka, karena kitab-kitab ditulis oleh orang-orang yang benar-benar memiliki keikhlasan, ilmu dan ketakwaan, sehingga manfaatnya dalam mentransfer kebaikan dan ketakwaan kepada orang yang mengkajinya jelas lebih besar dari pada kitab-kitab yang ditulis oleh orang-orang yang tidak memiliki sifat-sifat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Jauzi dalam kitab beliau “Shifatush shafwah” (4/122)([7]) menukil ucapan Hamdun bin Ahmad Al Qashshar([8]) ketika beliau ditanya, “Apa sebabnya ucapan para ulama salaf lebih besar manfaatnya dibandingkan ucapan kita?” Beliau menjawab, “Karena mereka berbicara (dengan niat) untuk kemuliaan Islam, keselamatan diri (dari azab Allah Ta’ala), dan mencari ridha Allah Ta’ala, adapun kita berbicara (dengan niat untuk) kemuliaan diri (mencari popularitas), kepentingan dunia (materi), dan mencari keridhaan manusia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula termasuk dalam posisi sebagai sumber pengaruh dalam hal ini adalah seorang da’i dan ustadz yang menyampaikan ceramah atau kajian ilmu agama. Oleh karena itu, memilih pendidik ilmu agama yang baik dalam ilmu dan ketakwaannya adalah kewajiban yang selalu ditekankan oleh para ulama ahlus sunnah bagi para penuntut ilmu. Karena kalau seorang da’i atau ustadz tidak memiliki ketakwaan dalam dirinya, maka bagaimana mungkin dia bisa menjadikan muridnya memiliki ketakwaan sedangkan dia sendiri tidak memilikinya? Salah satu ungkapan Arab yang terkenal mengatakan: &lt;br /&gt;فاقِِدُ الشيء لا يُعْطِيه&lt;br /&gt;“Sesuatu yang tidak punya tidak bisa memberikan apa-apa” ([9]).&lt;br /&gt;Dalam sebuah ucapannya yang terkenal Imam Muhammad bin Sirin berkata, “Sesungguhnya ilmu (yang kamu pelajari) adalah agamamu (yang akan membimbingmu mencapai ketakwaan), maka telitilah dari siapa kamu mengambil (ilmu) agamamu”([10]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor penting inilah yang merupakan salah satu sebab utama yang menjadikan para sahabat Nabi r menjadi generasi terbaik umat ini dalam pemahaman dan pengamalan agama mereka. Bagaimana tidak? Da’i dan pendidik mereka adalah Nabi yang terbaik dan manusia yang paling mulia di sisi Allah Ta’ala, yaitu Nabi kita Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Makna inilah yang diisyaratkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آَيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ&lt;br /&gt;“Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian (wahai para sahabat Nabi), (sampai) menjadi kafir, karena ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian (sebagai pembimbing)” (QS Ali ‘Imraan:101).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir berkata, “Makna ayat di atas: sesungguhnya kekafiran itu sangat jauh dan tidak akan mungkin terjadi pada diri kalian (wahai para sahabat Nabi), karena ayat-ayat Allah turun kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam di waktu siang dan malam, yang kemudian beliau membacakan dan menyampaikan ayat-ayat tersebut kepada kalian”([11]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain tentang peranan seorang pendidik yang baik adalah apa yang disebutkan dalam biografi salah seorang Imam besar dari kalangan tabi’in, Hasan bin Abil Hasan Al Bashri([12]) dalam kitab “Siyaru A’laamin Nubala’” (2/576), ketika Khalid bin Shafwan([13]) menerangkan sifat-sifat Hasan Al Bashri kepada Maslamah bin Abdul Malik([14]) dengan berkata, “Dia adalah orang yang paling sesuai antara apa yang disembunyikannya dengan apa yang ditampakkannya, paling sesuai ucapan dengan perbuatannya, kalau dia duduk di atas suatu urusan maka diapun berdiri di atas urusan tersebut…dan seterusnya”. Setelah mendengar penjelasan tersebut Maslamah bin Abdul Malik berkata, “Cukuplah (keteranganmu), bagaimana mungkin suatu kaum akan tersesat (dalam agama mereka) kalau orang seperti ini (sifat-sifatnya) ada di tengah-tengah mereka?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bersambung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-8925418383958172921?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/8925418383958172921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/bagaimana-meraih-ilmu-yang-bermanfaat_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/8925418383958172921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/8925418383958172921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/bagaimana-meraih-ilmu-yang-bermanfaat_25.html' title='Bagaimana Meraih Ilmu yang Bermanfaat? (bagian 2)'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gN4mW3Fbd3Q/TGKSp3w2uOI/AAAAAAAABdY/fOzpUv_Vwrw/s72-c/alquran.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6406175772840020292</id><published>2011-10-25T10:02:00.000+07:00</published><updated>2011-10-25T10:02:46.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Bagaimana Meraih Ilmu yang Bermanfaat? (bagian 1)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-q7idJtJ-rec/S_8JOI1VWQI/AAAAAAAAA8o/MtCFGvCA8TI/s1600/hadist.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="161" src="http://1.bp.blogspot.com/-q7idJtJ-rec/S_8JOI1VWQI/AAAAAAAAA8o/MtCFGvCA8TI/s200/hadist.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan hal yang sudah diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, terlebih lagi oleh para penuntut ilmu agama, keutamaan besar yang Allah sediakan bagi orang-orang yang mempelajari ilmu agama. Keutamaan tersebut disebutkan dalam banyak ayat Al Qur-an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta keterangan dari para ulama salaf, sampai-sampai Imam Ibnul Qayyim dalam juz pertama dari kitab beliau “Miftahu Daaris Sa’adah” memuat pembahasan khusus tentang keutamaan dan kemuliaan mempelajari ilmu agama, dalam bab yang berjudul: Keutamaan dan kemuliaan (mempelajari) ilmu (agama), penjelasan tentang besarnya kebutuhan untuk (mempelajari) ilmu ini, serta tergantungnya kesempurnaan (iman) dan keselamatan seorang hamba di dunia dan akhirat kepada ilmu (agama) ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bab tersebut Ibnul Qayyim menyebutkan lebih dari seratus lima puluh segi keutamaan ilmu, berdasarkan dalil-dalil dari Al Qur-an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta keterangan para ulama salaf rahimahumullah, sehingga pembahasan tentang keutamaan ilmu yang beliau sebutkan dalam kitab tersebut adalah pembahasan yang sangat lengkap dan menyeluruh, yang mungkin tidak kita dapati di kitab-kitab para ulama lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Namun sayangnya, kebanyakan dari kita – termasuk para penuntut ilmu sendiri – sering lalai dan kurang menyadari bahwa ilmu yang dimaksud dalam ayat-ayat Al Qur-an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut bukanlah sekedar teori belaka, yang hanya terlihat dalam bentuk hapalan yang kuat, atau kemampuan yang mengagumkan dalam berceramah dan menyampaikan materi kajian, atau gelar dan titel yang disandang, tanpa adanya wujud nyata dan pengaruh dari kemanfaatan ilmu tersebut bagi orang yang mempelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta’ala meridhai dan merahmati sahabat yang mulia ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang berkata, “Bukanlah ilmu itu (hanya) dengan banyak (menghafal) hadits, akan tetapi ilmu (yang bermanfaat) itu (timbul) dari besarnya rasa takut (kepada Allah Ta’ala)”([1]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam atsar shahih lainnya Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu juga berkata dihadapan sahabat-sahabatnya, “Sesungguhnya kalian (sekarang) berada di zaman yang banyak terdapat orang-orang yang berilmu tapi sedikit  yang suka berceramah, dan akan datang setelah kalian nanti suatu zaman yang (pada waktu itu) banyak orang yang pandai berceramah tapi sedikit orang yang berilmu”([2]).&lt;br /&gt;Definisi Ilmu Yang Bermanfaat (Al ‘Ilmu An Naafi’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Rajab Al Hambali menyebutkan definisi Ilmu yang bermanfaat dengan dua penjelasan yang lafazhnya berbeda, akan tetapi keduanya saling melengkapi dan sama sekali tidak bertentangan. Dalam kitab beliau “Fadhlu ‘ilmis salaf ‘ala ‘ilmil khalaf” (hal. 6) beliau berkata: “Ilmu yang bermanfaat dari semua ilmu adalah mempelajari dengan seksama dalil-dalil dari Al Qur-an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta (berusaha) memahami kandungan maknanya, dengan mendasari pemahaman tersebut dari penjelasan para sahabat Rasulullah radhiyallahu ‘anhum, para Tabi’in (orang-orang yang mengikuti petunjuk para sahabat), dan orang-orang yang mengikuti (petunjuk) mereka dalam memahami kandungan Al Qur-an dan Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Begitu pula) dalam (memahami penjelasan) mereka dalam masalah halal dan haram, pengertian zuhud, amalan hati (pensucian jiwa), pengenalan (tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta’ala) dan pembahasan-pembahasan ilmu lainnya, dengan terlebih dahulu berusaha untuk memisahkan dan memilih (riwayat-riwayat) yang shahih (benar) dan (meninggalkan riwayat-riwayat) yang tidak benar, kemudian berupaya untuk memahami dan menghayati kandungan maknanya. Semua ini sangat cukup (untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat) bagi orang yang berakal dan merupakan kesibukkan (yang bermanfaat) bagi orang yang memberi perhatian dan berkeinginan besar (untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam kitab beliau yang lain “Al Khusyuu’ fish shalaah” (hal. 16) beliau berkata, “Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang masuk (dan menetap) ke dalam relung hati (manusia), yang kemudian melahirkan rasa tenang, takut, tunduk, merendahkan dan mengakui kelemahan diri di hadapan Allah Ta’ala”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua penjelasan Imam Ibnu Rajab ini sepintas kelihatannya berbeda dan tidak berhubungan, akan tetapi kalau diamati dengan seksama kita akan dapati bahwa kedua penjelasan tersebut sangat bersesuaian dan bahkan saling melengkapi. Karena pada penjelasan definisi yang pertama, beliau ingin menjelaskan sumber ilmu yang bermanfaat, yaitu ayat-ayat Al Qur-an dan hadits-hadits yang shahih (benar periwayatannya) dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang dipahami berdasarkan penjelasan dari para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Tabi’in (orang-orang yang mengikuti petunjuk para sahabat), dan orang-orang yang mengikuti (petunjuk) mereka. Ini berarti, seseorang tidak akan mungkin sama sekali bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat tanpa mengambilnya dari sumber Al ‘Ilmu An Naafi’ yang satu-satunya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam penjelasan definisi yang kedua, beliau ingin menjelaskan hasil dan pengaruh dari ilmu yang bermanfaat, yaitu menumbuhkan dalam hati orang yang memilikinya rasa tenang, takut dan ketundukan yang sempurna kepada Allah Ta’ala. Ini berarti bahwa ilmu yang cuma pandai diucapkan dan dihapalkan oleh lidah, tetapi tidak menyentuh – apalagi masuk – ke dalam hati manusia, maka ini sama sekali bukanlah ilmu yang bermanfaat, dan ilmu seperti ini justru akan menjadi bencana bagi orang yang memilikinya, bahkan  menjadikan pemiliknya terkena ancaman besar – semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua – termasuk ke dalam tiga golongan manusia yang pertama kali menjadi bahan bakar api neraka, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih([3]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis ilmu inilah yang dimiliki oleh orang-orang Khawarij([4]) dan kelompok-kelompok bid’ah lainnya yang menjadikan mereka menyimpang sangat jauh dari pemahaman islam yang benar, sebagaimana yang digambarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau menerangkan sifat-sifat Khawarij dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Mereka selalu mengucapkan kata-kata yang baik (dan indah kedengarannya), mereka (mahir) dalam membaca (dan menghafal) Al Qur-an. Akan tetapi bacaan tersebut tidak melampaui tenggorokan mereka (tidak masuk ke dalam hati mereka), mereka keluar dengan cepat dari agama ini seperti anak panah yang (menembus dan) keluar dengan cepat dari sasarannya…”([5]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Allah Ta’ala memuji orang-orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat dan meneguhkan keimanan mereka dengan menjadikan Al Qur-an sebagai sumber petunjuk yang menetap di dalam hati mereka, Allah&lt;br /&gt;Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;بَلْ هُوَ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ&lt;br /&gt;“Sebenarnya, Al Qur-an itu adalah ayat-ayat yang jelas (yang terdapat) di dalam dada (hati) orang-orang yang diberi ilmu. (QS Al ‘Ankabuut: 49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat di atas berkata, “Maknanya: Al Qur-an adalah ayat-ayat yang nyata dan jelas sebagai petunjuk kepada (jalan) yang benar, dalam perintah, larangan maupun berita (yang dikandung)nya, dan Allah memudahkan bagi orang-orang yang berilmu untuk menghafal, membaca dan memahami (kandungan)nya”([6]).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Bersambung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6406175772840020292?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6406175772840020292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/bagaimana-meraih-ilmu-yang-bermanfaat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6406175772840020292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6406175772840020292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/bagaimana-meraih-ilmu-yang-bermanfaat.html' title='Bagaimana Meraih Ilmu yang Bermanfaat? (bagian 1)'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-q7idJtJ-rec/S_8JOI1VWQI/AAAAAAAAA8o/MtCFGvCA8TI/s72-c/hadist.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-5706635653109239998</id><published>2011-10-20T05:11:00.000+07:00</published><updated>2011-10-20T05:11:00.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Kajian Ilmiah'/><title type='text'>Keutamaan Para Sahabat Nabi SAW cd 1 part 4</title><content type='html'>&lt;object height="344" style="background-image: url(&amp;quot;http://i4.ytimg.com/vi/C543u3YxuCc/hqdefault.jpg&amp;quot;);" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/C543u3YxuCc&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/C543u3YxuCc&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-5706635653109239998?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/5706635653109239998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/keutamaan-para-sahabat-nabi-saw-cd-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/5706635653109239998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/5706635653109239998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/keutamaan-para-sahabat-nabi-saw-cd-1.html' title='Keutamaan Para Sahabat Nabi SAW cd 1 part 4'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-7441405051812992982</id><published>2011-10-19T06:29:00.000+07:00</published><updated>2011-10-19T06:29:00.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>AS-SUNNAH &amp; PARA PENENTANGNYA DI MASA SEKARANG</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DxoyGNBo3zE/TpprCI166tI/AAAAAAAAB20/BI1e72p4sxk/s1600/I+luv+Sunnah+Rasulullah.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://4.bp.blogspot.com/-DxoyGNBo3zE/TpprCI166tI/AAAAAAAAB20/BI1e72p4sxk/s200/I+luv+Sunnah+Rasulullah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Secara historis, sesudah abad kedua Hijriyah tidak pernah timbul lagi dalam sejarah individu atau jama'ah yg mengaku dirinya Islam tetapi mereka membuang As-Sunnah. Sesudah berlalu 12 abad, zaman berubah dan Daulah Islam telah lenyap, maka mulai muncul masa imperialisme, dan para penjajah mulai menyebarkan fitah mereka yg jelek &amp;amp; kotor untuk menghancurkan prinsip2 Islam. Dalam situasi &amp;amp; kondisi seperti ini muncullah penentang2 As-Sunnah di Iraq, Mesir, dan beberapa negara jajahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun di Mesir, timbul fitnah pada masa Muhammad 'Abduh sebagaimana disebutkan oleh Abu Rayyah dalam kitabnya, yg kemudian setelah itu diikuti oleh Dr. Taufik Sidqi dengan artikelnya yg berjudul Al-Islam huwal Qur'anu Wahdah dalam al-Manar no. 7 &amp;amp; 12, tahun VII di Mesir. Kemudian Ahmad Amin menulis dalam kitabnya Fajrul Islam tahun 1929 H, yg di dalamnya mencampur-adukkan antara yg haq dg yg bathil, dan ia tetap berpendirian demikian hingga datang ajalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Begitu pula halnya Ismail Ad-ham, ia menulis risalah tahun 1353 H tentang sejarah As-Sunnah, yg katanya, "Hadits2 yg terdapat dalam Shahih Bukhari &amp;amp; Shahih Muslim tidak kuat dasarnya (tidak kuat sanadnya, bahkan diragukan dan umumnya adalah maudhu' (palsu)!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ada orang yg menolak As-Sunnah secara keseluruhan dan ada pula yg menolaknya sebagian saja, yakni mereka yg menolak hadits ahad sebagai hujjah dalam masalah 'aqidah. Dalil2 yg mereka pakai hampir sama dg dalil2 yg dipakai oleh orang2 yg menolak As-Sunnah pada abad ke-2 Hijriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LARANGAN HANYA BERPEGANG PADA AL-QUR'AN SAJA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari Miqdam bin Ma'di Kariba radhiyallahu 'anhu, ia berkata, tlh bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Ketahuilah, ssghnya aku diberikan Al-Kitab (Al-Qur'an) dan yg seperti Al-Qur'an bersamanya (As-Sunnah). Ketahuilah, nanti AKAN ADA org yg kenyang di atas kursinya sambil berkata, 'Cukuplah bagimu utk berpegang dg Al-Qur'an (saja), apa2 yg kalian dapati hukum halal di dlmnya maka halalkanlah dan apa2 yg kalian dapati hukum haram di dlmnya, maka haramkanlah'. (Ketahuilah) Ssghnya apa2 yg diharamkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam SAMA seperti yg diharamkan Allah.." (Hadits shahih riwayat Abu Daud no. 4606 dan lafazh ini miliknya, Ahmad IV/131, Ibnu Hibban no. 12, Ath-Thabrani dlm Mu'jamul Kabir XX/no. 669-670, Ath-Thahawy dlm Syarah Ma'anil Atsaar IV/209, dan Al-Baihaqy IX/332)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-7441405051812992982?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/7441405051812992982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/as-sunnah-para-penentangnya-di-masa_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7441405051812992982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7441405051812992982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/as-sunnah-para-penentangnya-di-masa_19.html' title='AS-SUNNAH &amp; PARA PENENTANGNYA DI MASA SEKARANG'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-DxoyGNBo3zE/TpprCI166tI/AAAAAAAAB20/BI1e72p4sxk/s72-c/I+luv+Sunnah+Rasulullah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-4121227709232672775</id><published>2011-10-18T05:23:00.000+07:00</published><updated>2011-10-18T05:23:00.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Rasulullah'/><title type='text'>AS-SUNNAH &amp; PARA PENENTANGNYA DI MASA LALU</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DxoyGNBo3zE/TpprCI166tI/AAAAAAAAB20/BI1e72p4sxk/s1600/I+luv+Sunnah+Rasulullah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://4.bp.blogspot.com/-DxoyGNBo3zE/TpprCI166tI/AAAAAAAAB20/BI1e72p4sxk/s200/I+luv+Sunnah+Rasulullah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalil-dalil yang telah dikemukakan dari Al-Qur'an, As-Sunnah, dan Ijma' sangatlah jelas bahwa tidak boleh bagi siapa pun menolak Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan alasan hanya berpegang kepada Al-Qur'an saja. Merupakan suatu hal yang mustahil bagi orang yang berkata bahwa ia kembali kepada Al-Qur'an &amp;amp; As-Sunnah tetapi ia sendiri menolak dalil-dalil As-Sunnah dengan alasan tidak sesuai dengan akal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sebagian mereka yang menolak As-Sunnah karena memang belum jelas baginya kedudukan As-Sunnah dalam syari'at, atau karena kebodohannya,maka kepada orang seperti ini harus diberikan pemahaman melalui proses wajib belajar. Sedangkan bagi mereka yang menolaknya dengan sengaja dan terang2an mengingkari hujjah-hujjah As-Sunnah padahal ia mengetahui wajibnya berpegang kepada As-Sunnah, maka orang ini adalah kafir, setelah terpenuhi syaratnya &amp;amp; tidak ada penghalang yang membuat ia menjadi kafir. (Kedudukan As-Sunnah Dalam Syari'at Islam, hlm 62, Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Pandangan Khawarij&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Khawarij dengan berbagai sektenya menganggap bahwa sebelum peristiwa fitnah (73 H) seluruh Sahabat adalah adil. Tetapi setelah itu mereka mengingkari 'Ali, 'Utsman, dan Sahabat yang tergolong Ash-habul Jamal, kedua hakim Arbitrasi (yang ditunjuk oleh masing-masing golongan) serta mereka yang menerima keputusannya dan membenarkannya ataupun yang mengakui keputusan salah satu dari kedua hakim tersebut. Dengan demikian mereka menolak hal-hal yang diriwayatkan jumhur setelah peristiwa fitnah. Karena itu Khawarij tdk menganggap para Sahabat sebagai rawi tsiqah lagi. Namun demikian, tdk semua Khawarij menolak As-Sunnah yang diriwayatkan sesudah tahkim maupun sebelumnya. (Diraasat fil Hadits an-Nabawy, I/22-23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pandangan Mu'tazilah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Musthafa al-A'zhumi, Mu'tazilah mengambil hadit-hadits2 Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tetapi mereka menolak hadits-hadits yang bertentangan dengan kaidah berpikir mereka. (Dirasaat fil Hadits an-Nabawy, I/23-25). Mereka adalah orang-orang yang lebih mengedepankan akal daripada dalil, dengan berbagai alasan yang mereka buat-buat sendiri untuk menolak hadits-hadits yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pandangan Syi'ah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syi'ah mempunyai berbagai sekte, Syi'ah dulunya masih dianggap sebagai salah satu madzhab dalam Islam, saat madzhab ini masih berpegang dengan ajaran para ulama. Perlu diketahui bahwa dahulu para ulama membedakan antara Rafidhah &amp;amp; Syi'ah. Rafidhah riwayatnya tidak boleh diterima sama sekali dan tidak boleh meriwayatkan dari mereka. Adapun Syi'ah masih boleh kita menerima hadits darinya dengan syarat dia tidak mendakwahkan bid'ahnya. Sedang Syi'ah yang sekarang berkembang (Syi'ah Imamiyah Itsna 'Asyariyah) adalah satu sekte yang sama dengan Rafidhah. Ajaran tauhid mereka diambil dari Qadariyah, Jabariyah, Murji'ah, Mu'tazilah &amp;amp; Asy'ariyah. Ajaran mereka sangat bertentangan dengan ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah dg perbedaan yang sangat menonjol, yaitu tentang Al-Qur'an, 'Aqidah, Sunnah, Malaikat, Imamah, Taqiyyah, Mut'ah, Sahabat &amp;amp; Ahlul Bait. (Lihat Minhajus Sunnah an-Nabawiyah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tahqiq Dr. Muhammad Rasyid Salim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita masuk kpd masalah As-Sunnah, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pandangan Syi'ah tentang Al-Qur'an. Di mana para ulama Syi'ah mengatakan: "Telah terjadi pemalsuan terhadap Al-Qur'an yg dilakukan oleh para Sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Di antara ulama Syi'ah yg berpendapat demikian:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. A-Kulani dalam kitab Ushulul Kafi.&lt;br /&gt;2. Al-Qummi dalam tafsirnya.&lt;br /&gt;3. Abu al-Kasim al-Kufi dalam kitabnya al-Istighatsah.&lt;br /&gt;4. Al-Mufid dalam kitabnya Awa-il Maqalat.&lt;br /&gt;5. Al-Ardabily dalam kitabnya Haqiqatusy Syi'ah.&lt;br /&gt;6. Ath-Thabrasy dalam kitabnya al-Ihtijaj.&lt;br /&gt;7. Al-Kasyi dalam tafsirnya ash-Shafiy.&lt;br /&gt;8. Ni'matullah al-Jazairy dalam kitabnya al-Anwar an-Nu'maniyah.&lt;br /&gt;9. Al-Khurasani dalam kitabnya Bayan as-Sa'adah fi Maqamah al-Ibadah.&lt;br /&gt;10. An-Nuri Ath-Thabrisi dalam kitabnya Fashlul Khithaab fi Itsbat Tahriifil Kitab Rabbil Arbaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menurut ulama Syi'ah, Al-Qur'an sekarang ini ada beberapa macam nuskhah (Al-Qur'an versi Syi'ah), yaitu:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 114 surat, tetapi ada 269 ayat yg menyimpang.&lt;br /&gt;2. 112 surat (114 surat dikurangi Mu'awidzatain).&lt;br /&gt;3. 115 surat (114 ditambah surat Al-Wilayah).&lt;br /&gt;4. 117 surat (114 ditambah surat al-Qunut, al-Hiqd &amp;amp; al-Khulu')&lt;br /&gt;5. Wahyu zhahir &amp;amp; batin.&lt;br /&gt;6. Mush-haf Fathimah, berisikan lebih dari 17 ribu ayat.&lt;br /&gt;7. Mush-haf Syi'ah, yg tebalnya 3x lipat Al-Qur'an kaum muslimin.&lt;br /&gt;8. Mush-haf yg dibawa oleh Imam Mahdi al-Muntazhar, dalam persembunyiannya hampir 12 abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika dilihat dari segi keyakinan mereka terhadap Al-Qur'an saja, dapat disimpulkan bahwa kaum Syi'ah sudah keluar dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang masalah As-Sunnah, kaum Syi'ah menolak semua hadits yg ada pd kaum Sunni, yg dianggap tdk melalui jalur ahlul bait (ahlul bait menurut pendapat mereka), karena itu maka 96% hadits2 Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam mereka TOLAK &amp;amp; 4% saja yg mereka terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab2 hadits yg diakui para ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah yg telah menjadi pegangan &amp;amp; rujukan kaum muslimin seperti Shahih Bukhari &amp;amp; Shahih Muslim, mereka tolak. Penyimpangan lain yg bisa kita lihat dari pengertian hadits menurut mereka adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mereka tidak mementingkan SANAD sama sekali.&lt;br /&gt;2. Semua yg diriwayatkan dari imam2 ma'shum mereka (Imam 12), kedudukannya sama dg Al-Qur'an.&lt;br /&gt;3. Kaum muslimin jelas sangat jauh berbeda dg Syi'ah dalam hal:&lt;br /&gt;a. Ilmu Musthalah Hadits.&lt;br /&gt;b. lmu Dirayah Hadits.&lt;br /&gt;c. Ilmu Rijalil Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Malik tentang Rafidhah, "Janganlah bicara dg mereka &amp;amp; jangan meriwayatkan sesuatu pun dari mereka. Mereka adalah PENDUSTA."&lt;br /&gt;Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, "Mereka adalah manusia paling pendusta dalam masalah naqliyah (wahyu).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-4121227709232672775?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/4121227709232672775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/as-sunnah-para-penentangnya-di-masa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4121227709232672775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4121227709232672775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/as-sunnah-para-penentangnya-di-masa.html' title='AS-SUNNAH &amp; PARA PENENTANGNYA DI MASA LALU'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-DxoyGNBo3zE/TpprCI166tI/AAAAAAAAB20/BI1e72p4sxk/s72-c/I+luv+Sunnah+Rasulullah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-3617028618119655587</id><published>2011-10-16T12:22:00.000+07:00</published><updated>2011-10-16T12:22:21.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Abu Musa Jabir Ibn Hayyan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rvAkybFABak/TpppuKwZkWI/AAAAAAAAB2s/xcHcHS_eo2k/s1600/jabir1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="168" src="http://3.bp.blogspot.com/-rvAkybFABak/TpppuKwZkWI/AAAAAAAAB2s/xcHcHS_eo2k/s200/jabir1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jauh sebelum berkembang pesat seperti sekarang, ilmu kimia telah dikenal luas masyarakat abad pertengahan. Saat itulah awal mula cabang ilmu eksakta ini ada. Tapi, tahukah Anda siapa penemu dan pengembang ilmu kimia ini? Adalah Abu Musa Jabir Ibn Hayyan (721-815 H), ilmuwan Muslim pertama yang menemukan dan mengenalkan disiplin ilmu kimia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir di pusat peradaban Islam klasik, Kuffah (Irak), ilmuwan Muslim ini lebih dikenal dengan nama Ibnu Hayyan, dan di Barat disebut dengan nama Ibnu Geber. Ayahnya, seorang penjual obat, meninggal sebagai 'syuhada' demi penyebaran ajaran Syi'ah. Jabir kecil menerima pendidikannya dari imam terkenal, Imam Ja'far Shadiq as. Ia juga pernah berguru pada Barmaki Vizier pada masa kekhalifahan Abbasiyah pimpinan Harun Al Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Ditemukannya kimia oleh Hayyan ini membuktikan, bahwa ulama di masa lalu tidak melulu lihai dalam ilmu-ilmu agama, tapi sekaligus juga menguasai ilmu-ilmu umum. "Sesudah ilmu kedokteran, astronomi, dan matematika, bangsa Arab memberikan sumbangannya yang terbesar di bidang kimia," tulis sejarawan Barat, Philip K. Hitti, dalam History of The Arabs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat penemuannya ini pula, Jabir dijuluki sebagai Bapak Kimia Modern. Dalam karirnya, ia pernah bekerja di laboratorium dekat Bawwabah di Damaskus. Jabir mendasari eksperimennya secara kuantitatif dan instrumen yang dibuatnya sendiri, menggunakan bahan berasal dari logam, tumbuhan, dan hewani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah menjadi kebiasaannya mengakhiri uraian suatu eksperimen dengan menuliskan:&lt;br /&gt;"Saya pertama kali mengetahuinya dengan melalui tangan dan otak saya, dan saya menelitinya hingga sebenar mungkin, dan saya mencari kesalahan yang mungkin masih terpendam."&lt;br /&gt;Dari Damaskus ia kembali ke kota kelahirannya, Kuffah. Setelah 200 tahun kewafatannya, ketika penggalian tanah dilakukan untuk pembuatan jalan, laboratoriumnya yang telah punah, ditemukan. Di dalamnya didapati peralatan kimianya yang hingga kini masih mempesona, dan sebatang emas yang cukup berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir ibnu Hayyan membuat instrumen pemotong, peleburan dan pengkristalan. Ia menyempurnakan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan (fixation), amalgamasi, dan oksidasi-reduksi. Semua ini telah ia siapkan tekniknya, praktis hampir semua 'technique' kimia modern. Ia membedakan antara penyulingan langsung yang memakai bejana basah dan tak langsung yang memakai bejana kering. Dialah yang pertama mengklaim bahwa air hanya dapat dimurnikan melalui proses penyulingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus menyangkut fungsi dua ilmu dasar kimia, yakni kalsinasi dan reduksi, Jabir menjelaskan, bahwa untuk mengembangkan kedua dasar ilmu itu, pertama yang harus dilakukan adalah mendata kembali dengan metoda-metoda yang lebih sempurna, yakni metoda penguapan, sublimasi, destilasi, penglarutan, dan penghabluran. Setelah itu, papar Jabir, memodifikasi dan mengoreksi teori Aristoteles mengenai dasar logam, yang tetap tidak berubah sejak awal abad ke 18 M. Dalam setiap karyanya, Jabir melaluinya dengan terlebih dahulu melakukan riset dan eksperimen. Metode inilah yang mengantarkannya menjadi ilmuwan besar Islam yang mewarnai renaissance dunia Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Jabir tetap saja seorang yang tawadu' dan berkepribadian mengagumkan. "Dalam mempelajari kimia dan ilmu fisika lainnya, Jabir memperkenalkan eksperimen objektif, suatu keinginan memperbaiki ketidakjelasan spekulasi Yunani. Akurat dalam pengamatan gejala, dan tekun mengumpulkan fakta. Berkat dirinya, bangsa Arab tidak mengalami kesulitan dalam menyusun hipotesa yang wajar," tulis Robert Briffault.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Briffault, kimia, proses pertama penguraian logam yang dilakukan oleh para metalurg dan ahli permata Mesir, mengkombinasikan logam dengan berbagai campuran dan mewarnainya, sehingga mirip dengan proses pembuatan emas. Proses demikian, yang tadinya sangat dirahasiakan, dan menjadi monopoli perguruan tinggi, dan oleh para pendeta disamarkan ke dalam formula mistik biasa, di tangan Jabir bin Hayyan menjadi terbuka dan disebarluaskan melalui penyelidikan, dan diorganisasikan dengan bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terobosan Jabir lainnya dalam bidang kimia adalah preparasi asam sendawa, hidroklorik, asam sitrat dan asam tartar. Penekanan Jabir di bidang eksperimen sistematis ini dikenal tak ada duanya di dunia. Inilah sebabnya, mengapa Jabir diberi kehormatan sebagai 'Bapak Ilmu Kimia Modern' oleh sejawatnya di seluruh dunia. Dalam tulisan Max Mayerhaff, bahkan disebutkan, jika ingin mencari akar pengembangan ilmu kimia di daratan Eropa, maka carilah langsung ke karya-karya Jabir Ibn Hayyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puaskah Jabir? Tidak! Ia terus mengembangkan keilmuannya sampai batas tak tertentu. Dalam hal teori keseimbangan misalnya, diakui para ilmuwan modern sebagai terobosan baru dalam prinsip dan praktik alkemi dari masa sebelumnya. Sangat spekulatif, di mana Jabir berusaha mengkaji keseimbangan kimiawi yang ada di dalam suatu interaksi zat-zat berdasarkan sistem numerologi (studi mengenai arti klenik dari sesuatu dan pengaruhnya atas hidup manusia) yang diterapkannya dalam kaitan dengan alfabet 28 huruf Arab untuk memperkirakan proporsi alamiah dari produk sebagai hasil dari reaktan yang bereaksi. Sistem ini niscaya memiliki arti esoterik, karena kemudian telah menjadi pendahulu penulisan jalannya reaksi kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas dengan ditemukannya proses pembuatan asam anorganik oleh Jabir telah memberikan arti penting dalam sejarah kimia. Di antaranya adalah hasil penyulingan tawas, amonia khlorida, potasium nitrat dan asam sulferik. Pelbagai jenis asam diproduksi pada kurun waktu eksperimen kimia yang merupakan bahan material berharga untuk beberapa proses industrial. Penguraian beberapa asam terdapat di dalam salah satu manuskripnya berjudul Sandaqal-Hikmah (Rongga Dada Kearifan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh karya Jabir ibnu Hayyan lebih dari 500 studi kimia, tetapi hanya beberapa yang sampai pada zaman Renaissance. Korpus studi kimia Jabir mencakup penguraian metode dan peralatan dari pelbagai pengoperasian kimiawi dan fisikawi yang diketahui pada zamannya. Di antara bukunya yang terkenal adalah Al Hikmah Al Falsafiyah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin berjudul Summa Perfectionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pernyataan dari buku ini mengenai reaksi kimia adalah: "Air raksa (merkuri) dan belerang (sulfur) bersatu membentuk satu produk tunggal, tetapi adalah salah menganggap bahwa produk ini sama sekali baru dan merkuri serta sulfur berubah keseluruhannya secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar adalah bahwa keduanya mempertahankan karakteristik alaminya, dan segala yang terjadi adalah sebagian dari kedua bahan itu berinteraksi dan bercampur, sedemikian rupa sehingga tidak mungkin membedakannya secara seksama. Jika dihendaki memisahkan bagian-bagian terkecil dari dua kategori itu oleh instrumen khusus, maka akan tampak bahwa tiap elemen (unsur) mempertahankan karakteristik teoretisnya. Hasilnya adalah suatu kombinasi kimiawi antara unsur yang terdapat dalam keadaan keterkaitan permanen tanpa perubahan karakteristik dari masing-masing unsur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide-ide eksperimen Jabir itu sekarang lebih dikenal/dipakai sebagai dasar untuk mengklasifikasikan unsur-unsur kimia, utamanya pada bahan metal, nonmetal dan penguraian zat kimia. Dalam bidang ini, ia merumuskan tiga tipe berbeda dari zat kimia berdasarkan unsur-unsurnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air (spirits), yakni yang mempengaruhi penguapan pada proses pemanasan, seperti pada bahan camphor, arsenik dan amonium klorida, Metal, seperti pada emas, perak, timah, tembaga, besi, dan, Bahan campuran, yang dapat dikonversi menjadi semacam bubuk. Dengan prestasinya itu, dunia ilmu pengetahuan modern pantas 'berterima kasih' padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pangeran dan Filsuf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di abad pertengahan risalah-risalah Jabir di bidang ilmu kimia --termasuk kitabnya yang masyhur, yakni Kitab Al-Kimya dan Kitab Al-Sab'een, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Terjemahan Kitab Al-Kimya bahkan telah diterbitkan oleh ilmuwan Inggris, Robert Chester tahun 1444, dengan judul The Book of the Composition of Alchemy. Buku kedua (Kitab Al-Sab'een), diterjemahkan juga oleh Gerard Cremona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya di tahun 1678, seorang Inggris lainnya, Richard Russel, mengalihbahasakan karya Jabir yang lain dengan judul Summa of Perfection. Berbeda dengan pengarang sebelumnya, Richard-lah yang pertama kali menyebut Jabir dengan sebutan Geber, dan memuji Jabir sebagai seorang pangeran Arab dan filsuf. Buku ini kemudian menjadi sangat populer di Eropa selama beberapa abad lamanya. Dan telah pula memberi pengaruh pada evolusi ilmu kimia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya lainnya yang telah diterbitkan adalah; Kitab al Rahmah, Kitab al Tajmi, Al Zilaq al Sharqi, Book of The Kingdom, Book of Eastern Mercury, dan Book of Balance (ketiga buku terakhir diterjemahkan oleh Berthelot). "Di dalamnya kita menemukan pandangan yang sangat mendalam mengenai metode riset kimia," tulis George Sarton.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-3617028618119655587?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/3617028618119655587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/abu-musa-jabir-ibn-hayyan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3617028618119655587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3617028618119655587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/abu-musa-jabir-ibn-hayyan.html' title='Abu Musa Jabir Ibn Hayyan'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rvAkybFABak/TpppuKwZkWI/AAAAAAAAB2s/xcHcHS_eo2k/s72-c/jabir1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-1141112137313816358</id><published>2011-10-07T10:09:00.000+07:00</published><updated>2011-10-07T10:09:42.520+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Dosa dan Penebus Dosa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh Imtihan Syafi'i &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-O1e8y_3jJtU/To5tYUv3qKI/AAAAAAAAB2Q/thSNBsFnhbw/s1600/dosa-dan-penebus-dosa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-O1e8y_3jJtU/To5tYUv3qKI/AAAAAAAAB2Q/thSNBsFnhbw/s1600/dosa-dan-penebus-dosa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(76) Apabila para pelaku dosa besar di antara umat Nabi Muhammad saw meninggal dunia sebagai orang-orang yang bertauhid dan masuk neraka, mereka  tidak akan kekal di dalamnya meskipun mereka belum bertaubat (dari dosa besar yang mereka lakukan) setelah mereka berjumpa Allah sebagai orang-orang yang bermakrifah. Kedudukan mereka tergantung kepada kehendak dan keputusan Allah. Jika Allah berkehendak, Dia mengampuni dan memaafkan mereka dengan kemurahan-Nya, sebagaimana difirmankan-Nya: “… dan mengampuni selain dosa syirik bagi yang dikehendaki-Nya…” Jika Allah berkehendak (lain), Dia mengazab mereka di neraka dengan keadilan-Nya kemudian mengeluarkan mereka dari neraka dengan rahmat-Nya dan syafaat mereka—orang-orang yang taat—yang diizinkan memberi syafaat. Kemudian Allah mengirim mereka ke surga-Nya. Yang demikian itu karena Allah adalah wali orang-orang yang bermakrifah kepada-Nya. Dia tidak menjadikan mereka seperti orang-orang ingkar yang jauh dari hidayah-Nya dan tidak mendapatkan perwalian dari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Ya Allah, Wali Islam dan orang-orang Islam, teguhkanlah kami di atas Islam sampai kami berjumpa denganmu.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan matan-matan sebelumnya yang relatif pendek-padat, matan ke-75 ini terbilang matan yang panjang-detail. Dengan matan ini Abu Ja’far ath-Thahawi menerangkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah tentang status dan nasib pelaku dosa besar di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Epistemologi Dosa Besar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama akidah berbeda pendapat dalam mendefinisikan dosa besar. Ada yang mengatakan dosa besar adalah dosa-dosa yang keharamannya disepakati dan yang kecil adalah yang diperselisihkan. Ada yang menyatakan bahwa dosa besar adalah perkara yang dapat menghalangi makrifah kepada Allah atau hilangnya harta dan nyawa. Ada juga yang menyatakan, dosa besar adalah besar dibandingkan dengan dosa yang lebih kecil. Yang paling kuat adalah mereka yang menyatakan bahwa  dosa besar adalah dosa yang pelakunya diancam dengan hukum had, atau murka Allah, atau laknat, atau neraka, atau Rasulullah saw menyatakan berlepas diri dari pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat alasan penarjihan definisi terakhir, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat inilah pendapat yang ma`tsur dari para salaf seperti Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Uyaynah, Imam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kalian dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil).” (An-Nisa`: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terancam murka, laknat Allah, dan neraka tidak akan mendapatkan janji ini. Pun mereka yang terancam hukum had kesalahannya tidak dimaafkan dengan menjauhi dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pendapat ini, dapat dibedakan mana dosa besar dan mana dosa kecil. Mereka yang mengatakan bahwa dosa besar adalah yang disepakati syara’ dan yang kecil adalah yang diperselisihkan akan menganggap beberapa perkara besar yang diperselisihkan seperti menikahi sebagian mahram karena persusuan dan perbesanan sebagai dosa kecil dan bahwa memakan sesuap nasi milik anak yatim, mencuri sebiji kurma, dan berdusta sekali dan ringan sebagai dosa besar. Yang menyatakan bahwa dosa besar adalah perkara yang dapat menghalangi makrifah kepada Allah atau hilangnya harta dan nyawa akan menyatakan bahwa makan daging babi, makan bangkai, dan makan darah bukan sebagai dosa besar. Orang yang mengatakan bahwa dosa besar adalah besar dibandingkan dengan yang lebih kecil tidak akan pernah mengklasifikasi dosa menjadi besar dan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Status Pelaku Dosa Besar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matan ini menegaskan bahwa menurut Ahlussunnah pelaku dosa besar –selama tidak menghalalkannya—masih memiliki iman. Iman muqayyad bukan iman mutlak. Mereka mukmin dengan imannya dan fasiq lantaran dosa besar yang dilakukannya. Ini berbeda dengan pendapat Murji`ah yang mengatakakan, mereka adalah mukmin yang sempurna imannya selagi di hati mereka meyakini iman. Kemaksiatan tidak mengurangi iman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku dosa besar selain syirik besar dan kufur besar tidaklah batal imannya. Jika mereka meninggalkan dunia ini sebelum bertaubat dari dosa besar yang mereka lakukan, status mereka adalah tahtal masyiah, tergantung kepada kehendak Allah. Bisa jadi Allah mengampuni dan memaafkan mereka dengan kemurahan-Nya. Bisa jadi juga Dia mengazab mereka di neraka dengan keadilan-Nya kemudian mengeluarkan mereka dari neraka dengan rahmat-Nya dan syafaat orang-orang taat yang diizinkan memberi syafaat, kemudian Allah memasukkan mereka ke surga-Nya. Ini berbeda dengan akidah Khawarij dan Mu’tazilah yang menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang kekal di neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijakan Ahlussunnah dalam hal ini adalah hadits-hadits shahih. Di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan keluar dari neraka siapa saja yang di hatinya ada iman seberat debu. (HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah ‘Laa ilaaha illallaah’ pasti masuk surga.” (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selailn Allah, tulus-murni dari hatinya, pasti masuk surga.”          (HR. Ahmad, shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu banyak ayat yang menerangkan, Allah tidak akan menyamakan orang-orang yang taat kepada-Nya dengan yang bermaksiat. Janji dan ancaman ini berlaku di dunia dan di akhirat. Di antara ayat-ayat itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi?” (Shad: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.” (Al-Jatsiyah: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya pelaku dosa besar ke dalam neraka adalah ancaman dari Allah. Boleh saja Allah tidak melaksanakan ancaman-Nya sebagai bentuk rahmat dan anugerah-Nya. Jika pelaku dosa besar bertaubat di dunia, Allah pasti mengampuninya dan tidak melaksanakan ancaman-Nya. Demikian pula jika dosanya telah dibersihkan dengan pemberlakuan hukum had atau ia melakukan amalan penghapus dosa atau karena sebab lain, atau Allah mengampuninya tanpa sebab selain rahmat dan anugerah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taymiyah berkata, “Apabila sebab-sebab yang dapat menggugurkan sanksi terbesar ini—yakni masuk neraka—tidak ada, dan itu hanyalah untuk orang yang berpaling dan lari dari Allah sebagaimana larinya onta yang lepas dari kawanannya, ia akan diazab oleh Allah di neraka, kemudian akan dikeluarkan darinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab yang dimaksud Ibnu Taymiyah adalah taubat, istighfar, amal kebajikan, doa seorang muslim untuk saudaranya, musibah yang dapat menghapus dosa, kengerian dan azab kubur, dan kengerian hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tawadhu’nya Abu Ja’far&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa di akhir matan adalah gambaran ketawadhu’an Abu Ja’far ath-Thahawi, penulis matan akidah ini. Meskipun beliau orang yang sangat paham akidah Ahlussunnah, namun beliau tidak merasa sombong dan yakin akan selamat di dunia dan di akhirat. Karena itulah beliau memohon kepada Allah agar diistiqamahkan di jalan yang benar. Dalam hal ini kiranya beliau meneladani Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, ‘Duhai Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari paganisme!’.” (Ibrahim: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun al-Khalil pernah menghancurkan ratusan berhala, ia tidak merasa sombong dan yakin akan selamat dari paganisme, penyembahan kepada berhala. Maka beliau pun memohpn kepada Allah agar dijauhkan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wallahul Muwaffiq. (sumber: ar-risalah)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-1141112137313816358?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/1141112137313816358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/dosa-dan-penebus-dosa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1141112137313816358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1141112137313816358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/dosa-dan-penebus-dosa.html' title='Dosa dan Penebus Dosa'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-O1e8y_3jJtU/To5tYUv3qKI/AAAAAAAAB2Q/thSNBsFnhbw/s72-c/dosa-dan-penebus-dosa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-5841284496632737319</id><published>2011-10-07T05:44:00.000+07:00</published><updated>2011-10-07T05:44:51.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Sebab Utama Perpecahan Umat</title><content type='html'>&lt;span id="goog_276591946"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_276591947"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-LLwXgQ_jfAc/To4vQgA2G1I/AAAAAAAAB2M/Y5SDymiq_cM/s1600/ukhuwah2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186" src="http://4.bp.blogspot.com/-LLwXgQ_jfAc/To4vQgA2G1I/AAAAAAAAB2M/Y5SDymiq_cM/s200/ukhuwah2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ahlus Sunnah meyakini, bahwa persatuan merupakan salah satu pokok ajaran agama mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah.” (QS. Ali Imran: 103)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu menafsirkan, bahwa yang dimaksud dengan ‘tali Allah’ di sini adalah al-Jama’ah/persatuan, atsar ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya. Dalam riwayat Muslim Ahmad dan Abu Daud tatkala menceritakan golongan yang selamat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Yaitu al-Jama’ah.” (dinukil dari al-Ishbah fi Bayani Manhaj as-Salaf fi at-Tarbiyah wa al-Ishlah karya Syaikh Abdullah bin Shalih al-Ubailan, hal. 79)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Apabila umat manusia kembali kepada al-Kitab dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam niscaya persatuan itu akan terwujud. Sebagaimana hal itu telah terjadi pada generasi awal umat ini, padahal mereka dahulu -sebelumnya- berpecah-belah…” (al-Ishbah, hal. 82). Beliau menekankan, “Tidak akan bisa menyatukan hati dan mempersatukan umat manusia kecuali dengan al-Kitab dan as-Sunnah. Kalau tanpa itu maka tidak mungkin mereka bisa bersatu…” (al-Ishbah, hal. 82).&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah al-Ubailan hafizhahullah berkata, “Dengan tiga perkara berikut ini, maka persatuan itu akan terlaksana; [1] aqidah yang sahihah, [2] kembali kepada al-Kitab dan as-Sunnah ketika berselisih, [3] taat kepada ulil amri (umara/ulama) serta selalu menginginkan kebaikan bagi mereka dan menasehati dengan cara yang bijak…” (al-Ishbah, hal. 84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa Sebab Perpecahan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah al-Ubailan hafizhahullah berkata, “Mereka -Ahlus Sunnah- meyakini bahwa sebab utama perpecahan adalah sikap sektarian dan suka bergolong-golongan pada diri sebagian kaum muslimin terhadap suatu kelompok tertentu, jama’ah tertentu, atau sosok tertentu selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia.” (al-Ishbah, hal. 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi bergolong-golongan. Maka engkau -wahai Muhammad- tidak ikut bertanggung jawab atas mereka sedikitpun.” (QS. al-An’am: 159).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata, “Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa agama memerintahkan untuk bersatu dan bersepakat, dan agama ini melarang tindak perpecah-belahan dan persengketaan bagi segenap pemeluk agama (Islam), dalam seluruh persoalan agama; yang pokok maupun yang cabang…” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 285)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma ditanya, “Kamu berada di atas millah Ali atau millah Utsman?”. Maka beliau menjawab, “Bahkan, saya berada di atas millah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (dinukil dari al-Ishbah, hal. 86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Para sahabat dahulu biasa meninggalkan pendapat pribadi mereka, meskipun pendapat itu dibangun di atas al-Kitab dan as-Sunnah. Mereka meninggalkannya apabila hal itu menyebabkan tercerai-berainya persatuan. Lihatlah, bagaimana sikap Abdullah bin Mas’ud seorang sahabat yang mulia -semoga Allah meridhainya- tatkala Amirul Mukminin Utsman radhiyallahu’anhu menyempurnakan sholat (tidak mengqashar) di Mina. Padahal, Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berpendapat qashar di Mina. Meskipun demikian, apabila beliau sholat di belakang Utsman radhiyallahu’anhu maka beliau menyempurnakan (tidak qashar). Ketika ditanyakan kepadanya tentang hal itu, beliau menjawab, ‘Wahai putraku, perselisihan itu buruk.’ (HR. Bukhari dan Muslim).” (dinukil dari al-Ishbah, hal. 97). Lihatlah, bagaimana Ibnu Mas’ud mengalah dan mengikuti pendapat Amirul Mukminin demi mempertahankan kesatuan umat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Memang terkadang sesuatu yang lebih utama ditinggalkan kepada sesuatu yang kurang utama, hal itu apabila dengan sesuatu yang kurang utama itu akan membuahkan persatuan. Di saat semacam itu, wajib baginya untuk mengalah dari menginginkan sesuatu yang lebih utama menuju sesuatu yang kurang utama. Hal itu perlu dilakukan demi utuhnya kesatuan dan persatuan kaum muslimin…” (al-Ishbah, hal. 98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menambahkan, “Hal itu -dianjurkan untuk mengalah- berlaku dengan catatan selama tidak merusak agama. Adapun apabila menimbulkan kerusakan agama, maka tidak boleh. Oleh karenanya wajib bagi seorang muslim mengalah dari memaksakan pendapat dan ijtihadnya, meskipun menurutnya apa yang dia yakini itulah yang lebih utama. Lantas, bagaimana lagi apabila ternyata apa yang dianut oleh jama’ah (mayoritas umat/ulama) adalah sesuatu yang lebih utama, sedangkan apa yang diyakini oleh orang yang menyelisihi ini adalah sesuatu yang kurang utama, atau bahkan sesuatu yang tidak benar?!.” (al-Ishbah, hal. 98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Oleh sebab itu seharusnya para penuntut ilmu dan orang-orang yang menyandarkan diri kepada ilmu mencamkan baik-baik kaidah ini; yaitu apabila seseorang muslim memiliki pendapat dan ijtihad yang seandainya ditampakkan kepada orang banyak menimbulkan kekacauan dan persengketaan, maka semestinya dia tidak perlu menampakkannya. Cukuplah dia mengikuti apa yang dianut oleh mayoritas umat Islam. Sebab hal itu lebih menjamin -kebaikan- baginya dan lebih mendekati kebenaran.” (al-Ishbah, hal. 98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah al-Ubailan mengomentari ucapan terakhir Syaikh Fauzan di atas, “Benar, hal ini tidak ragu lagi sangat diperlukan. Apalagi dalam kondisi berkecamuknya fitnah.” (al-Ishbah, hal. 98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan dan Pelajaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan ringkas di atas, dapat kita petik kesimpulan dan faedah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpegang teguh dengan al-Kitab dan as-Sunnah dengan benar -sebagaimana dipahami Nabi dan para sahabat- membuahkan persatuan yang sejati, bukan justru mengobarkan perpecahan di tengah-tengah umat, terlebih lagi di kalangan para da’i…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila perpecahan itu telah terjadi, maka sebabnya adalah tidak mewujudkan salah satu di antara ketiga hal di atas. Bisa jadi karena perbedaan aqidah, atau tidak mau merujuk kepada al-Kitab dan as-Sunnah, atau karena tidak merujuk kepada ulil amri (ulama dan umara) dan menasehati mereka dengan cara yang bijak.&lt;br /&gt;Seorang muslim hendaknya tidak segan untuk mengalah, menjaga persatuan, dan lebih mengutamakan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi dan golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim -apalagi penuntut ilmu dan da’i- semestinya memperhitungkan dampak dari pendapat atau ucapan yang dilontarkannya di hadapan manusia, apakah hal itu menimbulkan kekacauan di tengah-tengah mereka ataukah tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran berharga, bahwa perpecahan tidak akan teratasi dengan perpecahan pula. Perpecahan hanya bisa diatasi dengan persatuan yang sejati. Barangsiapa mengira bahwa perpecahan bisa diatasi dengan sikap ta’ashub kepada sosok tertentu selain Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sungguh dia telah keliru!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;www.muslim.or.id&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-5841284496632737319?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/5841284496632737319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/sebab-utama-perpecahan-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/5841284496632737319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/5841284496632737319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/10/sebab-utama-perpecahan-umat.html' title='Sebab Utama Perpecahan Umat'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-LLwXgQ_jfAc/To4vQgA2G1I/AAAAAAAAB2M/Y5SDymiq_cM/s72-c/ukhuwah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6358256374743852969</id><published>2011-08-27T21:49:00.000+07:00</published><updated>2011-08-27T21:49:16.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Muhammadiyah Pastikan Lebaran 30 Agustus 2011</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://image.tempointeraktif.com/?id=40458&amp;amp;width=490" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://image.tempointeraktif.com/?id=40458&amp;amp;width=490" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin memastikan 1 Syawal 1432 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2011 jatuh pada 30 Agustus 2011. Keputusan itu berdasarkan pada metode hisab hakiki atau perhitungan yang dilakukan oleh majelis tarjih. ”Muhammadiyah Lebaran tanggal 30 Agustus,” kata dia ketika dihubungi Tempo, Sabtu, 27 Agustus 2011.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Hasil perhitungan itu menunjukkan bahwa ijtimak akhir Ramadan 1432 Hijriah akan terjadi pada 29 Agustus 2011 yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1432 H antara 10.04.03 WIB sampai pukul 10.05.16 WIB. Pada saat itu, matahari terbenam pada pukul 17.30.53 WIB dengan "hilal" (rembulan usia muda sebagai pertanda awal bulan/kalender) akan terlihat pada ketinggian 1 derajat 55 menit 11 detik hingga 2 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan tampaknya hilal ini, kesimpulannya pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2011 itu sudah merupakan awal Syawal untuk mengakhiri puasa Ramadan," kata dia.Menurut Din, tahun ini Lebaran berpotensi tidak sama. Biasanya, perbedaan Lebaran terjadi sekali dalam empat tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ia meminta semua pihak tidak membesar-besarkan masalah tersebut. Setiap organisasi keagamaan memiliki keyakinan dalil dan hadis sendiri-sendiri. ”Artinya ada alasan-alasan kenapa berbeda. Dan itu sudah biasa,” kata dia.Dia juga meminta pemerintah mengayomi semua organisasi yang memiliki perbedaan pandangan tersebut. Tidak boleh memihak salah satu karena mereka memiliki alasan yang berbeda. ”Pemerintah tidak boleh berpihak,” ujarnya.&lt;b&gt;MUHAMMAD TAUFIK(TEMPO Interaktif)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6358256374743852969?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6358256374743852969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/muhammadiyah-pastikan-lebaran-30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6358256374743852969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6358256374743852969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/muhammadiyah-pastikan-lebaran-30.html' title='Muhammadiyah Pastikan Lebaran 30 Agustus 2011'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-2050185326189122438</id><published>2011-08-20T21:10:00.000+07:00</published><updated>2011-08-20T21:27:44.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Kajian Ilmiah'/><title type='text'>Keutamaan Para Sahabat Nabi SAW cd 1 part 3</title><content type='html'>&lt;object height="344" style="background-image: url(&amp;quot;http://i1.ytimg.com/vi/dl1jwVQFr_4/hqdefault.jpg&amp;quot;);" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dl1jwVQFr_4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/dl1jwVQFr_4&amp;amp;hl=en_USamp;rel=0&amp;amp;fs=1" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-2050185326189122438?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/2050185326189122438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/keutamaan-para-sahabat-nabi-saw-cd-1_20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2050185326189122438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2050185326189122438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/keutamaan-para-sahabat-nabi-saw-cd-1_20.html' title='Keutamaan Para Sahabat Nabi SAW cd 1 part 3'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-1802268610002096499</id><published>2011-08-14T21:27:00.004+07:00</published><updated>2011-08-14T21:27:59.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>MUI Prediksi Ada Dua Hari Raya Idul Fitri Tahun ini (30 &amp; 31 Agustus)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/Lebaran-Idul-Fitri-Muhammadiyah-.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/Lebaran-Idul-Fitri-Muhammadiyah-.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;YOGYAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan, hari lebaran tahun tidak serempak, ada dua kali hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah di tanah air. Muhammadiyah sudah memastikan Hari Raya pada 30 Agustus 2011, sementara  Nahdlatul Ulama diprediksi MUI pada 31 Agustus 2011.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Diperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah dua kali yaitu, hari Selasa 30 Agustus dan Rabu 31 Agustus,” kata Toha Abdurrahman selaku Ketua MUI DIY, di Yogyakarta, Rabu (10/8/2011).&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Toha, perkiraan dua kali hari Raya Idul Fitri tersebut disebabkan karena Selasa malam 30 Agustus itu, hilalnya baru 1,49 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toha menuturkan, yang berlebaran hari Selasa tanggal 30 Agustus itu landasannya adalah menggunakan Al-Qur’an dengan metode hisab, seperti Muhammadiyah. Sedangkan yang Lebaran hari Rabu 31 Agustus juga menggunakan Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW dengan cara rukyah, seperti yang dilakukan NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya mengimbau kepada masyarakat supaya tidak saling mempermasalahkan itu. Hari Raya dua kali itu tidak masalah. Terserah masyarakat mau Lebaran yang mana,” katanya. &lt;b&gt;[taz/viv] (voa-islam.com) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-1802268610002096499?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/1802268610002096499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/mui-prediksi-ada-dua-hari-raya-idul.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1802268610002096499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1802268610002096499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/mui-prediksi-ada-dua-hari-raya-idul.html' title='MUI Prediksi Ada Dua Hari Raya Idul Fitri Tahun ini (30 &amp; 31 Agustus)'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6342892640579377994</id><published>2011-08-11T21:42:00.005+07:00</published><updated>2011-08-11T21:46:16.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta ibadah'/><title type='text'>Mati Berjihad, Rajin Sedekah &amp; Baca Al-Quran, Tapi Masuk Neraka</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/edity-Shalat-Berjamaah-1.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/edity-Shalat-Berjamaah-1.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kita pasti bertanya, kok bisa, seorang hamba yang mati di medan jihad, berilmu dan membaca al-Qur’an, serta dikenal karena kedermawanannya, tapi pada akhirnya terlempar ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa sebabnya?&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah meriwayatkan, ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, ”Manusia pertama yang diadili pada hari Kiamat nanti adalah orang yang mati syahid. Orang yang mati syahid didatangkan di hadapan Allah. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?”&lt;br /&gt;Dia menjawab, “Aku berperang demi membela agamamu.”&lt;br /&gt;Allah berkata, “Kamu bohong.Kamu berperang supaya orang-orang menyebutmu Sang Pemberani.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penuntut ilmu yang mengamalkan ilmunya dan rajin membaca al-Qur’an didatangkan dihadapan Allah. Lalu ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?”&lt;br /&gt;Dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengamalkannnya, dan aku membaca al-Qur’an demi mencari ridhamu.”&lt;br /&gt;Allah berkata, “Kamu bohong. Kamu mencari ilmu supaya orang lain menyebutmu orang alim, dan kamu membaca al-Qur’an supaya orang lain menyebutmu orang yang rajin membaca al-Qur’an.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, seorang yang memiliki kekayaan berlimpah dan terkenal karena kedermawanannya, didatang dihadapan Allah. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?”&lt;br /&gt;Dia menjawab, “Semua harta kekayaan yang aku punya tidak aku sukai, kecuali aku sedekah karena-Mu.”                                      Allah berkata, “Kamu bohong. Kamu melakukan itu semua agar orang-orang menyebutmu orang dermawan dan murah hati.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah berkata, “Kemudian Rasulullah menepuk pahaku seraya berkata, “Wahai Abu Hurairah, mereka adalag manusia pertama yang merasakan panasnya api neraka Jahanam di Hari Kiamat nanti.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berlatih Ikhlas&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits riwayat Muslim di atas, maka keikhlasan dalam beramal menjadi hal yang sangat penting. Betapa pun seorang hamba mati di medan jihad, berilmu dan membaca al-Qur’an, bahkan dikenal karena kedermawanannya, tapi jika tidak disertai  dengan keikhlasan, maka menjadi sia-sialah amalnya.Ternyata kata ikhlas, bukan karena bibir ini berucap ikhlas. Atau bahkan tidak berucapkan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, tanpa kita sadari, keikhlasan kita bercampur dengan riya' dan ingin menunjukkan bahwa kita adalah seorang yang pemberani, yang berilmu, dan dermawan.Orang bijak berkata, “Orang yang ikhlas adalah orang  yang menyembunyikan kebaikannya, seperti dia menyembunyikan kejelekannya. Keikhlasan niat dalam amalmu lebih bermakna daripada amal itu sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’ruf al-Karkhi sampai memukul dirinya sendiri sambil berkata, “Wahai jiwa, ikhlaslah! Maka kamu akan bahagia.”Yahya bin Mu’adz berkata, “Ikhlas adalah memisahkan amal dari cacat seperti terpisahnya susu dari kotoran dan darah.”Yusuf bin Husain berkata, “Sesuatu yang paling mulia di dunia ini adalah ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa besar kesungguhanku untuk mengeluarkan pamer dari dalam hati, namun sepertinya ia menetap di hati dalam bentuknya yang lain.”Setiap kali Ayyub as-Sakhtiyani  berbicara, ia mengusap wajahnya sambil berkata, “Aku terserang demam.” Padahal ia takut pamer dan ujub. Dia takut kalau orang-orang berkata tentang dirinya seperti ini. Dia menangis karena takut pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama mengatakan, “Jika Allah tidak suka kepada seseorang, maka Allah memberinya tiga hal dan menghalanginya dari tiga hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Allah memberi dia teman yang saleh, namun dirinya tidak menjadi orang saleh.&lt;br /&gt;Kedua, Allah memberi dia amal saleh, namun dia tidak ikhlas menjalankannya.&lt;br /&gt;Ketiga, Allah memberi dia hikmah, namun dia tidak mempercayainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hakikat Riya&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riya' itu berasal dari kata ru’yah (melihat), sedanghkan sum’ah (ketenaran) berasal dari kata Samaa’ (mendengar). Riya’ adalah ingin dilihat orang-orang supaya mendapat kedudukan. Riya’ itu tersamar seperti jalannya semut. Termasuk riya’, yaitu orang yang berpura-pura zuhud, berjalan memaksa diri untuk bersikap tenang dan bersikap lemah-lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ringkasan Ihya Ulumuddin, Imam al Ghazali menegaskan, riya itu haram dan pelakunya dibenci oleh Allah Swt. Hal itu ditunjukkan dalam QS. Al-Ma’un: 4- 6: “Maka, celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat Nabi Saw bertanya, “Ya Rasulullah, dengan apa kita selamat?”                                                                      Rasulullah menjawab, ”Bila manusia tidak mengamalkan ketaatan kepada Allah swt demi mengharap pujian orang-orang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya yang paling ditakutkan atas kamu adalah syirik kecil.”                                                         Sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah?                Beliau menjawab, “Riya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah Swt berkata di Hari Kiamat ketika membalas manusia-manusia atas amal-amal mereka: “Pergilah (kamu) kepada orang-orang dulu kamu berbuat riya terhadap mereka di dunia. Lihatlah apakah kamu mendapat balasan dari mereka?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang lain, Rasulullah bersabda, “Berlindunglah kamu dengan Allah dari jubbul huzun (lembah duka).                      Sahabat bertanya, “Apa itu ya Rasulullah?’                                  Nabi Saw menjawab, “Sebuah lembah di neraka Jahanam yang disediakan bagi para pembaca Al-Qur’an yang berbuat riya.”    &lt;b&gt;(Diolah oleh Desastian)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6342892640579377994?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6342892640579377994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/kita-pasti-bertanya-kok-bisa-seorang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6342892640579377994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6342892640579377994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/kita-pasti-bertanya-kok-bisa-seorang.html' title='Mati Berjihad, Rajin Sedekah &amp; Baca Al-Quran, Tapi Masuk Neraka'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-954541858614701913</id><published>2011-08-09T01:11:00.001+07:00</published><updated>2011-08-09T01:17:35.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Kajian Ilmiah'/><title type='text'>Keutamaan Para Sahabat Nabi SAW cd 1 part 2</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;object height="344" style="background-image: url(&amp;quot;http://i3.ytimg.com/vi/JMyxuSTqpLI/hqdefault.jpg&amp;quot;);" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/JMyxuSTqpLI&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/JMyxuSTqpLI&amp;amp;hl=en_USamp;rel=0&amp;amp;fs=1" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-954541858614701913?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/954541858614701913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/keutamaan-para-sahabat-nabi-saw-cd-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/954541858614701913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/954541858614701913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/keutamaan-para-sahabat-nabi-saw-cd-1.html' title='Keutamaan Para Sahabat Nabi SAW cd 1 part 2'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6258873491893574894</id><published>2011-08-08T22:43:00.002+07:00</published><updated>2011-08-08T22:43:42.047+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Puasa Ramadhan Memperbarui Struktur Otak</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/Keajaiban-puasa-Ramadhan.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/Keajaiban-puasa-Ramadhan.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama sebulan puasa selama Ramadhan, umat Islam jalani runititas sahur, menahan diri dari makan, minum &amp;amp; seks, serta amalan ibadah. Penelitian menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Subhanallah, puasa Ramadhan terbukti bermanfaat untuk membentuk struktur otak baru dan merelaksasi sistem saraf.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Otak merekam kegiatan yang dilakukan secara simultan. Begitu juga dengan aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh diajak menjalani rutinitas sahur, menahan diri dari makan, minum, dan seks, kemudian berbuka di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berpuasa menjadi bagian dari perintah agama. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak. Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa awamnya, kata dia, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik (makan, minum, seks).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membentuk struktur otak baru, Taufik menjelaskan bahwa puasa merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tetapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama puasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/photos2/Azka/anatomi-otak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://www.voa-islam.com/photos2/Azka/anatomi-otak.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, kata dia, otak dapat mengingat dengan baik di saat tenang dan rileks. Ketika tidur, biasanya orang bermimpi. Kenapa? Karena di waktu ini otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya. Di dalam Al-Quran, menurut Taufik, ada istilah an-nafsul-muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi permasalahan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman Al-Hakim pernah menasihati anaknya, “Wahai anakku, apabila perut dipenuhi makanan, maka gelaplah pikiran, bisulah lidah dari menuturkan hikmah (kebijaksanaan), dan malaslah segala anggota badan untuk beribadah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak terdiri atas triliunan sel yang terhubung satu dengan lainnya. Di dalamnya bisa disimpan 1 miliar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedia lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam otak, ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Fungsinya sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan ‘dimakan’ oleh sel-sel neuroglial ini. Fisikawan Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Ketika mendonasikan tubuhnya, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian yang dilakukan John Rately, seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak mereka yang berpuasa dan yang tidak. Hasilnya, orang yang shaum memiliki aktivitas motor korteks yang meningkat secara konsisten dan signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik mengatakan bahwa puasa adalah salah satu bentuk tazkiyatun nafs (menumbuhkan nafsu) dan tarbiyatun iradah (mendidik kehendak). Karena itu, sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia.&lt;b&gt; [taz/tin](voa-islam.com)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6258873491893574894?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6258873491893574894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/puasa-ramadhan-memperbarui-struktur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6258873491893574894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6258873491893574894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/08/puasa-ramadhan-memperbarui-struktur.html' title='Puasa Ramadhan Memperbarui Struktur Otak'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6557295891771662531</id><published>2011-07-31T14:32:00.004+07:00</published><updated>2011-07-31T14:33:08.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Yayasan Baitul Maqdis Luncurkan Santunan 1000 Muallaf</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Sq2A-THjPsQ/TjUFDYUm_eI/AAAAAAAAB10/RQBagYbpPOc/s1600/santunan-1000-muallaf.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-Sq2A-THjPsQ/TjUFDYUm_eI/AAAAAAAAB10/RQBagYbpPOc/s200/santunan-1000-muallaf.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyambut Ramadhan 1432 H ini, Yayasan Baitul Maqdis, sebuah lebaga Islam yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial memfokuskan diri pada pembinaan Muallaf hari Sabtu (30/07/2011) meluncurkan program "Santunan 1000 Muallaf" dengan membagikan paket santunan berupa perangkat shalat (untuk Muslim dan Muslimah), mushaf Al-Qur'an serta uang tunai kepada sekitar 50 orang Muallaf dan kaum Dhuafa yang ada disekitar Jakarta dan Bekasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara yang diselenggarakan di kantor sekretariat yayasan yang terletak Jl.Malaka Jaya No.10 Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur ini dihadiri oleh para muallaf dan dhuafa serta tamu undangan yang terdiri dari aparat pemerintahan, muhsinin dan para undangan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya saat membuka acara, ketua panitia yang juga merupakan ketua yayasan Baitul Maqdis, Ustadz Muhammad Faqihuddin menyampaikan bahwa pemberian santunan kepada para muallaf serta dhuafa ini dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama ini, Ustadz Faqihuddin mengatakan pihak penyelenggara memberikan santuanan kepada sekitar 50 orang dan Insyallah akan dilanjutkan dengan tahap-tahap berikutnya di tempat-tempat berbeda dan juga kemungkinan bekerja sama dengan pihak lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang muallaf yang hadir, Muhammad Daud mengatakan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh pihak yayasan Baitul Maqdis dan sangat berharap adanya pembinaan yang terus menerus dari para ustadz kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mudah-mudahan selain bantuan seperti ini, pembinaan dalam hal lain seperti kajian-kajian juga dilakukan secara terus menerus oleh para Ustadz agar para muallaf ini tidak kebingungan setelah mereka masuk Islam," kata Muhammad Daud yang awalnya beragama kristen dan bernama Cang Kwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Muhammad Daud, Ahmad Sofyan mantan pemeluk Budha asal Medan yang baru masuk Islam 8 bulan lalu mengatakann ia menyambut baik program santunan bagi muallaf tersebut dan berharap bantuan ini juga diberikan dalam bentuk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain pembinaan rohani, saya berharap ada juga muhsinin yang bisa memberikan bantuan dalam bentuk modal untuk usaha bagi para muallaf yang tidak punya pekerjaan," kata Ahmad Sofyan  yang sebelumnya bernama Eng kwan Kung. Dalam perbincangan dengan voa-islam.com Ahmad Sofyan yang kini menetap di wilayah Jakarta Utara tersebut mengatakan selain dirinya, Alhamdulillah ia juga berhasil meyakinkan keluarganya, yaitu istri dan kedua anaknya yang masih duduk disekolah dasar untuk masuk Islam sebagaimana dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembinaan Muallaf&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yayasan Baitul Maqdis merupakan sebuah lembaga Islam yang bergerak dibidang Sosial Keagamaan dan Antisipasi terhadap Pemurtadan dengan fokus di lima sasaran yaitu Benteng Pemurtadan, Tebar Dai Nusantara, Bina Yatim Dhuafa, Bea Study Cerdas dan Lumbung Umat. Yayasan yang terletak di Jl.Malaka Jaya No.10 Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur ini sebenarnya telah berdiri sejak lima tahun yang lalu, namun sebagaimana diungkapkan oleh pembina Yayasan Baitul Maqdis, Ustadz Wijaya Rahmat, karena satu hal, lembaga ini vakum selama beberapa tahun dan mulai kembali bergerak sekitar setahun yang lalu, tepatnya pada Ramadhan 1431 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai program santunan 1000 muallaf, Ustadz wijaya Rahmat menekankan bahwa pengertian program santunan 1000 muallaf merupakan santunan yang diberikan secara bertahap kepada para muallaf. Ustadz Wijaya Rahmat mengatakan bahwa  acara santunan untuk 50 orang muallaf dan dhuafa hari ini adalah yang pertama dan akan terus berlanjut hingga berjumlah seribu muallaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Wijaya Rahmat mengatakan mengapa yayasannya lebih memfokuskan pembinaan pada muallaf karena proyek dakwah ini kurang diminati oleh umat Islam lain."Problem muallaf itu biasanya setelah masuk Islam, dari umat Islam sendiri kurang diperhatikan, berbeda dengan kebalikannya yaitu orang Islam yang masuk agama lain atau murtad, maka mereka akan dipelihara, dirawat dan dielus-elus agar tidak kembali lagi ke Islam. kata Ustadz Rahmat. Karena itu yayasan yang ia bina mengambil peran di bidang tersebut meski lebih banyak tantangannya dibanding program dakwah lain karena banyak pihak, khususnya dari luar Islam yang tidak senang dengan program dakwah yang mereka jalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz Wijaya Rahmat berharap bahwa seluruh umat Islam juga partisipasi serta membantu program ini.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila tidak mau membantu dengan dana, bantu dengan tenaga dan pikiran atau minimal bantu doa agar program ini bisa terus berjalan, atau..minimal sekali...setuju dengan  program yang kami jalankan dan tidak mengganggu atau merecoki," kata ustadz Wijaya Rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang ingin menyalurkan bantuan dalam program santuan 1000 Muallaf dan program pembinaan muallaf lainnya yang tengah di jalankan oleh yayasan Baitul Maqdis dapat menghubungi layanan donasi dengan nomer telpon (021) 977 02911 atau langsung ke sekretariat dengan alamat seperti yang tertera diatas&lt;b&gt; (mb/voa)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6557295891771662531?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6557295891771662531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/yayasan-baitul-maqdis-luncurkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6557295891771662531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6557295891771662531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/yayasan-baitul-maqdis-luncurkan.html' title='Yayasan Baitul Maqdis Luncurkan Santunan 1000 Muallaf'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Sq2A-THjPsQ/TjUFDYUm_eI/AAAAAAAAB10/RQBagYbpPOc/s72-c/santunan-1000-muallaf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-4434390310845793436</id><published>2011-07-30T17:27:00.003+07:00</published><updated>2011-07-30T17:27:50.414+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http:///" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" id=":current_picnik_image" src="http://1.bp.blogspot.com/-UjKbOOTflOk/TjPcZKMTyFI/AAAAAAAAB1w/ZKkpTslVKW0/s400/15546953513_7J9dN.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-4434390310845793436?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/4434390310845793436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4434390310845793436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4434390310845793436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/blog-post.html' title=''/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UjKbOOTflOk/TjPcZKMTyFI/AAAAAAAAB1w/ZKkpTslVKW0/s72-c/15546953513_7J9dN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-1808985056153240133</id><published>2011-07-29T16:55:00.000+07:00</published><updated>2011-07-29T16:55:24.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Memantau Hilal 1 Ramadhan Live via Web</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Y-ertn-GTAk/TjKBrBEOwAI/AAAAAAAAB1o/Te9SQhSSjbM/s1600/hilal150.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Y-ertn-GTAk/TjKBrBEOwAI/AAAAAAAAB1o/Te9SQhSSjbM/s1600/hilal150.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta - Masyarakat saat ini pasti banyak yang menanyakan kepastian, kapan sebenarnya awal puasa atau 1 Ramadhan tiba? Untuk itu diperlukan perhitungan hilal dari sejumlah titik lokasi pengamatan. Ingin ikut memantau? Bisa kok via web.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hilal merupakan awal masuknya bulan baru pada kalender Hijriah. Banyak kegiatan penting umat Islam mengambil dasar posisi bulan di langit, seperti Tahun Baru Hijriah, awal shaum Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan demikian dipandang penting untuk menyebarluaskan informasi awal bulan baru yang ditandai oleh tampakan hilal," kata Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, dalam keterangannya, Jumat (29/7/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan informasi hilal astronomi secara lebih luas dan terbuka kepada masyarakat, Kementerian Kominfo bekejasama dengan PT Telkom, Observatorium Bosscha serta Fakultas MIPA ITB menyediakan layanan tayangan langsung pengamatan hilal astronomi melalui halaman web.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan pengamatan hilal tahun ini didukung juga oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Agama, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Karim, Rukyatul Hilal Indonesia, Universitas Mataram, Universitas Hasanuddin, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Lampung dan LAPAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Melalui tayangan langsung ini diharapkan agar masyarakat luas berkesempatan untuk dapat ikut menyaksikan hilal dan memahami fenomena alam yang terkait," tukas Gatot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tayangan langsung ini tidak dimaksudkan untuk menjamin bahwa hilal dapat dilihat. Pun demikian, ada beberapa faktor yang mempengaruhi penampakan hilal. Salah satunya adalah keadaan cuaca pada arah pandang ke bulan/hilal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kondisi cuaca berperan penting pada kualitas hasil penampakan hilal. Proses tayangan langsung ini dilakukan dengan sebenarnya seperti apa yang tampak di langit. Hal ini mutlak dilakukan guna menjamin tersampaikannya informasi hilal secara utuh kepada masyarakat," kata gatot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi hilal astronomi yang disampaikan ini selanjutnya dapat menjadi salah satu pertimbangan yang diperlukan bagi pengambilan keputusan oleh institusi yang berwenang secara kenegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun situs yang bisa dikunjungi untuk pengamatan hilal ini adalah: http://hilal.kominfo.go.id, http://bosscha.itb.ac.id/hilal, serta http://bmkg.go.id http://rukyatulhilal.org.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut lokasi pengamatan yang di-relay ke video streaming Hilal Ramadhan dan Syawal dari website Kementerian Kominfo:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhoknga – Aceh.&lt;br /&gt;Medan – Sumatera Utara.&lt;br /&gt;Pekanbaru – Riau.&lt;br /&gt;Dermaga TPI Kalianda – Lampung.&lt;br /&gt;Obs. Bosscha Bandung – Jawa Barat.&lt;br /&gt;SPD Lapan Pameungpeuk – Jawa Barat.&lt;br /&gt;Pelabuhan Ratu Sukabumi – Jawa Barat.&lt;br /&gt;Yogyakarta – DIY.&lt;br /&gt;Bangkalan Madura – Jawa Timur.&lt;br /&gt;Denpasar – Bali.&lt;br /&gt;Mataram – NTB.&lt;br /&gt;Kupang – NTT.&lt;br /&gt;SPD Lapan Pontianak – Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;Makassar – Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;SPD Lapan Biak – Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;( ash / fyk/detikinet.com ) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-1808985056153240133?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/1808985056153240133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/memantau-hilal-1-ramadhan-live-via-web.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1808985056153240133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1808985056153240133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/memantau-hilal-1-ramadhan-live-via-web.html' title='Memantau Hilal 1 Ramadhan Live via Web'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Y-ertn-GTAk/TjKBrBEOwAI/AAAAAAAAB1o/Te9SQhSSjbM/s72-c/hilal150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-2483297940846083574</id><published>2011-07-27T13:33:00.002+07:00</published><updated>2011-07-27T13:33:35.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Umat Islam Desak Presiden Terbitkan Keppres Pemuliaan Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka_Tokoh/SBY-Ramadhan.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka_Tokoh/SBY-Ramadhan.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Forum Umat Islam (FUI) mengajak Kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memuliakanm bulan Ramadhan dengan mengeluarkan Keppres tentang Pemuliaan Bulan Ramadhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan itu disampaikan FUI dalam Surat Terbuka Kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Hendaknya dalam mengambil kebijakan sesuai masukan-masukan kami di atas Saudara segera mengeluarkan Keppres tentang Pemuliaan Bulan Ramadhan dan menuntaskan masalah-masalah yang masih tertunda seperti perlunya segera dikeluarkan Keppres Pembubaran Ahmadiyah,” ujar Sekjen FUI, KH Muhammad Al-Khaththath dalam surat bertajuk ‘Surat Terbuka Kepada Presiden Untuk Memuliakan Ramadhan’ yang dikirim kepada voa-islam.com, Rabu (27/7/2011).&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Surat terbuka yang ditandatangani 21 Juli 2011 M itu disampaikan kepada Presiden SBY dalam rangka menyambut dan memuliakan datangnya bulan Ramadhan 1432 H, yang dikenal sebagai bulan ibadah puasa (syahrul shiyam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pimpinan ormas dan lembaga-lembaga Islam yang tergabung dalam FUI memandang perlu untuk menyampaikan tujuh nasihat dan imbauan kepada Presiden SBY, berkenaan dengan bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUI mengingatkan bahwa sebagai kepala negara, Presiden bertanggung jawab untuk memastikan agar seluruh umat Islam di wilayah NKRI melaksanakan ibadah puasa (shiyam) dengan baik dan benar serta semarak dalam melaksanakan shalat tarawih (qiyam Ramadhan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, FUI meminta kepada Presiden SBY agar memberikan dorongan dan dukungan nyata kepada umat Islam dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan (Tarhib Ramadhan) dengan membesarkan syiarnya melalui acara tarhib Ramadhan secara kenegaraan dari pusat hingga ke daerah dengan menyampaikan pesan-pesan motivasi ibadah di bulan Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada umat Islam yang membangkang, Presiden diminta memberikan sanksi ta’zir kepada kaum muslim yang tidak melaksanakan puasa maupun pihak-pihak yang mendorong atau memaksa umat muslim tidak melaksanakan ibadah shiyam Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menambah kehusyukan ibadah Ramadhan, FUI mengimbau agar Presiden SBY memberikan insentif kepada para imam yang dipilih dari para qurra’ wal huffazh (para penghafal Al-Qur'an) untuk menjadi imam shalat tarawih. Dengan tilawah yang bagus, diharapkan menambah kekhusyu’an di dalam shalat qiyam Ramadhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya untuk meningkatkan suasana ibadah Ramadhan yang tumakninah dan penuh khidmat, Presiden SBY harus menghentikan dan melarang segala kemungkaran yang mengganggu pelaksanaan ibadah shiyam dan qiyam Ramadhan, antara lain: tempat hiburan yang berbau kemaksiatan, penjualan makanan dan minuman secara terbuka di siang hari, dan tayangan-tayangan TV yang menodai kesucian Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai jam kerja dan jam belajar di sekolah, FUI meminta kepada Presiden agar mengurangi jam kerja, dan mengganti jam pelajaran di sekolah dengan pesantren Ramadhan untuk anak sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penutup suratnya, FUI mengingatkan kepada Presiden SBY bahwa jabatan presiden yang diembannya saat ini adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di Mahkamah Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Maka seorang Imam yang memimpin masyarakat adalah laksana penggembala dan akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya,” pangkas Al-Khaththath menyitir hadits riwayat Imam Bukhari. &lt;b&gt;[taz]/(voa-islam.com)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-2483297940846083574?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/2483297940846083574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/umat-islam-desak-presiden-terbitkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2483297940846083574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2483297940846083574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/umat-islam-desak-presiden-terbitkan.html' title='Umat Islam Desak Presiden Terbitkan Keppres Pemuliaan Bulan Ramadhan'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-5656658735999159045</id><published>2011-07-25T08:55:00.002+07:00</published><updated>2011-08-09T01:16:43.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Kajian Ilmiah'/><title type='text'>Keutamaan Para Sahabat Nabi SAW cd 1 part 1</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;object height="344" style="background-image: url(&amp;quot;http://i3.ytimg.com/vi/nj2MxViHkYU/hqdefault.jpg&amp;quot;);" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/nj2MxViHkYU&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/nj2MxViHkYU&amp;amp;hl=en_USamp;rel=0&amp;amp;fs=1" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-5656658735999159045?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/5656658735999159045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/keutamaan-para-sahabat-nabi-saw-cd-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/5656658735999159045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/5656658735999159045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/keutamaan-para-sahabat-nabi-saw-cd-1.html' title='Keutamaan Para Sahabat Nabi SAW cd 1 part 1'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-7115318432996082354</id><published>2011-07-25T08:45:00.003+07:00</published><updated>2011-07-29T16:56:55.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Mengobati Rakus dan Tamak</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BBw1iN_rku8/TizKpY4rbSI/AAAAAAAAB1k/4FkxzRrSysk/s1600/Greedy2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="http://1.bp.blogspot.com/-BBw1iN_rku8/TizKpY4rbSI/AAAAAAAAB1k/4FkxzRrSysk/s200/Greedy2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketahuilah bahwa obat ini terdiri dari tiga unsur: sabar, ilmu, dan amal. Secara keseluruhan terangkum dalam hal-hal berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Ekonomis dalam kehidupan dan arif dalam membelanjakan harta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Jika seseorang bisa mendapatkan kebutuhan yang mencukupinya, maka dia tidak perlu gusar memikirkan masa depan, yang bisa dibantu dengan membatasi harapan-harapan yang hendak dicapainya dan merasa yakin bahwa dia pasti akan mendapatkan rezeki dari Allah. Jika sebuah pintu rezeki tertutup baginya, sesungguhnya rezeki akan tetap menunggunya di pintu-pintu yang lain. Oleh karena itu hatinya tidak perlu merasa gusar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَكَأَيِّنْ مِنْ دَآبَّةٍ لاَ تَحْمِلُ رِزْقُهَا اللهُ يَرْزُقُهَا وَإيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-’Ankabut: 60)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Hendaklah dia mengetahui bahwa qana`ah itu adalah kemuliaan karena sudah merasa tercukupi, dan dalam kerakusan dan tamak itu ada kehinaan karena dengan kedua sifat tersebut, dia merasa tidak pernah cukup. Barangsiapa yang lebih mementingkan hawa nafsunya dibandingkan kemuliaan dirinya, berarti dia adalah orang yang lemah akalnya dan tipis imannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Memikirkan orang-orang Yahudi dan Nasrani, orang-orang yang hina dan bodoh karena tenggelam dalam kenikmatan. Setelah itu hendaklah dia melihat kepada para nabi dan orang shalih, menyimak perkataan dan keadaan mereka, lalu menyuruh akalnya untuk memilih antara makhluk yang mulia di sisi Allah ataukah menyerupai penghuni dunia yang hina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Dia harus mengerti bahwa menumpuk harta itu bisa menimbulkan dampak yang kurang baik. Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;أُنْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَأَنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang hina nikmat yang Allah limpahkan kepada kalian.” (Hadits riwayat Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadits ini berlaku dalam urusan dunia. Adapun dalam urusan akhirat, maka hendaklah setiap muslim berlomba-lomba untuk mencapai derajat kedudukan tertinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penopang urusan ini adalah sabar dan membatasi harapan serta menyadari bahwa sasaran kesabarannya di dunia hanya berlangsung tidak seberapa lama untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi, seperti orang sakit yang harus menunggu pahitnya obat saat menelannya, karena dia mengharapkan kesembuhan selama-lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Dirangkum dari Terjemahan Mukhtashar Minjahul Qashidin (hlm.253-255), karya Ibnu Qudamah Al-Maqdisi, penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Maret 2004)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-7115318432996082354?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/7115318432996082354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/mengobati-rakus-dan-tamak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7115318432996082354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7115318432996082354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/mengobati-rakus-dan-tamak.html' title='Mengobati Rakus dan Tamak'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BBw1iN_rku8/TizKpY4rbSI/AAAAAAAAB1k/4FkxzRrSysk/s72-c/Greedy2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-463584135915432181</id><published>2011-07-02T09:58:00.002+07:00</published><updated>2011-07-02T10:04:18.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Rasulullah'/><title type='text'>Adzab bagi Orang Yang Melecehkan Ajaran Nabi (2)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http:///" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="201" src="http://4.bp.blogspot.com/-cRV56QGvsKs/TBbIZPb3e_I/AAAAAAAABJE/sFFNn03OVwU/s320/renungan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Kisah-Kisah Orang yang Meremehkan Ajaran Nabi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut kami akan membawakan kisah-kisah orang yang meremehkan atau tidak mau mengindahkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akibat yang mereka peroleh di dunia. Sebagian kisah ini diperoleh dari Sunan Ad Darimi pada Bab ‘Disegerakannya hukuman di dunia bagi orang yang meremehkan perkataan Nabi dan tidak mengagungkannya’.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kisah Pertama: Kerabat dekat tidak mau diajak bicara lagi karena meremehkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang khodzaf&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Khodzaf adalah melempar batu atau kerikil antara dua jari telunjuk atau antara ibu jari dan jari telunjuk atau antara bagian luar jari tengah dan bagian dalam ibu jari. Inilah sebagian pengertian khodzaf sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 15/412. Istilah gampangnya adalah bermain ketapel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sa’id bin Jubair dari Abdullah bin Mughoffal, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang khodzaf Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,&lt;br /&gt;« إِنَّهَا لاَ تَصْطَادُ صَيْداً وَلاَ تَنْكِى عَدُوًّا، وَلَكِنَّهَا تَكْسِرُ السِّنَّ وَتَفْقَأُ الْعَيْنَ »&lt;br /&gt;“Binatang buruan itu tidak bisa ditangkap dengan khodzaf dan tidak bisa digunakan untuk memerangi musuh. Khodzaf itu hanya mematahkan gigi dan mencungkil mata.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seseorang -yang masih ada hubungan keluarga dengan Sa’id- mengambil sesuatu di tanah. Lalu dia berkata, “Lihatlah ini. Tahukah yang akan diperbuat?” Kemudian Sa’id mengatakan, “Bukankah aku telah memberitahukan kepadamu hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu engkau menganggap remeh? Sungguh, aku tidak akan berbicara kepadamu selamanya.”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Husain Salim Asad mengatakan bahwa hadits ini juga terdapat dalam shohih Bukhari-Muslim dan sanadnya shohih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah Kedua: Tidak mau diajak bicara lagi karena meremehkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Qotadah, beliau berkata bahwa Ibnu Sirin mengatakan kepada seseorang sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia mengatakan, “Akan tetapi si A mengatakan demikian dan demikian.” Lalu Ibnu Sirin mengatakan, “Saya mengatakan kepadamu hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kamu malah berkata si A mengatakan demikian dan demikian? Aku tidak akan berbicara kepadamu selamanya.”&lt;br /&gt;Husain Salim Asad mengatakan bahwa jalur dari Sa’id bin Basyir, itu sanadnya berderajat hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah Ketiga: Tertimpa kecelakaan karena tidak mau menghiraukan hadits Nabi yang melarang keluar masjid setelah adzan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Harmalah mengatakan, “Seorang laki-laki datang menemui Sa’id bin Al Musayyib untuk menitipkan sesuatu karena mau berangkat haji dan umroh. Lalu Sa’id mengatakan kepadanya, “Janganlah pergi, hendaklah kamu shalat terlebih dahulu karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;« لاَ يَخْرُجُ بَعْدَ النِّدَاءِ مِنَ الْمَسْجِدِ إِلاَّ مُنَافِقٌ إِلاَّ رَجُلٌ أَخْرَجَتْهُ حَاجَتُهُ وَهُوَ يُرِيدُ الرَّجْعَةَ إِلَى الْمَسْجِدِ »&lt;br /&gt;“Tidaklah keluar dari masjid setelah adzan kecuali orang munafik atau orang yang ada keperluan dan ingin kembali lagi ke masjid.”&lt;br /&gt;Lalu orang ini mengatakan, “(Tetapi) teman-temanku sedang menunggu di Al Harroh.” Lalu dia keluar (dari masjid). Belum lagi Sa’id menyayangkan kepergiannya, tiba-tiba dikabarkan orang ini telah jatuh dari kendaraannya sehingga pahanya patah.”&lt;br /&gt;Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan kisah berikut, kami peroleh dari sumber rujukan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah Keempat: Diperintahkan makan dengan tangan kanan namun enggan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Muslim.&lt;br /&gt;عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ عَمَّارٍ حَدَّثَنِى إِيَاسُ بْنُ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ&lt;br /&gt;Dari Ikrimah bin ‘Ammar, (beliau berkata) Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ telah berkata bahwa ayahnya mengatakan kepadanya (yaitu) ada seorang laki-laki makan dengan tangan kirinya di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Makanlah dengan tangan kananmu.” Lalu dia mengatakan, “Aku tidak mampu.” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Engkau memang tidak akan mampu”. Tidak ada yang menghalanginya untuk menaati Nabi kecuali rasa sombong. Akhirnya, dia tidak bisa lagi mengangkat tangan kanannya ke mulut. (HR. Muslim no. 5387)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim mengatakan, “Perkataan ‘Tidaklah ada yang menghalanginya kecuali rasa sombong’, ini bukan berarti dia adalah munafik. Karena semata-mata ada rasa sombong dan menyelisihi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidaklah mengharuskan adanya nifak dan kekufuran dalam diri seseorang. Akan tetapi perbuatan ini adalah maksiat, mengingat perintah itu adalah perintah yang harus diperhatikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah Kelima: Menganggap remeh sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun tidur di malam har&lt;/b&gt;i&lt;br /&gt;Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il At Taimiy -dalam penjelasan beliau terhadap shohih Muslim- berkata, “Aku telah membaca di sebagian kisah (hikayat) mengenai sebagian ahli bid’ah ketika mendengar hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلاَ يَغْمِسْ يَدَهُ فِى الإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلاَثًا فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ&lt;br /&gt;“Jika salah seorang di antara kalian bangun tidur, maka janganlah dia mencelupkan tangannya di dalam bejana sampai dia mencucinya tiga kali terlebih dahulu, karena dia tidak tahu di manakah tangannya bermalam.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka mengejek, ahli bid’ah ini berkata, “Ya, saya tahu ke mana tangan saya bermalam di ranjang!!” Lalu tiba-tiba pada saat pagi, dia dapati tangannya berada dalam dubur sampai pergelangan tangan.&lt;br /&gt;At Taimiy berkata, “Oleh karena itu hendaklah seseorang berhati-hati untuk meremehkan sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kondisi-kondisi yang menuntut diam. Lihatlah apa yang terjadi pada orang ini karena akibat dari perbuatannya.” (Bustanul ‘Arifin li An Nawawi. Dinukil dari Ta’zimus Sunnah, hal. 19-20, Darul Qosim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pembahasan ini semakin membuat kita mengagungkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berhati-hati dengan lisan agar tidak sampai melecehkan &lt;b&gt;satu pun ajarannya seperti cadar, celana di atas mata kaki, dan jenggot.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-463584135915432181?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/463584135915432181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/adzab-bagi-orang-yang-melecehkan-ajaran_02.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/463584135915432181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/463584135915432181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/adzab-bagi-orang-yang-melecehkan-ajaran_02.html' title='Adzab bagi Orang Yang Melecehkan Ajaran Nabi (2)'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cRV56QGvsKs/TBbIZPb3e_I/AAAAAAAABJE/sFFNn03OVwU/s72-c/renungan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-1900253648572586137</id><published>2011-07-02T09:52:00.000+07:00</published><updated>2011-07-02T09:52:31.519+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Rasulullah'/><title type='text'>Adzab bagi Orang Yang Melecehkan Ajaran Nabi (1)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http:///" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="203" src="http://4.bp.blogspot.com/-1cn4SyPSUno/TBbI2icUgJI/AAAAAAAABJM/qOMWlbKgiwg/s320/Cinta+Rasulullh.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut adalah penjelasan tentang pentingnya mengagungkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beberapa kisah yang menunjukkan siksaan mengerikan bagi orang yang menghina dan melecehkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga bermanfaat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Marilah Mengagungkan Ajaran Nabi&lt;br /&gt;Kita dapat melihat dalam beberapa ayat telah dijelaskan mengenai pentingnya menaati dan mengagungkan ajaran (petunjuk) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam serta bahaya meninggalkannya. Di antaranya, Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ&lt;br /&gt;“Barang siapa yang menaati Rasul, sesungguhnya ia telah menaati Allah.” (QS. An Nisa’ 4: 80)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ&lt;br /&gt;“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An Nur 24: 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ&lt;br /&gt;“Dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS. An Nur 24: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (1) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ (2)&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu , sedangkan kamu tidak menyadari.” (QS. Al Hujuraat 49: 2). Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Ini adalah adab yang Allah perintahkan kepada hamba-Nya yang beriman ketika berinteraksi dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu hendaklah mereka menghormati dan mengagungkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga dapat dilihat dalam hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu seolah-olah inilah nasehat terakhir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati para sahabat radhiyallahu ‘anhum,&lt;br /&gt;« فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban. At Tirmidizi mengatakan hadits ini hasan shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targhib wa At Tarhib no. 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang khulafa’ur rosyidin dan manusia terbaik setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu mengatakan,&lt;br /&gt;لَسْتُ تَارِكًا شَيْئًا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِ إِلَّا عَمِلْتُ بِهِ إِنِّي أَخْشَى إِنْ تَرَكْتُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِهِ أَنْ أَزِيْغَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidaklah biarkan satupun yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amalkan kecuali aku mengamalkannya karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang.” (Lihat Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa atsar ini shohih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Baththoh dalam Al Ibanah, 1/246, mengomentari perkataan Abu Bakar di atas, beliau rahimahullah mengatakan, “Inilah, wahai saudaraku! Orang yang paling shiddiq (paling jujur) seperti ini saja masih merasa takut dirinya akan menyimpang jika dia menyelisihi sedikit saja dari perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana lagi dengan orang yang mengejek Nabi dan perintahnya (ajarannya), membanggakan diri dengan menyelisihinya, mencemooh petunjuknya (ajarannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Kita memohon kepada Allah agar terjaga dari kesalahan dan agar terselamatkan dari amal yang jelek&lt;br /&gt;- Imam Syafi’iy rahimahullah mengatakan, “Kaum muslimin telah sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena perkataan yang lainnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, “Barang siapa menolak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia telah berada dalam jurang kebinasaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik bin Anas rahimahullah mengatakan, “Sunnah (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah perahu/kapal Nabi Nuh. Siapa saja yang menaikinya (melaksanakan petunjuk Nabi) pasti akan selamat, sedangkan yang menyelisihinya pasti akan tenggelam.” (Dinukil dari Ta’zhimus Sunnah, hal. 13-17, Abdul Qoyyum As Sahyabaniy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat, hadits, dan perkataan para ulama di atas, nampak jelas bahwa seorang muslim hendaknya selalu mengagungkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menaatinya dan mengikutinya. Itulah sikap seorang muslim yang benar, bukan malah mengejek dan mengolok-olok orang yang berpegang teguh dengan agama ini. Seharusnya seorang muslim mencela orang yang tidak shalat, mencela wanita-wanita yang tidak memakai jilbab atau yang memakai jilbab tetapi cuma sekedar aksesoris dan bukan menutupi aurat yang wajib ditutupi. Kenapa kaum muslimin malah sebaliknya? Kenapa malah mencela orang yang seharusnya tidak dicela? Ini adalah suatu pencelaan yang tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bersambung&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-1900253648572586137?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/1900253648572586137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/adzab-bagi-orang-yang-melecehkan-ajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1900253648572586137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1900253648572586137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/07/adzab-bagi-orang-yang-melecehkan-ajaran.html' title='Adzab bagi Orang Yang Melecehkan Ajaran Nabi (1)'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1cn4SyPSUno/TBbI2icUgJI/AAAAAAAABJM/qOMWlbKgiwg/s72-c/Cinta+Rasulullh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6057618211673156938</id><published>2011-06-17T14:08:00.000+07:00</published><updated>2011-06-17T14:08:00.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Rasulullah'/><title type='text'>DELAPAN KAIDAH MEMAHAMI SUNNAH (3)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;span id="goog_1651730995"&gt;&lt;span id="goog_1651730998"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-jJ0FtZhkRYM/Tfr9CEVgD2I/AAAAAAAABy8/c0DA8Sk_vOs/s200/Muhammad1-300x300.jpg" width="200" /&gt;&lt;span id="goog_1651730999"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1651730996"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Mengetahui Asbabul Wuruud Hadits&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asbabul Wuruud = Sebab-Sebab Diriwayatkanya/Datangnya Suatu Hadits.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengetahui asbabul wurud suatu hadits sangat membantu dalam memahami maksud hadits. Termasuk cara yang baik dalam memahami sunnah Nabi adalah meneliti (melihat) sebab-sebab tertentu disabdakannya suatu hadits, atau kaitannya dengan 'illat (alasan atau sebab) tertentu yang ditegaskan langsung dari nash (teks) hadits itu, atau dari istinbath/kesimpulan (maknanya), atau yang dipahami (langsung) dari kondisi ketika hadits tersebut diucapkan (oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memahami suatu hadits dengan pemahaman yang benar dan mendalam, tidak boleh tidak, kita harus mengetahui situasi dan kondisi yang menyebabkan hadits itu diucapkan oleh Nabi. Biasanya, hadits datang sebagai penjelas terhadap kejadian-kejadian tertentu dan sebagai terapi terhadap situasi dan kondisi kejadian tersebut. Dengan begitu, maksud dari hadits itu dapat ditentukan dengan jelas dan rinci. Tujuannya tidak lain agar hadits itu tidak menjadi sasaran bagi dangkalnya perkiraan, atau kita mengikuti zhahir (lahiriah dari hadits tersebut) yang tidak dimaksudkan (oleh maknanya). (Kaifa Nata'aamal ma'as-Sunnah [hlm. 125]).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Contoh:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah hadits yang berbunyi (artinya), "Kalian lebih tahu urusan dunia kalian." (HR Muslim, Kitab Al-Manaaqib, no. 2363).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian orang menjadikan hadits ini sebagai alasan untuk lari dari hukum-hukum syara' (agama) yang berkaitan dengan masalah ekonomi, perdata, politik, dan yang semisalnya dengan alasan--seperti anggapan mereka yang salah--bahwa itu adalah urusan duniawi, dan kami lebih mengetahui tentang dunia, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyerahkannya kepada kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah betul ini yang dimaksud oleh hadits tersebut? Sama sekali tidak! Karena, di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah terdapat hal-hal yang mengatur urusan muamalah: jual-beli, serikat dagang, pegadaian, sewa-menyewa, utang-piutang, dan sebagainya. Bahkan, ayat terpanjang di dalam Al-Qur'an turun untuk membahas aturan penulisan utang-piutang. "Hai, orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya dengan benar ...." (Al-Baqarah: 282).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, hadits tersebut di atas ditafsirkan oleh sebab diucapkannya hadits tersebut, yaitu kisah penyerbukan pohon kurma atas anjuran Rasulullah berdasarkan pendapat beliau yang merupakan dugaan belaka dalam masalah penyerbukan pohon kurma. Setelah itu para sahabat menjalankan saran Nabi tersebut dengan penuh ketaatan, padahal ketika itu mereka tidak melakukan penyerbukan, kemudian Rasulullah saw. bersabda dengan hadits tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Contoh yang lain:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadits: "Barang siapa melakukan sunnah yang baik dalam agama Islam ...." (HR Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian orang memahami hadits ini dengan pemahaman yang salah. Sehingga, mereka membuat bid'ah-bid'ah (amal yang diada-adakan dan tidak ada dasarnya) dalam agama dengan beranggapan bahwa mereka sedang mendekatkan diri kepada Allah dan beramal dengan sunnah yang baik, yang masuk dalam kandungan makna hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, kalau kita merujuk kepada sebab disabdakannya hadits ini, akan kita dapatkan sebabnya, yaitu bahwa Nabi pada suatu hari menyuruh para sahabat untuk bersedekah. Kemudian, datanglah seorang pria dengan membawa bungkusan besar yang kedua tangannya hampir tidak mampu untuk membawanya, lalu ia meletakkannya di tengah masjid. Setelah itu, orang-orang pun ikut berinfaq sampai muka Rasulullah saw. berseri-seri (karena senang), seakan-akan wajah beliau seperti sesuatu yang disepuh dengan emas, lalu beliau mengucapkan hadits tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka dari itu, mengartikan hadits tersebut kepada perbuatan bid'ah jelas-jelas secara meyakinkan bukan yang dimaksud. Bahkan, itu merupakan kesesatan yang nyata. Dan, sebab-sebab disabdakannya hadits tersebut menjadi bukti terkuat akan kesalahan cara pengambilan dalil yang ditempuh oleh mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Hamzah ad-Dimasyqi mempunyai kitab berjudul Al-Bayaan wa at-Ta'riif fii Ashaab Wuruud al-Hadiits asy-Syariif yang dicetak dalam tiga jilid. Kitab itu termasuk yang paling lengkap dalam bidang ilmu ini (asbaabul wuruud hadits).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. Mengetahui Ghariibul Hadiits&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Ghariibul Hadiits = Kata-Kata yang Sulit Dipahami pada Teks Hadits)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling fasih dalam mengucapkan "dhaadd" bahasa Arab dan beliau berbicara kepada para sahabat dengan bahasa Arab yang jelas dan dikenal oleh mereka. Mereka tidak mengalami kesulitan dalam memahami apa yang diinginkan dari lafazh yang diucapkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena mereka adalah orang Arab asli, yang tidak pernah dimasuki (dipengaruhi) oleh bahasa orang 'Ajam (orang non-Arab).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, dengan berlalunya waktu dan berbaurnya sebagian orang dengan yang lain, baik yang Arab maupun yang 'Ajam, bahasa yang dipakai sebagian besar orang Arab menjadi lemah. Selain itu, bahasa mereka bercampur dengan bahasa orang 'Ajam, serta mereka menjadi semakin jauh dari bahasa Arab yang fasih. Sehingga, banyak orang yang menemukan kesulitan dalam memahami hadits-hadits Nabi karena mereka tidak mengetahui arti kata-kata dalam hadits-hadits tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh sebab itulah, para ulama bangkit menyusun karangan semacam ini, yaitu kitab-kitab ghaariibul hadiits. Mereka menyusun sebuah kitab untuk menerangkan kata-kata yang sulit dipahami dalam suatu hadits beserta penjelasannya. Jika seorang ulama, penuntut ilmu, dan seorang muslim secara umum ingin memahami hadits yang baik, hendaklah dia merujuk kepada kitab-kitab ghariibul hadiits, yang paling penting di antaranya adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Ghariibul Hadiits karya Al-Harawi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Ghariibul Hadiits karya Abu Ishaq al-Harbi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Ghariib ash-Shahiihain karya Al-Humaidi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- An-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits karya Ibnul Atsir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab yang terakhir (An-Nihaayah) adalah kitab terlengkap dan paling bermanfaat daripada kitab-kitab ghariib lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Memahami Sunnah seperti yang Dipahami Sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaidah ini termasuk yang paling penting supaya seorang muslim berpegang dengan sunnah, seperti berpegangnya salafush shaleh, serta agar selamat dari penambahan dan pengurangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka, yang paling utama dalam menerangkan As-Sunnah adalah hadits-hadits Nabi sendiri, kemudian perkataan dan perbuatan para sahabat (al-aatsaar as-salafiyah), karena para sahabat telah menyaksikan turunnya Al-Qur'an dan wahyu turun di hadapan mereka. Maka, jika terjadi pemahaman yang salah dari salah seorang mereka terhadap Sunnah Nabi, niscaya Jibril akan turun kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meluruskan dan mengoreksi pemahaman yang salah itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, para ulama hadits menggolongkan perkataan seorang sahabat: "Kami berpendapat begini pada zaman Rasulullah," sebagai perkataan yang memiliki hukum marfu' (yang bisa disandarkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam). Apabila orang-orang berselisih tentang pemahaman suatu hadits, maka pemahaman yang paling utama didahulukan adalah pemahaman sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Contoh:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadits tentang menghadap ke kiblat atau membelakanginya ketika buang air besar atau kecil. Ada atsar (perkataan sahabat) dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya yang demikian itu (buang hajat) terlarang jika di tempat yang terbuka, namun jika di antara kamu dan kiblat ada sesuatu yang menutupi (menghalangi), maka tidak mengapa (hukumnya boleh)." (HR Abu Dawud, Kitab Ath-Thaharah Bab "Karaahiyah Istiqbaali Qiblati 'inda Qadhaa-il Haajah" [I/3]).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab-kitab yang penyusunnya banyak menukil atsar-atsar salafiyyah (orang-orang shalih terdahulu) dari sahabat dan tabi'in adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Mushannaf 'Abdirrazzaq.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Mushannaf Ibni Abi Syaibah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sunan Sa'id bin Manshur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sunan ad-Darimi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- As-Sunan al-Kubraa dan As-Sughaa karya Imam Al-Baihaqi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;8. Merujuk Kitab-Kitab Syarah Hadits&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu kitab-kitab yang berisi penjelasan dan keterangan dari matan (teks hadits).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Termasuk hal-hal yang penting dalam memahami hadits-hadits Nabi adalah merujuk kitab-kitab syarah. Sebab, di dalamnya terdapat penjelasan tentang gharib, nasikh-mansukh, fiqhul hadits, dan riwayat-riwayat yang tampaknya bertentangan sehingga seseorang tidak mungkin meninggalkan kitab-kitab seperti ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ulama hadits telah meninggalkan kitab-kitab syarah untuk kita yang menjelaskan hadits-hadits Nabi saw. Para ulama adalah penerjemah hadits-hadits Nabi untuk seluruh umat. Setiap seorang ulama yang lebih dahulu (lebih dekat masa hidupnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) maka penjelasannya akan lebih dekat kepada kebenaran dan lebih layak untuk diterima, biasanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab syarah yang paling utama didahulukan setelah memperhatikan yang lebih dahulu zaman penyusunnya adalah kitab yang penyusunnya memiliki perhatian terhadap dalil-dalil dengan menerangkan makhaarijul ahaadiits (jalan periwayatan hadits) yang bermacam-macam, serta menerangkan shahih dan dha'ifnya dalil tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian pula harus didahulukan kitab yang penyusunnya paling jauh dari fanatik madzhab, yangmana suatu hadits bisa saja dipalingkan olehnya dari makna yang sesungguhnya yang diinginkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tanpa disertai dalil yang rajih (kuat).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara contoh kitab syarah hadits yang sesuai dengan pemahaman para sahabat dan mu'tamad (yang bisa dipertanggungjawabkan) yaitu sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Syarhus Sunnah karya Imam Al-Baghawi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Fathul Baari karya Ibnu Rajab al-Hanbali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Fathul Baari Syarh Shahih al-Bukhari karya Ibnu Hajar al-Asqalani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-----------------&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber: Diringkas dari 8 Kaidah Memahami Sunnah, Pustaka Imam Asy-Syafi'i; judul asli: Dhawaabith Muhimmah li Husni Fahmis Sunnah, Dr. Anis bin Ahmad bin Thahir, Dosen Pasca Sarjana Fakultas Hadits, Universitas Islam Madinah).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6057618211673156938?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6057618211673156938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/06/delapan-kaidah-memahami-sunnah-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6057618211673156938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6057618211673156938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/06/delapan-kaidah-memahami-sunnah-3.html' title='DELAPAN KAIDAH MEMAHAMI SUNNAH (3)'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jJ0FtZhkRYM/Tfr9CEVgD2I/AAAAAAAABy8/c0DA8Sk_vOs/s72-c/Muhammad1-300x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-7770667379311156696</id><published>2011-06-17T14:01:00.000+07:00</published><updated>2011-06-17T14:01:23.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Rasulullah'/><title type='text'>DELAPAN KAIDAH MEMAHAMI SUNNAH (2)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http:///" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188" src="http://1.bp.blogspot.com/-aSYXW2AN4gI/Tfr7mSWmrWI/AAAAAAAABy4/mBV2bJpeJX0/s200/nur-muhammad.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Mengumpulkan Hadits-Hadits yang Satu Tema dan Pembahasan pada Satu Tempat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Ahmad berkata, "Suatu hadits, kalau tidak engkau kumpulkan jalan-jalannya (sanad-sanadnya), engkau tidak akan paham karena sebagian hadits menafsirkan sebagian yang lainnya." (Al-Jaami' (I/270).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan suatu keharusan untuk memahami sunnah dengan pemahaman yang benar, yaitu mengumpulkan hadits-hadits shahih yang satu pembahasan supaya hadits yang mutasyabih (yang memiliki banyak penafsiran) bisa dikembalikan ke yang muhkam (maknanya jelas), yang muthlaq (tidak terikat) di bawa ke yang muqayyad (terikat), dan yang 'amm (maknanya umum) ditafsirkan oleh yang khashsh (maknanya khusus).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan cara ini, akan jelas maksud hadits tersebut, maka jangan mempertentangkan antara hadits yang satu dengan yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila sanad-sanad suatu hadits yang satu pembahasan tidak dikumpulkan pada suatu tempat, maka itu bisa menyebabkan terjadinya kesalahan dalam memahami hadits tersebut. Padahal, orang itu berdalil dengan hadits shahih, akan tetapi dia tidak mengumpulkan hadits yang semisal dengannya sehingga menyebabkan pemahamannya terhadap hadits tersebut tidak sempurna. Bahkan, pemahaman dan gambarannya menyimpang tentang masalah yang dia bahas itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Contoh:&lt;/b&gt; Hadits Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu ketika melihat alat pertanian, beliau berkata, "Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidaklah (alat) ini masuk ke rumah suatu kaum, kecuali Allah akan memasukkan padanya kehinaan'." (HR. Bukhari, Fathul Baari, V/4)).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zhahir (lahiriah) hadits ini memberikan faedah tentang bencinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap pertanian, padahal kalau seseorang mengumpulkan hadits-hadits yang lain tentang pertanian, maka dia akan mendapatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam justru menganjurkan untuk bertani dan menerangkan tentang bolehnya bertani, seperti sabda beliau berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu burung memakan dari tanaman itu, atau binatang ternak, melainkan yang demikian itu sebagai sedekah (bagi yang menanam)." (HR. Bukhari, Fathul Baari X/438 dan Muslim, VII/4241).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jika kiamat telah mendatangi salah seorang di antara kalian dan di tangannya (masih) ada bibit kurma, maka hendaklah dia menanamnya." (HR Ahmad, III/183, 184).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari tiga hadits yang telah disebutkan ini ada satu hadits yang seolah-olah bertentangan, yaitu hadits yang disebutkan pertama. Lalu, bagaimanakah cara para ulama menyatukan antara hadits-hadits yang tampaknya bertentangan ini? Bagaimana pula pemahaman yang benar setelah menyatukan hadits-hadits yang berkaitan dengan masalah ini (bertani)?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan Imam Bukhari telah memberikan isyarat dengan cara menjama’ (menyatukan) antara hadits Abu Umamah dan hadits sebelumnya tentang keutamaan bertani dan bercocok tanam, dan itu (dijama’) dengan salah satu dari dua cara, yaitu dengan membawa apa yang bermakna celaan kepada akibat (buruk) dari pertanian, atau dibawa kepada pemahaman jika bertani tidak melalaikannya, akan tetapi dia melampaui batas dalam bertani…” (Fathul Baari, V/5)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada hadits yang mendukung pemahaman bahwa maksud larangan tersebut ditujukan apabila seseorang disibukkan dengan bertani dari kewajiban-kewajiban, seperti jihad di jalan Allah, apalagi bagi yang dekat tempatnya dengan musuh-musuh Allah. Hadits tersebut adalah hadits marfu' dari Ibnu 'Umar radhiyallahu ‘anhu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jika kalian berjual-beli dengan (cara) 'inah (salah satu bentuk riba), kalian dilalaikan oleh ternak kalian, dan kalian suka (disibukkan) dengan bertani sehingga kalian meninggalkan (kewajiban) jihad, niscaya Allah akan menimpakan atas kalian kehinaan yang Dia tidak akan mencabutnya sampai kalian kembali kepada agama kalian." (Hadits shahih riwayat Ahmad, XXII/84 dan Abu Dawud, II/246. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah, Syaikh al-Albani, I/15 no. 11).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Menyatukan Hadits-Hadits yang Tampak Bertentangan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya tidak ada pertentangan antara nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih. Seandainya terjadi suatu pertentangan, maka itu anggapan kita semata, bukan hakikat dari nash-nash tersebut. Inilah keyakinan seorang mukmin pada hadits-hadits yang dapat dipercaya (hadits-hadits yang shahih atau hasan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Firman Allah berikut harus selalu menjadi pedoman: "Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (An-Nisaa': 82).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh hadits-hadits yang tampaknya bertentangan adalah hadits-hadits yang melarang seseorang menghadap ke kiblat ketika buang air besar atau kecil, sementara ada hadits-hadits lain yang membolehkan hal tersebut. Cara jama' yang dipakai para ulama untuk menyatukan hadits-hadits yang tampak bertentangan tersebut adalah dengan menyatakan bahwa hadits-hadits larangan dimaksudkan bila dilakukan di tempat terbuka, sedangkan hadits-hadits yang membolehkan dimaksudkan bila dilakukan di dalam suatu tempat yang ada pembatasnya (seperti seseorang melakukannya di WC). (Ta-wiil Mukhtalafil Hadiits hlm. 90 dan Nailul Authaar, I/98).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab yang paling bermanfaat (dan bagus) yang bisa dijadikan rujukan untuk mendapatkan mukhtalaful hadits (hadits yang tampaknya bertentangan dengan hadits yang lain tetapi memungkinkan untuk dijamak/disatukan) adalah Musykilul Aatsaar karya Ath-Thahawi dan Ta'wiil Mukhtalaf al-Hadiits karya Ibnu Qutaibah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Mengetahui Nasikh dan Mansukh Suatu Hadits&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Nasakh = Hadits yang Menghapus Hadits yang Lain; Mansukh = Hadits yang Dihapus)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nasakh (hukum yang lama diganti hukum yang baru) dalam hadits memang terjadi. Seorang muslim yang mengamalkan suatu hadits tanpa mengetahui kalau hadits itu mansukh, berarti dia telah terjatuh ke dalam ilmu yang tidak diperintahkan syara' untuk mengamalkannya. Sebab, kita tidak diperintahkan untuk mengamalkan hadits-hadits yang mansukh. Sementara nasakh adalah suatu 'illat (penyebab) dilarangnya beramal dengan satu hadits (yang mansukh, ed.).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Hafizh as-Suyuthi rahimahullah berkata, " Dan nasakh telah dimasukkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam kategori al-'ilal (cacat hadits). Namun, beliau hanya mengkhususkannya dalam masalah pengalamannya saja (bukan status haditsnya)." (Al-Alfiyah, hlm. 22).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seseorang tidak boleh tergesa-gesa dalam masalah ini sehingga mengatakan hadits ini mansukh, kecuali setelah mengetahui dalil-dalil dan qara-in (tanda-tanda) yang menunjukkan adanya nasakh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab-kitab yang bisa membantu untuk mengetahui yang mansukh dari hadits-hadits adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Ittihaaf Dzawiir Rusuukh karya Al-Ju'buri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- An-Naasikh wal-Mansuukh karya Ibnul Jauzi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Al-I'tibaar fin Naasikh wal-Mansuukh minal Akbaar karya Al-Hazimi.&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Bersambung Insyaallah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-7770667379311156696?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/7770667379311156696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/06/delapan-kaidah-memahami-sunnah-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7770667379311156696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7770667379311156696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/06/delapan-kaidah-memahami-sunnah-2.html' title='DELAPAN KAIDAH MEMAHAMI SUNNAH (2)'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-aSYXW2AN4gI/Tfr7mSWmrWI/AAAAAAAABy4/mBV2bJpeJX0/s72-c/nur-muhammad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-4137892951669189035</id><published>2011-06-17T08:35:00.000+07:00</published><updated>2011-06-17T08:35:30.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Rasulullah'/><title type='text'>DELAPAN KAIDAH MEMAHAMI SUNNAH (1)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://./" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="194" src="http://2.bp.blogspot.com/-ouH1EbQdyBk/TfquwQQXcoI/AAAAAAAAByo/q-T9ieliOtE/s200/70-muhammad_saw.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengkaji Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan benar setelah mengkaji al-Qur’an adalah salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena seorang muslim tidak bisa melepaskan diri dari Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan sumber hukum kedua dalam agama Islam di samping al-Qur’an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan seseorang tidak akan pernah sampai kepada pemahaman Islam yang benar bila dia mengesampingkan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Sunnah yang shahih adalah wahyu dari Allah seperti halnya al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan tidaklah yang diucapkannya itu (al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 3-4)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Untuk anda yang bersemangat dalam menghidupkan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hendaklah anda mengkaji Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengetahui kaidah-kaidah dalam rangka memahaminya, agar semangat yang ada dituntun dengan praktek amalan yang benar berdasarkan kaidah-kaidah yang diterangkan para ulama, karena bias saja terjadi anda mengamalkan hadits shahih yang anda tidak dibebankan untuk mengamalkannya, misalnya anda MENGAMALKAN HADITS YANG MANSUKH (telah dihapus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hadits yang diutarakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, itu ada maksudnya. Orang yang serampangan mengamalkan hadits tanpa memahami maksudnya akan terjebak pada kesalahan dalam pengamalan ibadahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Contoh:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang dialami oleh 'Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu ketika turun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar ...." (Al-Baqarah: 187).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ('Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu) mengambil dua helai benang: yang satu berwarna putih, dan yang satu lagi berwarna hitam. Kemudian, diletakkannya di bawah bantalnya. Setelah itu, dia mulai melihat (mengamati) kedua benang itu dan tidak tampak sesuatu. Ketika dia memberitahukan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Yang dimaksud dengan dua benang tersebut adalah gelapnya malam dan cerahnya waktu siang." (HR. Bukhari, II/328 dan Muslim, II/766).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kaidah-kaidah penting yang sepantasnya dipelajari oleh seorang muslim agar pemahaman dan pengambilannya (untuk diamalkan) terhadap Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat benar, adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Memahami Sunnah dengan Tuntunan Al-Qur'an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Sunnah an-Nababiyyah adalah sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an dalam syariat Islam. As-Sunnah menerangkan dan merinci apa yang ada dalam Al-Qur'an. Tidak ada pertentangan antara As-Sunnah dengan Al-Qur'an. Jika terdapat pertentangan, hal itu mungkin terjadi karena haditsnya tidak shahih atau kita sendiri yang tidak bisa memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan, "Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (An-Nisaa': 82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang paling jelas bahwa sunnah yang shahih tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, justru yang bertentangan dengan Al-Qur'an adalah hadits-hadits dha'if (lemah) dan maudhu (palsu), yaitu kisah gharaniq (sembahan atau tuhan-tuhan) kaum musyrikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:&lt;br /&gt;"Maka apakah patut (hai orang-orang musyrik) menganggap al-Lata dan al-'Uzza dan Manat yang ketiga..." (An-Najm: 19-20). "Mereka itu adalah gharaniq yang tinggi dan sungguh syafaatnya (pertolongannya) sangat diharapkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka sifatkan dengan ketinggian-Nya yang agung. Kisah yang bathil ini mustahil akan benar karena bertentangan dengan ayat itu sendiri (yang disebutkan). Apakah masuk akal, jika Imam Tauhid dan pembawa bendera agama yang lurus setelah Ibrahim ‘alaihissalam (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) memuji tuhan-tuhan orang-orang musyrik? Maka, jelas hadits ini bathil sebagaimana yang ditegaskan oleh Imam Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah rahimahullah dimana beliau berkata: "Ini (termasuk hadits) yang dipalsukan oleh orang-orang zindiq." (Nashbul Majaaniiq, hlm. 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bersambung Insyaallah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-4137892951669189035?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/4137892951669189035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/06/delapan-kaidah-memahami-sunnah-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4137892951669189035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4137892951669189035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/06/delapan-kaidah-memahami-sunnah-1.html' title='DELAPAN KAIDAH MEMAHAMI SUNNAH (1)'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ouH1EbQdyBk/TfquwQQXcoI/AAAAAAAAByo/q-T9ieliOtE/s72-c/70-muhammad_saw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6310230662258267696</id><published>2011-05-29T07:38:00.000+07:00</published><updated>2011-05-29T07:38:55.706+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Kajian Ilmiah'/><title type='text'>mukjizat Al Quran_part 7</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube-nocookie.com/v/C7C7xtTNYzM?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0&amp;amp;color1=0x234900&amp;amp;color2=0x4e9e00"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube-nocookie.com/v/C7C7xtTNYzM?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0&amp;amp;color1=0x234900&amp;amp;color2=0x4e9e00" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6310230662258267696?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6310230662258267696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/05/mukjizat-al-quranpart-7.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6310230662258267696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6310230662258267696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/05/mukjizat-al-quranpart-7.html' title='mukjizat Al Quran_part 7'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6349127687801786583</id><published>2011-05-02T22:33:00.002+07:00</published><updated>2011-05-02T22:35:11.726+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Inikah foto jenazah Syaikh Usamah bin Ladin?</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Setelah media heboh memberitakan terbunuhnya Syaikh Usamah bin Ladin (syahid, insya Allah), beredar foto yang dikatakan sebagai foto jenazah Osama bin Laden. Benarkah foto tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelusuran Arrahmah.com, foto tersebut ternyata sudah lama beredar, dan sangat jelas terlihat palsunya. Foto tersebut sudah beredar sejak tahun 2009, saat Syaikh Usamah dikabarkan terbunuh oleh intel Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GAB_ExeEMtY/Tb7Oaf_r1bI/AAAAAAAABuc/fu3XoFJFhG8/s1600/osama-believed-dead.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-GAB_ExeEMtY/Tb7Oaf_r1bI/AAAAAAAABuc/fu3XoFJFhG8/s1600/osama-believed-dead.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Foto tersebut ternyata hanyalah hasil olahan aplikasi pengolah foto. Tampak jelas kemiripan foto mayat tersebut dengan foto asli Syaikh Usamah, dimana bagian hidung ke bawah masih sama dengan foto aslinya, dan bagian mata dan kepala merupakan foto lain yang digabungkan dengan foto beliau.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vj1CBMn9Cwc/Tb7OmUjDgcI/AAAAAAAABug/itH5b0BspFY/s1600/fake-osama-dead.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="181" src="http://1.bp.blogspot.com/-vj1CBMn9Cwc/Tb7OmUjDgcI/AAAAAAAABug/itH5b0BspFY/s400/fake-osama-dead.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi kepada Syaikh Usamah bin Ladin insya Allah tidak akan melemahkan para Mujahidin dan kaum Muslimin. Kalau pun beliau memang terbunuh, sesungguhnya beliau tidak mati, karena orang yang terbunuh di jalan Allah tidaklah mati, bahkan hidup di sisi Allah dengan mendapat berbagai kemuliaan, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, syahidnya para tokoh Mujahidin akan membuat mereka semakin hidup dalam jiwa para pemuda Islam yang selalu berjuang demi tegaknya agama Allah. Wallahu a’lam. &lt;b&gt;(fadly/arrahmah.com)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6349127687801786583?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6349127687801786583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/05/inikah-foto-jenazah-syaikh-usamah-bin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6349127687801786583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6349127687801786583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/05/inikah-foto-jenazah-syaikh-usamah-bin.html' title='Inikah foto jenazah Syaikh Usamah bin Ladin?'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GAB_ExeEMtY/Tb7Oaf_r1bI/AAAAAAAABuc/fu3XoFJFhG8/s72-c/osama-believed-dead.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-5430901388570153241</id><published>2011-04-19T08:11:00.000+07:00</published><updated>2011-04-19T08:11:09.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Ba'asyir: Pembom Masjid Cirebon Tak Paham Agama &amp; Ada Kelainan Jiwa</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-bEvVQHCgb2I/TazhFRcO0xI/AAAAAAAABuY/GMuo2ARBBCs/s1600/ustad+abu.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://3.bp.blogspot.com/-bEvVQHCgb2I/TazhFRcO0xI/AAAAAAAABuY/GMuo2ARBBCs/s320/ustad+abu.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JAKARTA  – Amir Jama'ah Anshaorut Tauhid (JAT) Ustadz Abu Bakar Ba'asyir menyebut pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikra Polresta Cirebon saat shalat Jumat (15/4/2011) adalah orang tak paham agama. Menurutnya, membom saat sedang shalat menyalahi aturan agama Islam, karena di dalam Al-Qur'an dan Hadits juga tidak ada aturan yang membolehkan membom apalagi saat sedang shalat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Terkait pelaku itu, saya setuju dengan salah seorang ustadz yang mengatakan di televisi, bahwa dia itu ada kelainan jiwa dan pelaku itu dimanfaatkan oleh musuh. Itu kecurigaan saya, karena tidak mungkin seorang pemuda yang mengerti agama melakukan itu," ujarnya sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2011). "Saya tidak melihat dalam dalil syar'i, yang boleh melakukan itu. Orang sedang shalat kok dibom. Jelas itu menyalahi agama," tambahnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Syarif memiliki kelompok, Ustadz Abu menduga jika kelompok itu merupakan kelompok musuh Islam yang memanfaatkan pria itu. Menurutnya, Syarif didoktrin dan diberi pelajaran membom untuk memperkeruh situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi upaya pihak-pihak yang mengaitkan dirinya dengan pelaku pemboman, Ustadz Abu menyangkal dirinya kenal dengan M Syarif (Sarip) yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikra Polresta Cirebon. Ustadz Abu menegaskan bahwa dirinya baru melihat foto Syarif di televisi. "Saya justru baru melihat wajahnya di situ (televisi). Kalau ada yang menghubung-hubungkan dengan saya, itu mungkin kelompok musuh," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Abu menyebut, berita miring yang mengaitkan dirinya dengan Syarif hanyalah untuk memojokkan dirinya. Jika ada yang menghubung-hubungkan bom Cirebon dengan kegiatan latihan senjata di Aceh, itu hanya pikiran Densus 88 agar dirinya dihukum berat. "Jadi itu agar saya bisa dihukum sesuai dengan kehendak Amerika, majikannya Densus," cetusnya. [taz/dtk](voa-islam.com)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-5430901388570153241?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/5430901388570153241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/baasyir-pembom-masjid-cirebon-tak-paham.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/5430901388570153241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/5430901388570153241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/baasyir-pembom-masjid-cirebon-tak-paham.html' title='Ba&apos;asyir: Pembom Masjid Cirebon Tak Paham Agama &amp; Ada Kelainan Jiwa'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-bEvVQHCgb2I/TazhFRcO0xI/AAAAAAAABuY/GMuo2ARBBCs/s72-c/ustad+abu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-4577291755685599321</id><published>2011-04-19T08:07:00.000+07:00</published><updated>2011-04-19T08:07:58.975+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Ustadz Mudzakir: Dalam Berjihad, Niat dan Caranya Harus Benar</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-YJEznHZ0aGk/TazgWAbZq8I/AAAAAAAABuU/4IXat9G-zE4/s1600/mudzakir.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://3.bp.blogspot.com/-YJEznHZ0aGk/TazgWAbZq8I/AAAAAAAABuU/4IXat9G-zE4/s320/mudzakir.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JAKARTA  – “Dalam berjihad itu harus disertai dengan niat dan caranya. Meskipun niatnya ingin berjihad, tapi jika caranya salah, maka cara jihadnya menjadi keliru. Jihad itu memang wajib hukumnya, tapi membunuh orang yang shalat di dalam masjid, jelas cara yang salah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itu dikatakan Pimpinan Front Perjuangan Islam Surakarta (FPIS) Ustadz Mudzakir ketika dimintai tanggapannya soal bom yang terjadi di Masjid Adz Zikra – Malporesta, Cirebon, Jawa Barat.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Mudzakir yang juga pimpinan Pesantren Al-Islam Solo itu tidak sependapat jika masjid yang dibom itu sebagai masjid ‘dhiror’ (masjid yang digunakan untuk memata-matai umat Islam). Ia juga tidak begitu saja percaya, apakah pelaku bom bunuh diri seperti yang dilansir pihak kepolisian itu benar-benar pelakunya. “Itu yang perlu ditelusuri kebenarannya. Jangan sampai peristiwa ini, ditunggangi dengan agenda menyudutkan Islam dan memecah belah kaum muslimin,” ujarnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/4/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada itu, Direktur Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Media Center, Ustadz Sonhadi menilai pengkaitan peristiwa bom Cirebon dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir merupakan fitnah keji yang tidak bertanggungjawab dan upaya pembunuhan karakter terhadap Ustadz Abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimanapun dhohirnya polisi itu sedang melaksanakan shalat. Pemimpin munafiqun Abdullah bin Ubay, di zaman Rasulullah Saw saja ketika itu tidak dibunuh ketika shalat di dalam masjid. Bahkan Rasulullah tidak pernah memerintahkan sahabatnya untuk membunuh kaum munafiqun itu,” jelas Sonhadi yang juga Jubir JAT ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pada masa Rasulullah, ada sebuah masjid yang dibakar karena terbukti telah dijadikan tempat untuk merencanakan niat busuk untuk memerangi kaum muslimin. Namun, perlu dijelaskan, ketika itu masjid Dhiror yang dibakar dalam keadaan kosong, alias tidak ada jamaahnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hujjahnya apa, jelaskan dengan argumen yang kuat, jika masjid dijadikan sasaran pengeboman. Indonesia tentu berbeda dengan Pakistan, di mana Sunni-Syiah jelas berhadap-hadapan. Umat Islam tidak ingin diadudomba ataupun ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu. Jadi harus dikaji dulu, di mana letak syar’inya. JAT bersikap, bom bunuh diri di sebuah masjid yang terjadi di Cirebon, jelas hukumnya haram dan melanggar batas-batas Syari’at Islam,” tukas Sonhadi. &lt;b&gt;● Desastian(voa-islam)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-4577291755685599321?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/4577291755685599321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/ustadz-mudzakir-dalam-berjihad-niat-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4577291755685599321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4577291755685599321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/ustadz-mudzakir-dalam-berjihad-niat-dan.html' title='Ustadz Mudzakir: Dalam Berjihad, Niat dan Caranya Harus Benar'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-YJEznHZ0aGk/TazgWAbZq8I/AAAAAAAABuU/4IXat9G-zE4/s72-c/mudzakir.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-2029283781020728375</id><published>2011-04-19T08:05:00.000+07:00</published><updated>2011-04-19T08:05:09.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Ormas Islam: Bom Cirebon, Trik Menggolkan RUU Intelijen</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4IaQHrRWO2Y/TazfpHF1vyI/AAAAAAAABuQ/t-2eoc7BqR0/s1600/ormas.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="189" src="http://3.bp.blogspot.com/-4IaQHrRWO2Y/TazfpHF1vyI/AAAAAAAABuQ/t-2eoc7BqR0/s320/ormas.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta  – Siapapun pelaku dan apa motivasinya, peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di dalam Masjid Mapolresta Cirebon pada Jum’at (15 April 2011) lalu, tepat saat takbiratul ihram, harus dinyatakan tidak ada hubungannya dengan Islam atau perjuangan Islam. Tindakan keji itu bertentangan sama sekali dengan ajaran Islam itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sangat jelas, syariat Islam melarang dengan tegas, melukai apalagi membunuh siapapun tanpa alasan yang dibenarkan secara syar’i. Terlebih bila itu dilakukan saat orang-orang sedang melaksanakan ibadah shalat Jum’at di dalam masjid,” kata Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bersama sejumlah ormas Islam lainnya dalam jumpa pers di Kantor Pusat HTI di Crown  Palace, Jl. Prof. Dr. Soepomo, Jakarta Selatan, Senin (18 April 2011) siang tadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah tokoh ormas Islam yang hadir, antara lain: Ismail Yusanto dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Zahir Khan dari Dewan Dakwah Islamiyah  Indonesia (DII), Firos Fauzan (Keluarga Besar PII), Ustadz Fikri Bareno (Al Ittihadiyah), Sonhadi (JAT), Amin Djamaluddin (LPPI), Mahladi (Hidayatullah), Ustadz Law Peng Kun (PITI), dan tokoh  Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ormas Islam, boleh jadi, tindakan pengemboman tersebut bertujuan untuk mengadu domba antara kelompok-kelompok Islam dengan pihak kepolisian. Bisa juga untuk makin mematangkan situasi dan kondisi masyarakat menjelang pengesahan RUU Intelijen, dengan dalih RUU ini diperlukan untuk memberikan kewenangan lebih kepada lembaga intelijen guna mengantisipasi peristiwa semacam itu tidak terulang di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah Ormas Islam juga menolak mengaitkan peristiwa itu dengan kepentingan untuk segera melakukan pengesahan RUU Intelijen. Sebab, kepeluan untuk hadirnya badan intelijen yang baik , tidak boleh dijadikan dasar untuk lahirnya sebuah UU yang justru akan menimbulkan kemudharatan bagi rakyat, khususnya umat Islam, sebagaimana pernah terjadi di masa Orde Baru (Orba).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganggu Ukhuwah Islamiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada wartawan, Juru Bicara Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Ustadz Sonhadi menegaskan, bahwa Muhammad Syarif -- diduga pelaku bom bunuh diri – bukanlah anggota JAT. Sikap JAT tegas, tindakan itu diharamkan, karena tidak sesuai dengan kaidah fiqih jihad. JAT menduga, kasus ini sengaja ditunggangi oleh kelompok tertentu untuk mengadu-domba dengan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjen PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Ustadz Law Pengkun juga menilai, tindakan bom bunuh diri di dalam masjid sangat bertentangan dengan syariat Islam yang merupakan agama yang rahmatan lil’alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahladi dari Hidayatullah turut mengecam perbuatan yang menodai kemuliaan masjid tersebut. Ia meminta pihak berwajib untuk mengusut tuntas agar peristiwa serupa tidak merambah ke wilayah lain. Jangan sampai, ukhuwah Islamiyah menjadi terganggu dengan bermunculannya fitnah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjen Al Ittihadiyah Ustadz Fikri Bareno menambahkan, dalam Islam membunuh satu orang dengan alasan yang tidak jelas, sama saja membunuh seluruh umat manusia. Simak QS. Al Ma’idah (32): “Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Sesungguhnya Rasul kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian, banyak diantara mereka setelah itu melampaui batas di muka bumi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ustadz Amin Djamaluddin dari LPPI  menginformasikan, ada empat buku yang harus diwaspadai, masing-masing berjudul “Kandungan Laailaa ha illallah Versi Ahlusunnah wal Jamaah: Ekspresi Tadrid dari Jeruji Besi dalam Thagut; Buku “Kalau Bukan Tauhid Apalagi?” : Kafir kepada Thagut harga mati (Buku I),  “Kalau Bukan Tauhid Apalagi?”: Membedah NKRI dengan Millah Ibrahim (Buku II) – ketiga buku itu buah karya Ustadz Abu Sulaiman Aman Abdurrahman (pelaku bom Cimanggis). Buku lainnya berjudul “Menggetarkan Musuh-musuh Islam” karya Syaikh al ‘Alamah Abdul Qadir bin Abdul Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditelitinya, buku itu mengajarkan paham ekstrim, seperti mengatakan, polisi, tentara, DPR, pemerintah dan PNS sebagai sebagai kafir dan thagut. Amin berharap, buku itu harus dikaji lebih jauh, bahkan mengajak penulis dan simpatisan buku tesebut  untuk berdebat, untuk beradu argument. Menurutnya, ini penting, agar umat Islam tidak terpengaruh dengan pemahamannya yang melampaui batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pernyataan sikapnya, tokoh ormas Islam tersebut, mengutuk keras pelaku bom bunuh diri itu sebagai tindakan biadab dan bertentangan sekali dengan ajaran Islam. Menyerukan kepada pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas siapa pelau dan apa motivasinya, termasuk siapa otak di balik tindakan keji itu. Hanya dengan cara itu, spekulasi berkaitan dengan peristiwa bom itu bisa segera diakhiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan,kepada seluruh umat Islam untuk tetap teguh, sabar, dan istiqomah dalam perjuangan menegakkan syariat Islam. Tidak gentar dengan setiap tantangan, hambatan dan ancaman hingga cita-cita mulia itu benar-benar tegak. ● &lt;b&gt;Desastian (voa-islam)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-2029283781020728375?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/2029283781020728375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/ormas-islam-bom-cirebon-trik-menggolkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2029283781020728375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2029283781020728375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/ormas-islam-bom-cirebon-trik-menggolkan.html' title='Ormas Islam: Bom Cirebon, Trik Menggolkan RUU Intelijen'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-4IaQHrRWO2Y/TazfpHF1vyI/AAAAAAAABuQ/t-2eoc7BqR0/s72-c/ormas.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-8053417497664363586</id><published>2011-04-19T08:02:00.000+07:00</published><updated>2011-04-19T08:02:08.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Skenario Film Hanung Ternyata Ditulis Oleh Fritjof Schuon Tahun 1932</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-60bL5yli67M/TazeHImlAzI/AAAAAAAABuM/z54xxa9azFU/s1600/schuon_menulis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-60bL5yli67M/TazeHImlAzI/AAAAAAAABuM/z54xxa9azFU/s1600/schuon_menulis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Manusia tidak hidup sendirian di dunia ini, tapi di jalan setapaknya masing-masing. &lt;u&gt;Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama, mencari satu hal yang sama, menuju tujuan yang sama, yaitu Tuhan… Aku pindah agama bukan berarti aku mengkhianati Tuhan.”&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata-kata itu betul-betul saya garis bawahi, satu bulan sebelum Film ? garapan hanung launching. Entah kebetulan atau tidak, kalimat dalalm cuplikan film ? tersebut ternyata persis dengan bunyi surat Fritjof Schuon kepada Albert Ossey, tahun 1932. Coba anda bandingkan:&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Have I ever said that the path to God passes through Mecca? I&lt;u&gt;f there were any essential difference between a path that passes through Benaris and one that passes through Mecca, how could you think that I would wish to come to God “through Mecca,” and thereby betray Christ and the Vedanta?&lt;/u&gt; In what why does the highest spiritual path pass through Mecca or Benares or Lhasa or Jerussalem or Rome. Is the Nirvana of Mecca different from the Nirvana of Benares?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya kira-kira begini: Apakah aku pernah bilang bahwa jalan menuju Tuhan hanya bisa dilalui lewat Mekkah? Jika disana ada perbedaan mendasar antara jalan yang melewati Benaris (India) dan satu yang melalui Mekkah, bagaimana mungkin Anda berpikir bahwa aku ingin datang kepada Tuhan "melalui Mekah," dan dengan cara demikian mengkhianati Kristus dan Vedanta? Mengapa jalan spiritual tertinggi melewati Mekah atau Benares atau Lhasa atau Jerussalem atau Roma? Apakah nirvana dari Mekah berbeda dengan nirvana dari Benares?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk pertanyaan menyentil itulah yang dipakai Schuon untuk menyadarkan orang-orang agar tidak mengklaim bahwa agamanya adalah paling benar. Fritjof Schuon adalah seorang kelahiran Swiss yang mencoba memetakan jalan berbeda untuk menuju satu Tuhan tanpa harus mengkhianati Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergulatannya mencari spiritualitas mengantarkannya bertemu Rene Guénon (baca: Gino) salah seorang freemason kenamaan dari Perancis. Sejak berusia 16 tahun, Schuon telah membaca karya Guénon, Orient et Occident. Kagum dengan pemikiran Guénon, Schuon saling berkirim surat dengan Guénon selama 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkorespodensi sekian lama, akhirnya, untuk pertama kalinya Schuon bertemu dengan Guénon di Mesir pada tahun 1938. Schuon akhirnya memeluk Islam dengan nama Isa Nuruddin Ahmad al-Shadhili al-Darquwi al-Alawi al-Maryami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Schuon, agama memang berbeda pada tiap-tiap simbolnya. Orang Islam mendirikan shalat, umat Kristen berdoa di gereja, dan Hindu beribadah demi Nirwana. Namun, bagi Schuon, pada substansinya masing-masing agama merujuk pada satu Tuhan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat inilah yang kemudian ia namakan menjadi religio perennis (agama abadi) dan diterjemahkan Nurcholish Madjid empat puluh tahun kemudian dengan nama inklusifisme. Apa yang dimaksud agama abadi tidak lain ada kebenaran abadi yang dibawa masing-masing agama hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya kalimat “In what why does the highest spiritual path pass through Mecca or Benares or Lhasa or Jerussalem or Rome” itu pula yang menggema di pikiran Komarudin Hidayat hingga kemudian ia berujar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Implikasi praktisnya dalam beragama adalah tidak setiap kaum beragama yang agamanya diakui sebagai satu-satunya yang benar secara otomatis adalah jaminan memperoleh keselamatan. Demikian sebaliknya, tidak setiap kaum beragama yang agamanya diakui sebagai sesat dan kafir sekalipun tidak secara otomatis memperoleh neraka dan kesengsaraan di akhirat kelak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perenialisme berbeda dengan New Age, jika New Age meminta manusia untuk tidak mementingkan lagi agama, perenialisme masih butuh agama. Karena agama adalah kunci ekspresi spiritualitas seseorang, walau tidak lama kemudian perenialisme menyatakan tidak semua agama benar, sekaligus tidak semua agama salah. Yang salah jika sebuah agama tertentu mengklaim diri paling jitu. Ini problem, bagi pengikut “agama” Schuon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Schuon tentang titik temu agama-agama pada level esoteris secara konseptual masih bermasalah. Sebab pada tingkat esoteris pun terdapat perbedaan mendasar antara Islam dengan agama-agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schuon ini nampaknya didorong oleh suatu motif agar antar agama-agama yang ada di dunia tidak terjadi pertentangan. Tapi teorinya cenderung membenarkan semua agama. Padahal Islam adalah agama yang justru menjelaskan kesalahan-kesalahan yang terdapat pada agama-agama sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ini pula yang dimaksud Hanung. Filmnya berjudul ?, walau memang rilis tahun 2011, namun sejatinya skenario itu sudah ditulis oleh Schuon jauh hari Hanung hanya mengkopinya ke layar kaca lewat tokoh Rika, Surya, dan Hendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan sekarang sebenarnya sederhana: apakah Hanung Bramantyo adalah juga seorang freemason sama dengan Schuon? Semoga saja tidak.&lt;b&gt; (pz/Voa-Islam)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Referensi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adnin Armas, Gagasan Fritjof Schuon Tentang Titik Temu Agama-agama, dalam Jurnal Islamia, Dibalik Pahama Pluralisme Agama, (Thn 1 No 3: Pustaka Khairul Bayyan, 2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budhy Munawar Rachman, Islam Pluralis: Wacana Kesetaraan Kaum Beriman, (Jakarta: Paramadina, 2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinar Dewi Kania, Mewaspadai Kebangkitan Filsafat Perenial, Makalah Diskusi Sabtuan INSISTS, 16/04/2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komaruddin Hidayat, Agama Masa Depan Perspektif Filsafat Perenial, (Jakarta: Paramadina, 1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukidi, Teologi Inklusif Cak Nur, (Jakarta : Penerbit Kompas, 2001)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-8053417497664363586?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/8053417497664363586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/skenario-film-hanung-ternyata-ditulis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/8053417497664363586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/8053417497664363586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/skenario-film-hanung-ternyata-ditulis.html' title='Skenario Film Hanung Ternyata Ditulis Oleh Fritjof Schuon Tahun 1932'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-60bL5yli67M/TazeHImlAzI/AAAAAAAABuM/z54xxa9azFU/s72-c/schuon_menulis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-9005618975751143008</id><published>2011-04-17T10:53:00.000+07:00</published><updated>2011-04-17T10:53:20.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Perdebatan Lanjutan Hanung Bramantyo vs Wartawan 'Suara Islam' (2)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-x6YNoGW90I0/Tapj5xquI0I/AAAAAAAABuI/_L7zNj3PtOg/s1600/hb.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-x6YNoGW90I0/Tapj5xquI0I/AAAAAAAABuI/_L7zNj3PtOg/s320/hb.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Inilah Debat Lanjutan Wartawan Suara Islam (Abdul Halim Ayim) dengan Sutradara film "?" Hanung Bramantyo via Facebook:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;wartawan SI (16 April jam 7:32):&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terima kasih atas jawabannya yang cukup panjang. Namun jawaban tersebut saya nilai kabur dan terkesan hanya ingin membela diri, hanya ingin mendongkrak film ”?” yang berkualits sampah dan rombengan menjadi berkualitas perunggu, (bukan perak atau emas, terlalu tinggi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawaban tersebut justru menunjukkan anda telah mengadaikan idealisme dan integritas sebagai seorang sutradara film demi rasa kebencian terhadap Islam dan umat Islam. Padahal umat Islam mayoritas di negara ini sudah tertindas oleh minoritas Kristen, Katolik dan Cina dari segi politik, ekonomi dan media massa, sekarang anda malah menambahi dengan menindas dari sisi budaya. Sebelumnya saya akan menjawab dulu beberapa argumentasi anda. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kalau anda membela diri bahwa yang menusuk Pastor itu bukan mencerminkan orang Islam karena memakai jaket coklat dan mengendarai sepeda motor, siapapun pasti tahu bahwa yang anda maksud adalah orang Islam. Anda jelas mengacu pada peristiwa di Ciketing Bekasi tahun lalu, dimana seorang Pendeta HKBP ditusuk pemuda Islam setelah sebelumnya mereka diprovokasi jemaat HKBP Ciketing dan terjadi bentrokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi pemboman di Gereja, anda jelas mengacu pada pemboman beberapa tahun lalu yang menewaskan seorang Banser yang menjaga malam Natal. Secara tersirat anda menuding yang membom Gereja adalah orang Islam, padahal ada investigasi yang menyebutkan pemboman itu hasil dari operasi intelijen dengan sengaja untuk mendiskreditkan umat Islam sebagaimana bom buku bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda mengatakan diawal film itu digambarkan beberapa pemuda yang merawat masjid, itu hanyalah strategi anda agar film itu bisa diterima umat Islam. Namun ternyata jalan cerita selanjutnya penuh dengan kebohongan, murahan dan ternyata anda memiliki daya khayal yang lumayan tinggi. Pantas kalau akhirnya anda bisa merayu bintang sinetron untuk dijadikan istri setelah sebelumnya dengan kejam mendepak mamanya Bhumi dan menelantarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, justru pernyataan saya sebelumnya mengatakan anda menolak poligami dan mendukung pemurtadan, seperti dalam kasus murtadnya Rika. Jadi anda keliru dalam menanggapi pernyataan saya. Justru saya heran seandainya dalam film “?” anda mendukung poligami, karena poligami dibolehkan dan murtad dilarang keras dalam Islam. Terbukti dalam film itu anda menolak poligami seperti dalam kasus Rika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seandainya anda setuju poligami, saya haqqul yakin anda tidak perlu bertindak kejam dengan mendepak mamanya Bhumi demi memiliki cintanya si bintang sinetron. Cukup mamanya Bhumi dijadikan istri pertama (istri Jogja) dan si bintang sinetron jadi istri kedua (istri Jakarta). Jadi kalau singgah di Jogja atau Jakarta untuk mensutradarai film, sudah ditunggui para istri yang selalu siap menyambut kehadiran anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda berdalih murtadnya Rika karena merupakan pilihan hidup setelah dendam karena ditinggal suaminya poligami, apalagi anda memasang dalil surat Al Hajj ayat 17 (bukan ayat 7), jelas itu menunjukkan anda tidak faham tafsir Al Qur’an. Cobalah buka kembali beberapa kitab tafsir Al Qur’an mengenai surat Al Hajj ayat 17 tersebut. Saya kira anda mempunyai masalah pada paradigma berfikir, mengemukakan sesuatu berdasarkan keinginan hawa nafsu anda yang mendukung pluralisme, baru dicari-carikan ayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tafsir Surat Al Hajj ayat 17 adalah, ayat itu menunjukkan orang-orang sebelum kedatangan Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Tetapi setelah datangnya Islam, mereka wajib memeluk Islam. Jika mereka bersyahadat dan memeluk Islam, maka kebaikannya sebelum Islam akan dihitung dan dosanya akan dihapus. Tetapi sebaliknya kalau mereka menolak Islam atau murtad dari Islam, maka kebaikannya ketika Islam akan dihapuskan dan dosanya akan ditimpakan kepada dirinya akibat kemurtadannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ayat itu bukan menganjurkan orang bebas memilih keyakinan agamanya. Sedangkan murtad dari Islam bukan suatu pilihan hidup tetapi suatu kesalahan hidup yang fatal dan berakibat pada hukuman qishash. Islam sudah menarik garis tegas bagi orang yang murtad menjadi Nasrani, baca surat Maryam ayat 88-91 dan surat Al-Maidah ayat 73-74. Jadi sesungguhnya film “?” yang anda sutradarai itu jelas untuk menipu dan menjurumuskan manusia kedalam kesesatan, seperti disebutkan dalam surat Al An’am ayat 112. Hanya temannya syetan yang menjerumuskan manusia kedalam kesesatan. Jadi anda itu temannya syetan, karena ingin menjerumuskan manusia kedalam kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam film berkualitas sampah itu anda mengatakan tidak mendukung pemurtadan, jelas itu suatu kebohongan. Pertama, pada film itu akhirnya Abi dan kedua orang tua Rika menerima kembali kehadirannya meski telah menjadi Katolik. Kedua, anda menggambarkan setelah murtad dan menjadi aktivis Gereja, ternyata hidup Rika lebih bahagia daripada ketika masih menjadi muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dikatakan Rika telah melakukan perubahan besar dalam kehidupannya, seolah-olah menuju kehidupan yang lebih baik. Kalau anda mengatakan Abi menghargai pilihan Rika untuk murtad, betapa jumudnya pemikiran anda. Masak pilihan untuk menjadi murtad kok dihargai. Tidak menutup kemungkinan kalau pilihan itu dibiarkan, Abi yang masih kecil dan tak tahu apa-apa itu bisa saja menjadi Katolik mengikuti agama baru ibunya karena dialah yang mengasuh sehari-harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya kalau Abi ikut kakeknya. Lebih menggelikan lagi, anda mengatakan orang tua Rika mengambil sikap bijaksana sebagai seorang muslim dengan anaknya menjadi Katolik. Demikian itu bukan sikap bijaksana bung, tetapi sikap keterlaluan karena membiarkan anaknya masuk Neraka. Baca tafsir surat At Tahrim ayat 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, film itu mendorong penonton untuk membenci poligami dan menyetujui pemurtadan sebagai sebuah pilihan hidup. Padahal dalam Syariah Islam, poligami dibolehkan hingga empat istri dan hukuman bagi seorang murtad tidak lain adalah qishash (hukuman mati). Berarti dengan tegas anda menolak Syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin membela diri kalau restoran babi pak Tan semuanya sudah dipisahkan, antara memasak babi dan ayam serta bebek. Tetapi disitu anda jelas lebih mendukung masakan babi yang haram daripada ayam atau bebek yang halal. Terbukti anda mengejek masakan halal itu dengan kata-kata: “babi rasanya gurih tanpa banyak bumbu”, seperti yang dikatakan pak Tan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan juga dikampanyekan betapa nikmatnya makan daging babi daripada ayam atau bebek yang harus banyak bumbunya supaya menjadi nikmat. Tetapi kalau babi tidak perlu bumbu sudah nikmat sekali. Apa ini tidak berarti anda secara tidak langsung menyarankan agar umat Islam tidak perlu ragu-ragu lagi makan daging babi yang nikmat dan gurih meski haram ! Maklumlah anda masih keturunan Cina !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang lebih konyol lagi adalah si Menuk yang muslimah sholat disamping onggokan daging babi yang haram bahkan kiblatnya sengaja dihadapkan ke altar pemujaan agama Konghuchu yang penuh dengan dupa dan patung-patung dewa. Padahal itulah yang dilakukan Menuk setiap harinya ketika bekerja di restoran pak Tan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu bukan penghinaan ketika sholat menghadap Allah SWT sementara didekatnya ada onggokan daging babi dan kiblatnya sengaja dihadapkan ke altar pemujaan Konghuchu. Sebelumnya anda telah menghina Allah SWT dengan kalimat suci Asmaul Husna dibacakan dengan nada sinis dan ekspresi mengejek oleh seorang Pastor di Gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;wartawan SI (16 April jam 7:33):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, lebih tragis lagi penghinaan anda terhadap Islam. Bayangkan, Masjid sebagai tempat suci anda gunakan untuk latihan memerankan Yesus yang akan dilakukan Surya, hal ini menunjukkan anda telah menodai kesucian Masjid. Apalagi Surya sebagai seorang muslim memerankan Yesus di Gereja. Padahal masuk Gereja diharamkan bagi seorang muslim, apalagi memerankan Yesus didalam gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda perlu membaca sejarah Amirul Mukminin Khalifah Umar bin Khattab yang menolak masuk ke Gereja Suci di Baitul Maqdis (Yerusallem) setelah Kota Suci itu ditaklukkan pasukan Islam secara damai tanpa setetes darahpun tumpah pada tahun 16 Hijriyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, penyerbuan rumah makan Cina oleh umat Islam pada hari kedua lebaran barangkali baru pertama kali ini terjadi di Indonesia bahkan di dunia. Kalau biasanya peristiwa itu terjadi pada bulan puasa, dimana pada siang hari restoran atau warung makan tetap buka, itupun jarang sekali terjadi. Lha ini justru terjadi pada hari lebaran apalagi terhadap restoran Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan anda akan mengirimg opini agar umat Islam tidak segan-segan melakukan tindakan anarkhis terhadap orang Cina meski hari lebaran sekalipun. Sudah jelas anda ingin mencoba mendorong terjadinya konflik horisontal di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, tidak hanya menghina kesucian Islam, anda juga mencoba melecehkan Banser sebagai salah satu organ NU. Masak menjadi Banser sebagai pekerjaan atau tempat penampungan para pengangguran, seperti yang dikatakan Sholeh kepada Menuk. Lebih tragis lagi, Banser kok sampai bunuh diri hanya karena supaya lebih berarti dimata istrinya. Apalagi sebelum bunuh diri dengan memeluk bom, terlebih dahulu Sholeh berteriak laa illaha illallah, apa ini bukan penghinaan !!! Padahal bunuh diri hukumannya langsung masuk Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam analisis politik saya, anda tampaknya ingin membenturkan antara Banser NU dan Kokam (Komando Keamanan Muhammadiyah). Logikanya, anda baru saja mensutradarai film “Sang Pencerah” dan dimana-mana anda berkoar-koar menjadi keluarga besar Muhammadiyah. Dengan sendirinya, nanti kalau anggota Banser memburu anda karena dianggap telah menghinanya, anda akan kabur dengan meminta perlindungan pada Kokam dari buruan Banser karena anda merasa telah berjasa membuat film “Sang Pencerah”, apalagi anda selalu mengaku dari keluarga besar Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sendirinya akan terjadi konflik horizontal antara Banser vs Kokam. Apakah itu yang anda kehendaki ? Adapun yang saya dengar, sekarang para anggota Banser sudah mulai marah dengan penghinaan tersebut. Semoga saja Kokam tidak terpancing untuk membela, biar anda sendirian menghadapi Banser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, kalau anda menyatakan mengapa umat Islam protes ketika KH Ahmad Dahlan dimainkan seorang murtad, sementara tidak satupun orang Kristen protes ketika Yesus dimainkan oleh figuran seperti Surya yang beragama Islam, hal itu menunjukkan kepicikan pengetahuan anda tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menunjukkan anda menyamakan semua agama alias pendukung pluralisme, sehingga ketika simbol agama atau tokohnya dilecehkan tidak perlu protes. Lha itulah perbedaan antara Islam dan Kristen, bung. Kalau umat Islam protes karena tokohnya anda lecehkan, itu hak umat Islam. Kalau orang Kristen tidak protes meskipun Yesus diperankan figuran seperti Surya yang muslim, ya itu hak orang Kristen. Tetapi yang jelas anda telah merendahkan maratabat tokoh Islam karena diperankan oleh seorang murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya ingin bertanya dan jawablah dengan sejujur-jujurnya. Kalau anda berani menjawab berarti gentleman, tetapi kalau tidak berarti pengecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ide pembuatan film “?” dari siapa, sehingga anda bersedia menjadi sutradaranya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, siapa yang membiayai pembuatan film “?” yang katanya sampai menghabiskan Rp 5 miliar itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, siapa dalang sesungguhnya dibelakang film “?” ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, sebagai sutradara berpengalaman, mengapa anda berani mengabaikan empat pilar utama dalam sebuah film yang bagus yakni mengedepankan etika, moral, agama dan sosial. Apa yang mendorong anda bertindak nekat seperti itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, mengapa anda berani mengorbankan idealisme dan intergritas sebagai seorang sutradara demi sebuah film berkualitas sampah ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, mengapa mayoritas film anda selalu bertemakan penghinaan terhadap ajaran Islam, umat Islam dan institusi Islam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hingga perdebatan ini dibuat, Hanung Bramantyo belum memberi tanggapannya. (Voa-Islam)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-9005618975751143008?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/9005618975751143008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/perdebatan-lanjutan-hanung-bramantyo-vs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/9005618975751143008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/9005618975751143008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/perdebatan-lanjutan-hanung-bramantyo-vs.html' title='Perdebatan Lanjutan Hanung Bramantyo vs Wartawan &apos;Suara Islam&apos; (2)'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-x6YNoGW90I0/Tapj5xquI0I/AAAAAAAABuI/_L7zNj3PtOg/s72-c/hb.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-8804371740037943671</id><published>2011-04-17T10:47:00.000+07:00</published><updated>2011-04-17T10:47:07.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Inilah Perdebatan Hanung Bramantyo vs Wartawan 'Suara Islam' (1)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CJP04enBqOc/TapiirCPoVI/AAAAAAAABuE/wCdGXBwDY84/s1600/hanung.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-CJP04enBqOc/TapiirCPoVI/AAAAAAAABuE/wCdGXBwDY84/s1600/hanung.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah Perdebatan Hanung Bramantyo dengan Abdul Halim (wartawan Suara Islam/SI) Via Facebook Terkait Film "?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;wartawan SI (09 April jam 5:42):&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film terbaru anda keterlaluan. Film semacam itu hanya bisa dibuat oleh orang berfaham atheis atau hatinya dipenuhi dengan kebencian terhadap syariat Islam. Anda takabur dan besar kepala, ingin mencoba kesabaran umat Islam Indonesia. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan setimpal atas kejahatan anda selama ini terhadap umat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Hanung Bramantyo Anugroho (09 April jam 15:16):&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagian mana yg anda anggap keterlaluan? Jangan2 anda belom menonton secara keseluruhan lalu berkomentar dan menuduh saya tidak beriman. Sesungguhnya dg anda menuduh sprt itu, sikap anda yg keterlaluan:)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wartawan SI (10 April jam 6:32):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk pemerhati film-film anda, sejak Perempuan Berkalung Sorban, Sang Pencerah dan terakhir ?, bahkan film film anda sebelum PBS. Disitu saya rasakan banyak nuansa PKI alias marxismenya. Hanya sang pencerah yang saya nilai 5 karena aktornya seorang murtad. Seandainya bukan seorang murtad, akan saya nilai 6. Masak tokoh sebesar KH Ahmad Dahlan diperankan seorang murtad, apa tidak ada aktor lain, apa itu bukan penghinaan! Lainnya saya nilai 2 alias sangat sangat sangat jelek sekali karena menghina Islam dan umat Islam. Makanya Taufiq Ismail tidak pernah mau ketemu dengan anda. Saya sendiri seorang wartawan di Jkt dan pernah wawancara dengan Taufiq Ismail tentang film anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda menuduh sikap saya keterlaluan, kalaupun benar saya hanya keterlaluan kepada diri anda sendiri. Tetapi yang jelas anda sudah keterlaluan dan menghina serta merendahkan martabat Islam dan umat Islam. Seandainya anda tinggal di Pakistan, Afghaniustan atau Bangladesh, saya tidak tahu lagi bagaimana nasib anda. Anda pasti sudah kabur ke luar negeri. Untung anda tinggal di bumi Indonesia yang rakyatnya terkenal dengan keramah tamahan dan santunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang jelas, saya tidak pernah menuduh anda tidak beriman. Kalimat mana yang mengatakan anda tidak beriman. Masak sebagai sutradara film kok tidak teliti, makanya film-filmnya tidak bermutu dan penuh dengan fitnah dan kebencian terhadap Islam dan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hanung Bramantyo Anugroho (12 April jam 23:51):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab dulu pertanyaan saya, bung. Bagian mana yg merendahkan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wartawan SI (13 April jam 5:36):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film "?" yang anda sutradarai penuh dengan fitnah, kebencian dan merendahkan martabat Islam dan umat Islam. Film anda penuh dengan ajaran sesat pluralisme yang menjadi saudara kandung atheisme dan kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ketika pembukaan sudah menampilkan adegan penusukan terhadap pendeta, kemudian bagian akhir pengeboman terhadap Gereja. Jelas secara tersirat dan tersurat, anda menuduh pelakunya orang yang beragama Islam dan umat Islam identik dengan kekerasan dan teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menjadi murtad yang dilakukan oleh Endhita (Rika) adalah suatu pilihan hidup. Kalau semula kedua orangtua dan anaknya menentangnya, akhirnya mereka setuju. Padahal dalam Islam murtad adalah suatu perkara yang besar dimana hukumannya adalah qishash (hukuman mati), sama dengan zina yang dirajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, muslimah berjilbab, Menuk (Revalina S Temat) yang merasa nyaman bekerja di restoran Cina milik Tan Kat Sun (Hengki Sulaiman) yang ada masakan babinya. Anda ingin menggambarkan seolah-olah babi itu halal. Terbukti pada bulan puasa sepi, berarti restoran itu para pelanggannya umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, seorang takmir masjid yang diperankan Surya (Agus Kuncoro) setelah dibujuk si murtadin Menuk, akhirnya bersedia berperan sebagai Yesus di Gereja pada perayaan Paskah. Apalagi itu dijalaninya setelah dia berkonsultasi dengan ustad muda yang berfikiran sesat menyesatkan pluralisme seperti anda yang diperakan David Chalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anehnya, setelah berperan menjadi Yesus demi mengejar bayaran tinggi, langsung membaca Surat Al Ikhlas di Masjid. Padahal Surat Al Ikhlas dengan tegas menolak konsep Allah mempunyai anak dan mengajarkan Tauhid. Apa anda ini kurang waras wahai si Hanung. Semoga pembalasan dari Allah atas diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tampaknya anda memang sudah gila, masak pada hari raya Idul Fitri yang pebuh dengan silaturahmi dan maaf memaafkan, umat Islam melakukan penyerbuan dengan tindakan anarkhis terhadap restoran Cina yang tetap buka sehari setelah Lebaran. Bahkan sebagai akibat dari penyerbuan itu, akhirnya si pemilik Tan Kat Sun meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu anaknya Ping Hen (Rio Dewanto) sadar dan masuk Islam demi menikahi Menuk setelah menjadi janda karena ditinggal mati suaminya Soleh (Reza Rahadian), seorang Banser yang tewas terkena bom setelah menjaga Gereja pada hari Natal. Jadi orang menjadi muslim niatnya untuk menikahi gadis cantik. Sebagaimana anda menjadi sutradara berfaham Sepilis dengan kejam menceraikan istri yang telah melahirkan satu anak demi untuk menikahi gadis cantik yang jadi pesinetron. Film ini kok seperti kehidupan anda sendiri ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, si murtadin Endhita minta cerai gara-gara suaminya poligami. Karena dendam, kemudian dia menjadi murtad. Anda ingin mengajak penonton agar membenci poligami dan membolehkan murtad. Padahal Islam membolehkan poligami dan dibatasi hingga empat istri dan melarang dengan keras murtad dengan ancaman hukuman qishash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya anda setuju dan poligami dengan menikahi si pesinetron itu, anda tidak perlu menceraikan istri dan menelantarkan anak anda sendiri sehingga tanpa kasih sayang seorang ayah kandung dan dengan masa depan yang suram. Kasihan benar anak dan istri anda korban dari seorang ayah yang kejam penganut faham pluralisme dan anti poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, anda menghina Allah SWT dengan bacaan Asmaul Husna di Gereja dan dibacakan seorang pendeta (Deddy Sutomo) dengan nada sinis dan melecehkan. Masya' Allah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, anda menfitnah Islam sebagai agama penindas dan umat Islam sebagai umat yang kejam dan anti toleransi terhadap umat lain terutama Kristen dan Cina. Padahal sesungguhnya meski mayorits mutlak, umat Islam Indonesia dalam kondisi tertindas oleh Kristen dan Katolik serta China yang menguasai politik, ekonomi dan media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak melihat kondisi umat Islam di negara lain yang minoritas seperti Filipina Selatan, Thailand Selatan, Myanmar, India, Cina, Asia Tengah, bahkan Eropa dan AS. Mereka sekarang dalam kondisi tertindas oleh mayoritas Kristen dan Katolik, Hindu, Budha dan Komunis. Jadi anda benar-benar subyektif dan dipenuhi dengaan hati penuh dendam terhadap umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, film ini mengajarkan kemusyrikan dimana semua agama itu pada hakekatnya sama untuk menuju tuhan yang sama. Kalau semua agama itu sama, maka orang tidak perlu beragama. Jadi film anda ini dengan sangat jelas mengajarkan faham atheisme dan komunisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, nasehat saya, bertobatlah segera sebelum azab Allah SWT menimpa anda, karena hidup di dunia ini hanya sementara dan tidak abadi. Belajarlah kembali mengenai Islam yang benar sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah, bukan Islam yang diambil dari kaum Orientalis Barat dan para sineas berfaham sepilis yang sudah sangat jelas memusuhi Islam dan umat Islam. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hanung Bramantyo Anugroho (14 April jam 1:33):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih sudah menyaksikan film saya sekaligus mengkritik film tersebut. Saya sangat menghargai pandangan anda. Sebagai sebuah tafsir atas 'teks' saya anggap itu syah. Namun sayangnya, anda tidak memberikan kemerdekaan bagi yang menafsir 'teks' film tersebut dalam makna lain. Anda sudah terlanjur melakukan judgment berdasarkan 'teks' yg anda baca dan tafsirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini, saya akan mengajak anda untuk menafsir 'teks' film dalam kerangka berfikir yang lain. Tidak untuk menandingi, tapi untuk mengajak anda melihat tafsir dalam kerangka berfikir yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. A. Anda mengatakan bahwa adegan kekerasan: penusukan pastur dan pengeboman dilakukan oleh orang Islam. Padahal dalam dua adegan tersebut saya sama sekali tidak menampilkan orang Islam (setidaknya orang berbaju putih-putih, bersorban atau berkopyah). Di adegan penusukan pastur, saya menampilkan seorang lelaki berjaket coklat memegang pisau dan seorang pengendara motor. Kalau itu ditafsir orang Islam, itu semata-mata tafsir anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Di awal Film saya justru menampilkan sekelompok remaja masjid (bukan orang tua) yang melakukan perawatan atas masjid. Bukankah dalam hadist dianjurkan seorang pemuda menghabiskan waktunya untuk mengelola dan merawat masjid? Apakah saya menampilkan seorang pemuda Islam sembahyang atau merawat gereja? atau pemuda gereja, pastur sembahyang di masjid? Jadi tafsir atas pencampur adukan ajaran agama bukan tafsir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rika Murtad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa tafsir Rika murtad karena sakit hati dengan suaminya yang mengajak poligami saya benarkan. Tapi bukan berarti 'teks' tersebut mendukung poligami. Sejak awal keputusan Rika sudah ditentang oleh Surya, anaknya dan orang tuanya. Bagian mana yang menyatakan dukungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan shotnya: Surya berdialog dengan Rika: Kamu menghianati 2 hal sekaligus: perkawinan dan Allah! kalau toh disitu Surya diam saja ketika Rika menyanggahnya, bukan berarti Surya mendukungnya. Tapi sikap menghargai pilihan Rika. Hal itu tertera dalam surat Al Hajj ayat 7 : ‘Sesungguhnya orang yang beriman, kaum Nasrani, Shaabi-iin, Majusi dan orang Musyrik, Allah akan memberikan keputusan diantara mereka pada hari Kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Surya juga merupakan cerminan dari firman Allah : ‘Engkau (Muhammad) tidak diutus dengan mandat memaksa mereka beragama, tapi mengutus engkau untuk MEMBERI KABAR GEMBIRA yang orang mengakui kebenaran Islam dan kabar buruk dan ancaman bagi yang mengingkarinya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi, anak Rika, juga tidak mendukung sikap Rika ‘yang Berubah’. Abi protes dengan ibunya dengan cara enggan bicara. Bahkan hanya sekedar minum susu dikala pagi saja Abi tidak mau menghabiskan di depan ibunya. Demikian halnya Abi juga tidak mau makan sarapan yang disajikan ibunya. Itu adalah sikap protes dia kepada sang Ibu yang murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika toh Abi kemudian bersikap seperti Surya, bukan berarti abi mendukungnya. Tapi sikap menghargai pilihan. Lihat dialog Abi saat bersama Rika: … Kata Pak Ustadz, orang islam gak boleh marah lebih dari tiga hari. Apakah dialog tersebut diartikan mendukung kemurtadan? Bukankah makna dari dialog tersebut adalah mencerminkan sikap orang muslim yang murah hati: Pemaaf dan bijaksana (jika marah tidak boleh lebih dari tiga hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap murah hati juga ditunjukkan orang tua Rika pada adegan terakhir. Orang Tua Rika datang pada saat acara Syukuran Khatam Quran Abi. Coba perhatikan shot tersebut: Adakah dialog atau gesture yang menyatakan dukungan atas kemurtadan Rika? Dalam shot tersebut saya menggambarkan Rika menghambur memeluk ibunya dengan erat. Sementara ayahnya hanya diam, menggandeng Abi. Adegan tersebut sama sekali tidak menyajikan ‘teks’ dukungan atas kemurtadan. Tapi hubungan emosional antara ibu dan anak. Lagi-lagi saya menggambarkan sikap bijaksana seorang muslim sebagaimana firman Allah dalam quran sebagaimana diatas tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika anda membaca ‘teks’ dalam adegan tersebut sebagai sebuah dukungan terhadap kemurtadan, maka itu tafsir anda. Bukan saya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menuk adalah perempuan muslimah. Dia nyaman bekerja di tempat pak Tan karena pak Tan adalah orang yang baik. Selalu mengingatkan karyawan muslimnya sholat. Bagian mana yang anda maksud bahwa babi itu halal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menggambarkan adegan yang membedakan Babi dan bukan babi lebih dari sekali adegan. Pertama, pada saat Pembeli berjilbab bertanya soal menu makanan restoran pak Tan. Menuk mengatakan bahwa panci dan wajan yang dipakai buat memasak babi berbeda dengan yang bukan babi. (di film terdapat shot wajan, dan shot Menuk yang dialog dengan ibu berjilbab. Dialog agak kepotong karena LSF memotongnya. Alasannya silakan tanyakan kepada LSF)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pada saat Pak Tan mengajari Ping Hen (anaknya) mengelola restoran. Pak Tan dengan tegas menyatakan pembedaan antara babi dan bukan babi: … Ini sodet dengan tanda merah buat babi, dan yang tidak ada tanda merah bukan babi …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya menghalalkan Babi, tentunya saya tidak akan menggambarkan pemisahan yang tegas antara sodet, panci, pisau, dsb tersebut. Jadi tafsir anda yang mengatakan bahwa saya menghalalkan babi, semata-mata bukan tafsir saya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya justru menggambarkan sikap Menuk sebagai Muslimah yang menolak pernikahan beda agama dengan cara lebih memilih menikah dengan soleh (yang muslim) meski jobless, dibanding hendra. Padahal cintanya kepada hendra: … Saya tahu kita pernah punya kisah yang mungkin buat mas menyakitkan. Tapi buat saya adalah hal yang indah … karena Tuhan mengajarkan arti cinta dalam agama yang berbeda … (Dialog Menuk kepada Hendra di malam Ramadhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga menggambarkan sikap pak Tan yang menghargai Islam dengan cara meminta buku Asmaul Husna milik Menuk. Dan di akhir adegan, Pak Tan membisikkan sesuatu kepada Hendra yang mana kemudian Hendra melakukan perubahan besar dalam hidupnya: menjadi Mualaf dan merobah restorannya menjadi Halal. Lihat kata-kata isteri pak Tan di akhir film: … Pi, hari ini Hendra melakukan perubahan besar dalam hidupnya SEPERTI YANG PAPI MINTA …. (Dialog tersebut sebenarnya ungkapan dari pak Tan secara tersirat kepada "Hendra untuk berubah" )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tafsir Hendra pindah agama hanya ingin menikahi menuk adalah Tafsir anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, dalam film jelas-jelas tidak ada gambaran pernikahan antara Menuk dan Hendra. Ending Film saya justru menggambarkan Menuk menatap nama Soleh yang sudah menjadi nama Pasar … Darimana anda bisa menafsirkan bahwa Hendra pindah agama hanya karena ingin menikah sama menuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Surya adalah seorang aktor figuran. Di awal Film dikatakan dengan tegas lewat dialog: … 10 tahun saya menjadi aktor cuma jadi figuran doang!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai aktor yang selalui hanya jadi figuran, dia frustasi. Hingga menganggap bahwa hidupnya cuma sekedar numpang lewat. Dia diusir dari kontrakan karena menunggak bayar. Rika membantunya dengan menawari pekerjaan sebagai Yesus dengan biaya Mahal (perhatikan dialognya di warung soto). Semula Surya menolak. Tapi dia menerima hanya karena selama hidupnya dia tidak pernah mendapatkan peran Jagoan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah alasan yang sangat manusiawi. Namun alasan itu tidak begitu saja dia gunakan untuk melegitimasi pilihannya. Dia konsultasi dengan Ustadz Wahyu (David Khalil). Menurut Ustadz, Semua itu tergantung dari HATIMU, maka JAGALAH HATIMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkataan David Khalik tersebut, adakah kata yang menyarankan atau mendorong Surya menjadi Yesus? David Khalik memberikan kebebasan buat Surya untuk melakukan pilihannya. Dan Surya sudah memilih. Ketika di Masjid, David Khalik mengulang bertanya: Gimana? Sudah mantap hatimu? Lalu dijawab oleh Surya: Insya Allah saya tetap Istiqomah. Dijawab oleh David Khalik: Amin …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari adegan tersebut, adakah saya melecehkan Islam? Apakah dengan menghargai pilihan seseorang itu sama saja melecehkan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dialog dengan Ustad tersebut, Surya tidak langsung ke gereja. Dia melakukan tafakur di masjid dengan melihat asma Allah yang tertempel diatas dinding Mihrab. Lagi-lagi dia meyakinkan hatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak ada sedikitpun adegan yang menyatakan pelecehan terhadap agama Islam. Surya melakukan tugasnya sebagai aktor karena dia harus hidup. Bahkan untuk beli soto untuk sarapan saja dia tidak sanggup. Lagipula drama Paskah bukan ibadah. Tapi sebuah pertunjukan drama biasa. Ibadah Misa Jumat Agung dilaksanakan setelah pertunjukan Drama. Dalam hal ini Surya tidak melakukan ibadah bersama jemaah Kristiani di gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan pekerjaan sebagai aktor di malam Jumat Agung Surya membaca Surat Al Ikhlas berulang-ulang sambil menangis untuk menguatkan hatinya kembali sebagaimana yang disarankan Ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah dari adegan tersebut saya melecehkan Islam? Silakan di cek lagi …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berlanjut .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hanung Bramantyo Anugroho (14 April jam 1:33):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Saya benar-benar kagum dengan penafsiran anda soal adegan dalam film saya. Tidak heran anda menjadi seorang wartawan. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda benar-benar mengamati adegan demi adegan, anda akan menemukan maksud dari penyerbuan tersebut. Pertama, Penyerbuan itu didasari karena egositas dari hendra (ping Hen) yang hanya ingin mengejar keuntungan. Maka dari itu libur lebaran yang biasanya 5 hari, dipotong hanya sehari. Akibatnya, Menuk tidak bisa menemani keluarga jalan-jalan liburan lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Soleh (yang di adegan sebelumnya bertengkar dengan Hendra karena cemburu) merasa panas hati ketika mendengar Menuk tidak bisa menemani keluarga jalan-jalan. Karena rasa cemburu berlebihan, Soleh bersama para preman pasar dan takmir masjid yang di awal adegan bertengkar dengan hendra, melakukan pengeroyokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam adegan tersebut jelas tergambar SIKAP CEMBURU, MEMBABI BUTA, BODOH dan TERGESA-GESA pada diri Soleh yang mengakibatkan Tan Kat Sun meninggal. Sikap tersebut membuat Soleh menjadi rendah di mata Menuk: Lihat adegan selanjutnya: Menuk bersikap diam kepada Soleh. Meski masih meladeni sarapan, Menuk tetap tidak HANGAT dengan SOLEH. Hingga Soleh meminta maaf kepada Menuk. Namun, lagi-lagi Menuk tidak menanggapi dengan serius (perhatikan dialognya) : …. Mas, jangan disini ya minta maafnya. Dirumah saja …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab oleh Soleh: Kamu dirumah terlalu sibuk dengan Mutia … Menuk menimpali: … dimana saja ASAL TIDAK DISINI …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan Menuk itu yang membuat Soleh akhirnya memutuskan untuk memeluk BOM dan menghancurkan dirinya. Tujuannya, Agar dia menjadi BERARTI dimata isterinya ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah adegan di Film tersebut menggambarkan Menuk bahagia dengan kematian Soleh, sehingga dengan begitu dia bebas menikah dengan Hendra? Apakah adegan di Film menggambarkan hendra juga bahagia dengan kematian Soleh sehingga hendra bisa punya kesempatan menikah sama Menuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, saya kagum dengan tafsir anda. Hingga andapun bisa bebas sekali menafsirkan hidup saya. Semoga kita bisa menjalin silaturahmi lebih dekat sehingga anda bisa mengenal saya lebih baik, mas …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tentang Asmaul Husna yang dibacakan Pastur Dedi Sutomo bagi saya merupakan sebuah pesan teologis dari Islam yang saya selipkan di gereja. Jika tafsir anda saya melecehkan Islam, justru saya heran. Asmaul Husna merupakan nama ALLAH yang meliputi segala yang Indah di Bumi dan Langit. Tidak ada nama Indah selain diriNya yang dimiliki agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika Pastur Dedi Sutomo meminta Rika untuk menuliskan kesan TUHAN DIMATAMU, maka Rika kesulitan. (lihat adegannya, ketika dia kebingungan sendiri menuliskan itu). Lalu, dengan berat hati Rika menuliskan kesan TUHAN dengan menyebut rangkaian nama-nama Indah dalam Asmaul Husna … Apakah itu melecehkan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari diskusi ini saya menyimpulkan bahwa setiap Tafsir atas Teks FILM memiliki RUANG, WAKTU dan PERISTIWANYA sendiri. Saya sangat menghargai anda dalam melakukan tafsir. Tapi hargai pula orang yang melakukan tafsir yang berbeda dengan anda. Jika anda melihat secara jeli dan terbuka, saya justru banyak menyisipkan teologi Islam ke dalam gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ketika adegan Jesus disalib yang dimainkan Surya. Angle kamera saya diposisi rendah dengan foreground jamaah. Adegan itu menggambarkan semua jemaah Kristen memuja Jesus. Tapi sebenarnya saya menggambarkan jamaah tersebut memuja Islam. Lalu setelah adegan tersebut saya menyelipkan ayat Al Aikhlas yang menyatakan : Tuhan itu Satu, Tidak beranak dan diperanakan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, saya geli dengan anda dan umat Islam yang sepikiran dengan anda. Segitu protesnya anda dan umat Islam sepikiran dengan anda ketika Haji Ahmad Dahlan dimainkan oleh seorang Murtad. Tapi tidak ada satupun yang protes dari kaum Kristen ketika Jesus dimainkan oleh figuran seperti Surya. Malah anda sekarang yang protes, menuduh saya melecehkan Islam. Hehehe …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita sama-sama terbuka. Kita saudara. Sama-sama pengikut Rosululloh. Sesama Muslim saling mengingatkan. Semoga diskusi ini bisa menjadi pembelajaran kita bersama. Amin ….&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bersambung......(voa-Islam)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-8804371740037943671?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/8804371740037943671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/inilah-perdebatan-hanung-bramantyo-vs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/8804371740037943671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/8804371740037943671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/inilah-perdebatan-hanung-bramantyo-vs.html' title='Inilah Perdebatan Hanung Bramantyo vs Wartawan &apos;Suara Islam&apos; (1)'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-CJP04enBqOc/TapiirCPoVI/AAAAAAAABuE/wCdGXBwDY84/s72-c/hanung.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-3504266022989237425</id><published>2011-04-16T08:07:00.000+07:00</published><updated>2011-04-16T08:07:30.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Iwan Fals: Cintailah Masjid &amp; Qur'an, Semua Persoalan di Sana Jawabannya</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_5vtrt6gki8/TajrhAGTdVI/AAAAAAAABt8/v0zjeTVhAns/s1600/iwan.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://4.bp.blogspot.com/-_5vtrt6gki8/TajrhAGTdVI/AAAAAAAABt8/v0zjeTVhAns/s320/iwan.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SUBANG  – Musisi dan penyanyi Iwan Fals mengajak penggemarnya yang tergabung di Orang Indonesia (OI) untuk mencintai masjid dan Al-Qur'an. Di masjid bisa mengadu kepada Allah, di dalam Al-Qur'an ada jawaban atas semua persoalan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Masjid adalah tempat kita mengadu kepada Allah," kata Iwan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Sukamelang Subang Jawa Barat, Ahad petang (3/4/2011)lalu, dalam rangkaian tur ke 99 pesantren bersama kelompok Ki Kanjeng Ganjur pimpinan Al-Zastrow.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, para pentolan OI bercerita kepadanya bahwa selama ini banyak orang bertanya tentang apa saja kepadanya, bisa dijawab dan mendapatkan solusi terbaik. "Nah, giliran dia punya masalah bingung harus bertanya pada siapa," ujar Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika persoalan tersebut disampaikan kepada Iwan, dengan spontan dia menjawabnya, "Datanglah ke masjid. Sebab, di sana kita bisa mengadu kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak peristiwa itu, kata Iwan, di sejumlah daerah yang ada pesantren yang menjadi sasaran kunjungannya, massa OI selalu bersama-sama membersihkan dan shalat di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merindukan Al Qur’an &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nwry4BAm6RE/TajrpGFBA7I/AAAAAAAABuA/HAkmmNE-mf0/s1600/Iwan-Fals-Subang.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://2.bp.blogspot.com/-nwry4BAm6RE/TajrpGFBA7I/AAAAAAAABuA/HAkmmNE-mf0/s320/Iwan-Fals-Subang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pencipta dan pelantun Oemar Bakri, Bento dan Bongkar ini juga mengaku sangat merindukan Al-Qur'an untuk mengisi hari-hari hidupnya ke depan. "Sebab semua persoalan hidup, jawabannya ada di dalam Qur’an," kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku tersadar tentang kehebatan Qur’an ketika menyaksikan seorang qoriah pesantren Miftahul Ulum usai mengajinya lalu membawanya dengan cara memeluknya. "Dalam benak saya lalu berkata, (Qur’an dipeluk) pasti ada apa-apanya," ujar Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu bertanya pada Al-Zastrow, sahabat karibnya yang faham tentang Islam. "Kata dia (Al-Zastrow), karena Qur'an bisa menjawab semua persoalan hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ayah Galang Rambu Anarki itu memutuskan untuk membuka-buka sekaligus membaca dan memahami serta melaksanakan titah ayat-ayat yang terkandung di dalam Qur’an itu. "Selama ini saya senang baca buku, tapi, nggak ada yang bisa menjawab sekaligus memecahkan berbagai macam persoalan yang dihadapi," tutur Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan mengungkapkan tentang sejumlah surat dalam Qur’an yang menerangkan tentang kehidupan. "Misalnya, surat Al-Ashri tentang menghargai waktu dan Al-Ma'un tentang kasih sayang kepada sesama," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam, pesohor lagu-lagu balada yang pernah menjadi juara lomba azan sewaktu di SD itu mulai lancar berbicara bahasa dakwah dan menyitir ayat-ayat Qur’an, maka, Al-Zastrow pun kemudian tak pelak memanggil Iwan dengan sebutan Kiai Haji Iwan Fals. Hadirin pun menyambutnya dengan tepukan tangan. &lt;b&gt;[taz/tin](voa-islam.com)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-3504266022989237425?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/3504266022989237425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/iwan-fals-cintailah-masjid-quran-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3504266022989237425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3504266022989237425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/iwan-fals-cintailah-masjid-quran-semua.html' title='Iwan Fals: Cintailah Masjid &amp; Qur&apos;an, Semua Persoalan di Sana Jawabannya'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_5vtrt6gki8/TajrhAGTdVI/AAAAAAAABt8/v0zjeTVhAns/s72-c/iwan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-2714587237013603169</id><published>2011-04-15T21:05:00.000+07:00</published><updated>2011-04-15T21:05:25.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Jamaah Shalat Jum'at Masjid Mapolresta Cirebon Dibom</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-UV4fVoO4eng/TahQaKlaNPI/AAAAAAAABt4/XeN-ZZLB7IU/s1600/bom.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://4.bp.blogspot.com/-UV4fVoO4eng/TahQaKlaNPI/AAAAAAAABt4/XeN-ZZLB7IU/s320/bom.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cirebon  - Musibah... Terjadi ledakan di Masjid Mapolresta Cirebon, bom diduga berasal dari seorang jamaah shalat Jumat. Sesaat menjelang shalat Jumat dimulai, tiba-tiba di barisan (shaf) ke tiga terdengar suara ledakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bom di masjid tersebut terjadi pukul 12.15 WIB, saat salat Jumat hendak dimulai. Lebih 5 polisi yang terluka dilarikan ke RS Pelabuhan, 500 meter dari TKP.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pelaku yang mengenakan baju hitam itu pun langsung tewas. 17 Orang terluka akibat bom bunuh diri di masjid Polresta Cirebon. Seluruh korban adalah jamaah salat Jumat di masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"17 orang luka, termasuk anggota kita," ujar Kadiv Humas Irjen Anton Bahrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton membenarkan bom tersebut bom bunuh diri yang dibawa oleh seorang jamaah salat Jumat. Polisi masih menyelidiki motif dari aksi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam mengatakan pelaku bom bunuh diri sengaja menargetkan serangannya ke polisi. Hal itu dilihat dari posisi pelaku yang sengaja berdiri di shaf (barisan salat) dekat dengan Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco yang menjadi korban luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, sengaja menargetkan karena dia (pelaku) ikut dengan Pak Kapolresta (shaf-nya)," kata Anton kepada wartawan, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh korban ledakan di masjid Polresta Cirebon adalah polisi. Bahkan Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco menjadi salah satu korban luka. Selain Kapolresta Cirebon, korban luka lainnya adalah imam yang akan memimpin salat, Kasatlantas dan sejumlah polisi lainnya. Mereka dilarikan ke RS Pelabuhan dan RS Pertamina. Satu orang tewas, diduga pelaku bom bunuh diri. &lt;b&gt;[desvant/dtk](voa-islam.com)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-2714587237013603169?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/2714587237013603169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/jamaah-shalat-jumat-masjid-mapolresta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2714587237013603169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2714587237013603169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/jamaah-shalat-jumat-masjid-mapolresta.html' title='Jamaah Shalat Jum&apos;at Masjid Mapolresta Cirebon Dibom'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-UV4fVoO4eng/TahQaKlaNPI/AAAAAAAABt4/XeN-ZZLB7IU/s72-c/bom.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6355193190015123113</id><published>2011-04-15T08:43:00.000+07:00</published><updated>2011-04-15T08:43:38.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Lagi, Gereja Liar di Cileungsi-Bogor Bikin Ulah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-4yD59FQdJ0Q/TaeihSlfCdI/AAAAAAAABts/tQ3Hp2K940c/s1600/gerejaliar.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-4yD59FQdJ0Q/TaeihSlfCdI/AAAAAAAABts/tQ3Hp2K940c/s1600/gerejaliar.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta –Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Forum Silaturrahmi Muslim Limusnunggal (Fosmil) kembali menyatakan penolakannya terhadap keberadaan Gereja Pantekosta Indonesia Sidang Kota Wisata yang berlokasi di Jl. Narogong Raya Km.15 Rt.01/RW 04, Kampung Bakom, Desa Limusnunggal, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski telah beberapa kali mendapat surat teguran dari kecamatan dan Pemda Kabupaten Bogor, pihak gereja terus membandel melaksanakan kegiatannya. Belum lama ini, Fosmil mendatangi sekretariat Forum Umat Islam (FUI) di Kalibata untuk bersilaturahim, sekaligus meminta saran untuk menyelesaiakan masalah ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah satu perwakilan dari Fosmil,sejak 24 Oktober 2009, masyarakat setempat sudah mengajukan surat penolakan pendirian gereja kepada Kepala Desa (Kades) Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, H. Sukarman S.sos. Kepada masyarakat, Kades berjanji tidak akan mengeluarkan bentuk rekomendasi pendirian rumah ibadah/gereja di wilayah Desa Limusnunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah statemennya pada tanggal 4  Februari 2010, Pak Kades menyatakan, “Mulai saya menjabat Kepada Desa Limusnunggal sampai dengan masa berakhirnya masa jabatan, saya tidak akan mengeluarkan bentuk rekomendasi pendirian rumah ibadah atau gereja di wiayah Desa Limusnunggal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setahun kemudian, Kades Sukarman berkhianat dan mengingkari janjinya. Dalam Surat Pernyataan tertanggal 16 Maret 2011, Sukarman meralat pernyataannya yang pernah ia ucap sebelumnya. Katanya, ketika itu ia menandatangani surat pernyataan dalam keadaan terpaksa, karena didatangi oleh sekelompok orang yang menyatakan dirinya FOSMIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kondisi saya pada saat itu sangat tertekan, ketakutan dan diancam didemo untuk mengundurkan diri, kalau berani mengeluarkan Surat Rekomendasi pendirian gereja di Desa Limusnunggal. Juga pada saat itu, Kantor Kepala Desa dikunci dari dalam dan dijaga dari luar, sampai saya menandatangani Surat Pernyataan tersebut,” kata H. Sukarman bin Caban Bidun, S.sos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan warga terhadap rencana pembangunan gereja, pun diabaikan. Pada bulan Desember 2009, kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gereja tetap berlangsung. Hingga bulan Maret 2010, pembangunan gereja selesai dan dipergunakan untuk kebaktian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kemudian mengajukan surat penolakan yang ditujukan kepada Camat Cileungsi pada tanggal 8 April 2010. Keesokannya, Camat pun merespon dengan mengeluarkan surat teguran, namun bangunan tersebut masih digunakan untuk melakukan kegiatan kebaktian. Yang jelas, Camat sudah mengeluarkan Surat Teguran II dan ke-III untuk penghentian kegiatan keagamaan di bangunan yang belum ada izinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar bandel, pihak gereja tidak mengindahkan teguran Camat Cileungsi tersebut. Ketika masyarakat mempertanyakan kembali kejelasan penyelesaiannya, Pak Camat di depan masyarakat, MUI, Kapolres Bogor pun memberi jaminan jabatannya sebagai taruhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya, pada 20 April 2010, masyarakat mengajukan surat penolakan dan permohonan audiensi kepada Bupati Kabupaten Bogor. Mulanya tidak ada respon. Tapi kemudian, pada tanggal 7 Mei 2010, Satpol PP Kecamatan dan Kabupaten telah menyegel gereja. Alhasil, meski sudah disegel, bangunan tersebut tetap digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan terus bergulir, masyarakat menuntut Pemda Kabupaten Bogor agar segera membongkar gereja yang ada didesa itu. Bila tidak dibongkar, masyarakat mengancam akan membongkarnya sendiri. Akhirnya, bupati berjanji  dan menepati janji untuk membongkar Geraja Pantekosta tersebut. Pada tanggal 19 Juli 2010, bangunan gereja pun dibongkar oleh Satpol PP Kabupaten Bogor sesuai janji Bupati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gereja Tetap Melanggar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca pembongkaran dan penertiban, pihak gereja tetap bersikukuh melakukan kebaktian dengan cara mendirikan tenda  yang mewah dan ber-AC. Hingga saat ini kebaktian tersebut terus berlangsung. Bahkan, dengan berbagai cara, pihak gereja melakukan pendekatan terhadap warga sekitar untuk mendapatkan tanda tangan untuk mengajukan permohonan izin kepada Pemkab Bogor melalui instansi-instansi terkait&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuat kesal, masyarakat lalu membuat laporan sekaligus pernyataan penolakan izin pembangunan gereja yang disampaikan kepada Bupati Bogor. Hampir saja masyarakat dibuat letih dengan ulah gereja. Secara psikologis maupun sosiologis, masyarakat Desa Limusnunggal merasakan keresahan, karena mereka terus saja mengadakan kegiatan eksklusif dengan jamaah yang datang dari luar wilayah dengan berbagai kendaraan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut sangat kontras dengan suasana sekitar yang memang termasuk kawasan industri, penduduk dengan 99% adalah musim, sangat berdekatan dengan Masjid Baiturrahman (seberang jalan, hanya beberapa puluh meter saja). Apabila Pemkab Bogor bersama instansi terkait tidak melakukan upaya preventif, berarti sama dengan membiarkan rusaknya persatuan anak bangsa, rusaknya kerukunan umat beragama dan merusak tali persaudaraan warga Desa Limusnunggal yang saat ini mulai dipecah-belah oleh pihak gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami berharap, jangan sampai permasalahan ini dibiarkan berlarut-larut sehingga membangkitkan emosi warga muslim yang didasari oleh semangat membela dan mempertahankan akidah,” kata Ketua Fosmil H. Sarta Ahmad Firdaus, S.Ag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sangat jelas, pihak gereja selalu saja melanggar Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri No. 88 dan 9 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragana dan Pendirian Rumah Ibadat pasal 13 dan pasal 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalih Gereja Pantekosta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak gereja pun berdalih dan menyalahkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang tidak bersedia memenuhi permohonan rekomendasinya mendirikan gereja. FKUB pun dituding belum pernah melakukan dialog dengan pihak gereja dan tokoh masyarakat Limusnunggal, tetapi FKUB Kabupaten sudah mengeluarkan surat yang menyatakan belum dapat memebuhi permohonan rekomendasi perolehan izin penderian Gereja Pantekosta Indonesia Sidang Jemaat Kota Wisata, hanya dengan alasan Surat Penolakan dari FOSMIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia Pembangunan Gereja Pantekosta Indonesia Sidang Kota Wisata, Rekson Sitorus SH mengklaim telah melampirkan daftar nama dan fotokopi KTP, masing-masing 113 orang Jemaat, 60 orang Tokoh Masyarakat, 105 warga Desa Limusnunggal, disahkan oleh Ketua RT 01, Ketua RW 04 dan Kepala Desa Limusnuggal. Bagi gereja, persyaratan itu dianggap sudah cukup  alasan hukum bagi FKUB mengeluarkan rekomendasi tertulis.  ●&lt;b&gt; Desastian/(voa-islam)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6355193190015123113?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6355193190015123113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/lagi-gereja-liar-di-cileungsi-bogor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6355193190015123113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6355193190015123113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/lagi-gereja-liar-di-cileungsi-bogor.html' title='Lagi, Gereja Liar di Cileungsi-Bogor Bikin Ulah'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-4yD59FQdJ0Q/TaeihSlfCdI/AAAAAAAABts/tQ3Hp2K940c/s72-c/gerejaliar.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-2837354831989456232</id><published>2011-04-15T08:40:00.000+07:00</published><updated>2011-04-15T08:40:07.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Waspada! NII KW IX Masih Mencari Mangsa Untuk Diperas</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-HeNFxyYDjlI/TaegLHRkLII/AAAAAAAABto/pUzvK5wPgNg/s1600/nii.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://2.bp.blogspot.com/-HeNFxyYDjlI/TaegLHRkLII/AAAAAAAABto/pUzvK5wPgNg/s320/nii.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta - Beriman, berhijrah dan berjihad adalah tahap-tahap perekrutan di NII. Jihad di kelompok ini berarti harus siap mencari orang dan uang. Demikian doktrin cuci otak bagi para korban NII (Negara Islam Indonesia) yang sejatinya sangat tidak islami dan terus menerus mejadi musuh dalam selimut yang tak pernah tuntas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anehnya Pemerintah seakan tak bergeming menyelesaikannya, sudah berapa kali Indonesia berganti pemimpin, namun NII juga sekte sesat seperti JIL (Jaringan (Non) Islam Liberal), LDII, Ahmadiyah dan lainnya tak pernah tuntas diberantas. Apalagi harus menunggu kerja Densus 88, rasanya mereka hanya mengejar target pesanan AS, Australia, maupun kaki tangan Yahudi Lainnya. Tak salah sering disentil sebagai pengawal kepentingan penguasa dan ada yang berseloroh Densus 88 menjadi agen tukang bikin pengalihan isu.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kasus terbaru adalah terungkapnya kasus Laila Febriani alias Lian, pegawai honorer Departemen Perhubungan, yang terdampar dua hari di Masjid At Ta'awun dikawasan Puncak Pas, Bogor. Ketika ditemukan, Lian sudah terdoktrin dan hilang ingatan, bahkan ia sudah merubah gaya berpakaiannya menjadi Jilbab Lebar dan bercadar yang sesungguhnya jauh dari gaya busananya sehari-hari. Dibalik kasus ini terkesan untuk memojokkan citra berbusana pakaian muslimah dengan kain jilbab yang lebar dan bercadar. Tak hanya itu, Lian menyebut banyak pria berjenggot tebal diantara mereka. Haha, lagi-lagi ada character assasination lagi yang memojokkan Islam. &lt;a href="http://www.goihsan.info/2011/04/grand-design-memojokkan-islam-di-negeri.html"&gt;Baca Selengkapnya disini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam kini hanya bisa berharap pada aksi massa dan bantuan dari Tim Rehabilitasi NII Crisis Center. Ketua Tim Rehabilitasi NII Crisis Center Sukanto menandaskan "Kalau seseorang sudah dibaiat menjadi anggota NII mereka harus berjihad untuk NII. Jihad yang dimaksud ya cari uang dan cari orang." Penjelasan Sukanto bisa &lt;a href="http://www.slideshare.net/dirgaa/negara-islam-indonesia-kw-ix-oleh-sukanto"&gt;Anda baca disini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NII Crisis Center adalah tempat untuk mencari informasi dan rehabilitasi oleh orang-orang yang pernah dicuci otak oleh jaringan Komandemen Wilayah (KW) 9 NII (NII memiliki 10 KW, sedangkan KW 9 beroperasi di Jabodetabek). Forum ini didirikan oleh sejumlah mantan anggota NII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukanto menegaskan, setiap anggota NII diwajibkan merekrut sejumlah orang setiap bulannya. Belum lagi target uang yang harus disetor setiap anggota kepada masing-masing kepala desa. Berapa jumlahnya, bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena ketatnya target orang dan uang yang harus disetor, maka para anggota itu harus bolos kerja dan kuliahnya. Jadi ya kehidupan dia jadi berantakan dan mereka seakan tidak menyadari itu," kata pria yang pernah menjabat sebagai salah satu camat di NII ini. Sekadar diketahui, NII memiliki struktur seperti negara yang memiliki jabatan ketua RT, lurah, camat, hingga presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukanto mengatakan, karena tekanan 'jihad' palsu  ini, banyak anggota yang sebenarnya merasa tidak kuat. Namun mereka seperti tidak memiliki keberanian untuk meninggalkan komunitas atau jaringan tersebut. Bahkan ada yang mengaku ada saudaranya yang anggota TNI agar ia bisa lepas dari teror dan kejaran anggota NII KX IX yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa sahabat jurnalis voa-islam bahkan sempat meninggalkan kuliahnya karena dipaksa menjadi seorang pengemis di lampu merah demi mengumpulkan uang untuk disetorkan kepada NII kW IX ini, namun Allah menyelamatkannya dan mampu melepaskan diri dari jerat sesat NII KX IX ini. Menurut penturuan beliau, uang yang terkumpul dicurigai mengarah kepada pesantren Az Zaitun di Indramayu yang memang terkenal kontroversial dan dekat dengan mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nii-alzaytun.blogspot.com/2007/02/nii-kw-ix.html"&gt;MUI sendiri telah merilis sikapnya terkait NII&lt;/a&gt;, selengkapnya baca disini. Penyimpangan terjadi ketika masa pimpinan Abu Toto alias alias Abu Toto Syekh Panjigumilang (yang juga Syekh Ma’had Al-Zaitun, Desa Gantar, Indramayu, Jawa Barat). Gerakan ini mencari mangsa dengan jalan setiap jamaah diwajibkan mencari satu orang tiap harinya untuk dibawa tilawah. Lalu diarahkan agar hijrah dan berbaiat sebagai anggota NII. Karena dengan baiat maka seseorang terhapus dari dosa masa lalu, tersucikan diri, dan menjadi ahli surga. Untuk itu peserta ini harus mengeluarkan shadaqah hijrah yang besarnya tergantung dosa yang dilakukan. Anggota NII di Jakarta saja, saat ini diperkirakan 120.000 orang yang aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengubah beberapa ketetapan-ketetapan Komandemen yang termuat dalam kitab PDB (Pedoman Dharma Bakti) seperti menggantikan makna fai’ dan ghanimah yang tadinya bermakna harta rampasan dari musuh ketika terjadi peperangan (fisik), tetapi oleh Abu Toto diartikan sama saja, baik perang fisik maupun tidak. Artinya, harta orang selain NII boleh dirampas dan dianggap halal. Pemahaman ini tidak dicetuskan dalam bentuk ketetapan syura (musyawarah KW IX) dan juga tidak secara tertulis, namun didoktrinkan kepada jamaahnya. Sehingga jamaahnya banyak yang mencuri, merampok, dan menipu, namun menganggapnya sebagai ibadah, karena sudah diinstruksikan oleh ‘negara’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesesatan NII KW IX juga terjadi dalam hal shalat, dalam Kitab Undang-undang Dasar NII diwajibkan shalat fardhu 5 waktu, namun perkembangannya, dengan pemahaman teori kondisi perang, maka shalat bisa dirapel. Artinya, dari mulai shalat zuhur sampai dengan shalat subuh dilakukan dalam satu waktu, masing-masing hanya satu rakaat. Ini doktrin Abu Toto dari tahun 2000-an.&lt;br /&gt;Mengenai puasa, mereka mengamalkan hadits tentang mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka dengan cara, sudah terbit matahari pun masih boleh sahur, sedang jam 5 sore sudah boleh berbuka. Alasannya dalil hadits tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ada saudara atau kerabat anda yang masih terjerat mangsa dan teror NII KW IX ini segera laporkan kepada MUI, Depag atau aparat Kepolisian agar segera mendapat pertolongan dari jerat "Jihad Palsu" ala NII KW IX. Waspadalah. [desvant]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MUI Menerima Konsultasi &amp;amp; Advokasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nii-crisis-center.com/home/"&gt;* Call Center 08985151228- Email - FS - Facebook - Tagged - Chat YM : ken_setia@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* (MUI)K.H Mahruf Amin(0816790343)-Amidhan(081172000)-Aminudin Yakub (0818404946)-K.H Kholil Ridwan (0816882911***&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; (d5vn2/voa-islam.com)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-2837354831989456232?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/2837354831989456232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/waspada-nii-kw-ix-masih-mencari-mangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2837354831989456232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2837354831989456232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/waspada-nii-kw-ix-masih-mencari-mangsa.html' title='Waspada! NII KW IX Masih Mencari Mangsa Untuk Diperas'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-HeNFxyYDjlI/TaegLHRkLII/AAAAAAAABto/pUzvK5wPgNg/s72-c/nii.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-3590023621870656162</id><published>2011-04-15T08:29:00.000+07:00</published><updated>2011-04-15T08:29:20.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Tinggalkan Ideologi Islam, PKS Lemah Ditinggal Pergi Para Pendirinya</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MNbQN1Sd_g4/TaefVWFadPI/AAAAAAAABtk/tAFGVCoc1jw/s1600/pks2.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://1.bp.blogspot.com/-MNbQN1Sd_g4/TaefVWFadPI/AAAAAAAABtk/tAFGVCoc1jw/s320/pks2.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JAKARTA  – Perubahan ideologi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi partai terbuka ternyata dianggap sebuah kemunduran bagi kader inti. Sehingga, banyak dari para pendirinya yang justru keluar dari partai tersebut. Salah satunya diungkapkan oleh mantan Dewan Syariah Wilayah PKS Sigit Pranowo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bagi saya kemunduran PKS adalah dengan diumumkannya perubahan ideologi partai. PKS kini tidak menunjukkan jati dirinya sebagai partai Islam,” kata Sigit, Rabu (13/4/2011).&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sigit menyatakan, seharusnya PKS tetap mempertahankan ideologinya. Dia menjelaskan bahwa Islam itu menjadi ideologi pembawa rahmat bagi semua umat. Dulu, Rasululah Muhammad dalam mengumumkan dakwahnya berani terbuka dan secara nyata tidak malu-malu untuk menyatakan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa PKS justru terkesan malu-malu. Islam itu bukan sebuah kemunduran dalam sebuah demokrasi. Justru Islam diajarkan bagaimana kita bisa merangkul semua golongan tanpa menghilangkan jati diri sebagai muslim,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun menjelaskan bahwa PKS besar karena ideologinya sebagai partai Islam. Sehingga dia tidak yakin PKS menjadi partai yang besar di Pemilu 2014. “PKS besar pada Pemilu 2004 dan 2009 itu karena ideologinya masih partai Islam dan partai dakwah. Kini, dirubahnya menjadi partai terbuka, saya tidak jamin akan kesuksesan itu,” ucapnya Sigit yang keluar dari PKS di awal 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai langkah Yusuf Supendi, dia  mengatakan urusan Yusuf Supendi itu urusan pribadi beliau. Ya saya tidak mau membuka aib orang lain. "Yang terpenting, PKS harus bisa kembali pada awal PK (Partai Keadilan),” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomentari kasus Arifinto dan Misbakhun, Sigit memberikan petuah agar seluruh elite PKS bisa selalu menjaga amanah sebagai partai yang bersih. Dan DPP PKS diharapkan bisa mencari kader-kader yang terbaik untuk duduk di parlemen, dan bukan asal comot di tengah jalan. “Dengan jadi partai terbuka ini saya berharap  PKS tidak asal comot caleg. Dan mampu memberikan contoh yang baik. Bukan sebaliknya,” imbuhnya. &lt;b&gt;[taz/jpn](voa-islam.com)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-3590023621870656162?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/3590023621870656162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/tinggalkan-ideologi-islam-pks-lemah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3590023621870656162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3590023621870656162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/tinggalkan-ideologi-islam-pks-lemah.html' title='Tinggalkan Ideologi Islam, PKS Lemah Ditinggal Pergi Para Pendirinya'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MNbQN1Sd_g4/TaefVWFadPI/AAAAAAAABtk/tAFGVCoc1jw/s72-c/pks2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-1324676725427155930</id><published>2011-04-13T18:17:00.000+07:00</published><updated>2011-04-13T18:17:15.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Lima Masjid Dibakar di Medan, FUI Sumatera Utara Datangi Komnas HAM</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-sfYv_cLj7sU/TaWGJF7ZJ4I/AAAAAAAABtg/2rlUdgAzvJ0/s1600/fuisunut.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-sfYv_cLj7sU/TaWGJF7ZJ4I/AAAAAAAABtg/2rlUdgAzvJ0/s320/fuisunut.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta – Selama ini, media massa hanya memberitakan insiden, terkait pembakaran gereja di sejumlah daerah. Tapi giliran masjid yang dibakar, dirusak dan dibongkar oleh kelompok masyarakat tertentu, tak ada satu pun media yang mengabarkannya. Jelas ini tidak fair. Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka melakukan kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada yang menyebut umat agama lain sebagai umat yang intoleran. Katanya Indonesia negara hukum?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah sebabnya, Senin (11 April 2011) lalu, Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUI SU) bersama perwakilan dari warga Kampung Melayu, Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan didampingi oleh PAHAM (Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia, mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, guna melaporkan pengaduan masyarakat terkait pelanggaran HAM.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, menjelang Asyar, Sudirman Timsar Zubil (Ketua FUI SU), Sabarudin Sagala (warga Kp Melayu Selambo), Muhammad Daud Merutu (Penasihat Himounan Tani),  Herymereka diterima oleh Jhony Nelson Simanjuntak dan Bakti Eko dari Komnas HAM. Dalam pengaduannya, Ketua FUI SU menyampaikan tiga kasus sekaligus, terkait pembakaran, pembongkaran, pengrusakan masjid dan penganiayaan terhadap masyarakat di Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kejadian ini sudah terjadi berkali-kali dan telah menghanguskan beberapa masjid serta menyebabkan gesekan yang dapat menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. Kejadian ini memang tidak terpublikasi dengan baik, karena bagi sebagian media, kasus yang korbannya adalah masyarakat Islam (muslim), dianggap tidak ‘seksi’ dan menjual untuk dijadikan topik utama pemberitaan,” kata Direktur PAHAM Nasrullah Nasution SH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak main-main, ada beberapa tindakan pembakaran dan pengrusakan masjid disertai dengan penganiayaan, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu, Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAHAM Indonesia sebagai lembaga yang concern terhadap pembelaan dan penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan ini menyatakan: Menolak dengan tegas tindakan pembakaran dan pengrusakan sejumlah masjid di Sumatera Utara; Mendorong pemerintah dan pihak terkait agar mengambil tindakan untuk menghindari gesekan dan bentrokan antar umat beragama; dan meminta kepada Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa pembakaran dan pengrusakan masjid di Sumatera Utara, karena diduga kuat tindakan tersebut telah melanggar HAM.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Komnas HAM berjanji akan melakukan investigasi terhadap tindakan pemabakaran, pengrusakan dan pembongkaran sejumlah masjid di Medan, dan akan menanyakan langsung Poltabes Medan untuk mengusut dan menangkap pelaku pembakaran masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seriuskah Komnas HAM? Kita lihat saja nanti. Berita terkaitnya, akan segera dilaporkan voa-islam mengenai “Turunnya Tentara Alloh di Kampung Melayu Selambo – Deli Serdang”. Tunggu saja laporannya. &lt;b&gt;●Desastian(voa-islam)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-1324676725427155930?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/1324676725427155930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/lima-masjid-dibakar-di-medan-fui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1324676725427155930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/1324676725427155930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/lima-masjid-dibakar-di-medan-fui.html' title='Lima Masjid Dibakar di Medan, FUI Sumatera Utara Datangi Komnas HAM'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-sfYv_cLj7sU/TaWGJF7ZJ4I/AAAAAAAABtg/2rlUdgAzvJ0/s72-c/fuisunut.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-8833512069158178402</id><published>2011-04-13T18:14:00.000+07:00</published><updated>2011-04-13T18:14:12.907+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>'Tentara Allah' Turun di Kampung Melayu Selambo - Deli Serdang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-e0-ofVUxbeg/TaWFQEC-9bI/AAAAAAAABtc/QB_x7CU4D3Y/s1600/tentara+allah.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-e0-ofVUxbeg/TaWFQEC-9bI/AAAAAAAABtc/QB_x7CU4D3Y/s320/tentara+allah.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta&amp;nbsp; – Pagi itu, waktu Dhuha, pukul 10.00 WIB, usai menggarap ladang, 20 petani Kampung Melayu Selambo, Deli Serdang, Sumatera Utara yang tengah rehat di teras Masjid Al Barakah, tiba-tiba diserang sekitar 300 lebih kelompok preman bersenjata tajam. Sambil mengacungkan golok, linggis, kelewang, dan batu, kelompok itu meneriakkan: “Bunuh, cincang saja orang Islam teroris, di Jakarta kalian bisa menang, tapi jangan coba-coba disini.”&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya mengacungkan senjata, tapi juga melempari atap masjid tersebut dengan batu, sampai atapnya bocor di sana-sini. Kejadian itu terjadi, Sabtu, 30 Oktober 2010 lalu. Hingga masuk waktu Zuhur, petani yang semuanya muslim itu bertahan di dalam masjid. Di tengah situasi yang mencekam dan dipenuhi rasa takut itu, para petani mengumandangkan azan. Usai azan, mereka meneriakkan takbir “Allohu Akbar”.  Lalu apa yang terjadi, para penyerang itu lari terbirit-birit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak saksi mata, baik di pihak penyerang maupun para kuli bangunan yang sedang bekerja di sekitar masjid, menyaksikan dan melihat langsung pasukan berjubah putih, berpakaian ala Romawi dan Ninja. Kata seorang warga yang bekerja sebagai kuli bangunan kepada Pengurus FUI Sumatera Utara, ia seperti menonton film dari atas balkon saja. Bahkan ia melihat para penyerang yang berjumlah ratusan orang itu saling berkelahi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas siapakah pasukan berpakaian ala Romawi, berjubah putih dan bergaya Ninja seperti yang disaksikan banyak mata? Bukan tidak mungkin, Tentara Allah datang memberi pertolongan kepada umat Islam di Kampung Melayu Selambo - Deli Serdang yang terkepung dalam keadaan tak berdaya. Wallahu'alam bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, aneh bin ajaib, meski warga muslim yang hanya berjumlah 20 orang ini dalam posisi diserang, tapi yang jatuh korban, justru berada di pihak penyerang. Dikabarkan, empat orang penyerang terluka, dua diantaranya kritis dan harus diopname di sebuah rumah sakit di Medan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan,  300 melawan 20. Logikanya, yang sedikit akan dikalahkan yang banyak. Sedangkan, menurut pengakuan Sabarudin, dirinya bersama rekannya tidak melakukan perlawanan, dengan alasan takut dan tidak punya senjata. Setelah mengepung warga muslim di Masjid Al Barakah itu, akhirnya para penyerang mundur ke belakang dan membakar tujuh unit rumah warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara penyerang itu, kata Sabarudin Sagala, salah seorang petani yang diserang itu, mengenali beberapa wajah yang ternyata sebagian berasal dari warga setempat. “Kelompok penyerang itu sepertinya terorganisir. Diantara mereka, ada yang saya kenal,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, aparat kepolisian mulai melakukan pengamanan di sekitar masjid. Keanehan kembali terjadi, sekitar pukul 14.00 WIB, ketika salah seorang aparat bermarga Manurung sedang rebahan di ruang majelis Masjid Al Barkah. Tiba-tiba saja, kaki bagian kirinya seperti ada yang terangkat. Begitu terbangun, polisi itu melihat makhluk berukuran tinggi besar dan mengerikan. Believe or not, wajah makhluk gaib itu terlihat hingga di ujung langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Melapor Malah Ditahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada wartawan, Sabarudin Segala yang bergabung sebagai anggota Himpunan Tani d wilayahnya itu itu mengatakan, sejak Subuh, ia bersama rekannya sesama warga Kampung Melayu Selambo, Deli Serdang, Sumatera Utara, memang terbiasa berkumpul di teras masjid, tak jauh dari ladang, tempat mereka menanam Palawijaya. “Kami biasa ngopi di teras masjid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat Sabarudin, Dari 20 petani yang bertahan di Masjid Al Barkah, diantaranya adalah bernama Thamrin, Midun, Amal Limbong, Andri Pasi, Thoriq, Nasrin Limbong, Darto, Tenang, Kholid, Rosyid, Sapriyadi, Sobri dan Ilyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus penyerangan, kata Sabarudin, bukanlah yang pertama, sebelumnya, lahan milik warga juga sempat dibabat seorang preman bayaran.” Motifnya adalah agar kami terusir dari lahan tersebut. Ada mafia tanah yang ingin merebut lahan petani yang kesemuanya muslim. Hingga saat ini pelaku pembabat lahan petani Kp Melayu Selambo itu belum ditetapkan sebagai tersangka. Warga meyakini, ada indikasi oknum polisi ikut bermain dan terlibat konspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah, petani yang dibabat lahannya itu menemukan mesin pembabat yang ditinggalkan pelaku di ladang mereka. Ketika petani melapor pada aparat, justru sang pelapor itu yang dituduh mencuri mesin milik sang pembabat. Konyolnya lagi, polisi malah menahan Ridho Limbong, warga dan petani yang melapor, selama 11 hari. Karena tidak terbukti, akhirnya Ridho Limbong dikeluarkan dari tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUI Sumatera Utara (FUI SU) yang dipimpin oleh Ustadz Sudirman Timsar Zubil yang mendampingi korban petani muslim Kp Melayu Selambo-Deli Serdang ini, telah berupaya menjembatani berbagai pihak berwenang untuk membantu menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu FUI SU juga telah mengupayakan, agar tujuh unit rumah yang dibakar para penyerang, termasuk atap masjid yang dirusak itu, kembali dibangun dan direnovasi kembali. Namun, karena police line belum dicabut di TKP (Tempat Kejadian Peristiwa), ia belum berani melakukan pembangunan. Karena khawatir dituduh menghilangkan alat bukti. Padahal bahan materiilnya sudah tersedia sebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam yang ingin menyumbangkan sebagian rezekinya, untuk memberi bantuannya memperbaiki bagunan rumah mereka yang dibakar, hubungi FUI SU (Ustadz Sudirman Timsar Zubil atau hubungi voa-islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini petani muslim Kp Melayu Selambo masih mengalami trauma untuk kembali ke ladang. Dari tanah garapan masyarakat seluas 425 hektar, kini tinggal 10 hektar, karena telah direbut mafia tanah yang melibatkan oknum aparat dan pejabat setempat. Anehnya, ketika ditagih warga untuk mengusut dan menangkap pelaku pembakaran rumah warga, pihak kepolisian selalu bilang,. “Sulit. Menangkap pelakunya seperti menemukan jarum di atas tumpukan jerami,” kata warga menirukan ucapan polisi. ● &lt;b&gt;Desastian(voa-islam)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-8833512069158178402?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/8833512069158178402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/tentara-allah-turun-di-kampung-melayu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/8833512069158178402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/8833512069158178402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/tentara-allah-turun-di-kampung-melayu.html' title='&apos;Tentara Allah&apos; Turun di Kampung Melayu Selambo - Deli Serdang'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-e0-ofVUxbeg/TaWFQEC-9bI/AAAAAAAABtc/QB_x7CU4D3Y/s72-c/tentara+allah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-780524259076279495</id><published>2011-04-12T20:26:00.001+07:00</published><updated>2011-04-12T20:27:57.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Memahami Surat Al Falaq</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Surat al-Falaq terdiri dari lima ayat dan tergolong makkiyyah (diturunkan sebelum hijrah). Bersama surat an-Nas, ia disebut al-Mu’awwidzatain. Disebut demikian karena keduanya mengandung ta’widz (perlindungan).  Keduanya termasuk surat yang utama dalam Al-Qur’an. Keutamaan surat al-Falaq selalu disebut bersamaan dengan surat an-Nas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keutamaan al-Mu’awwidzatain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shahih-nya, Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( أَلَمْ تَرَ آيَاتٍ أُنْزِلَتْ اللَّيْلَةَ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ قَطُّ؟))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahukah engkau ayat-ayat yang telah diturunkan malam ini, tidak pernah ada yang menyerupainya sama sekali? Kemudian beliau mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu hadits berikut,&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ عَيْنِ الْجَانِّ وَعَيْنِ الإِنْسِ, فَلَمَّا نَزَلَتْ الْمُعَوِّذَتَانِ أَخَذَ بِهِمَا, وَتَرَكَ مَا سِوَى ذَلِكَ))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari mata jahat jin dan manusia. Ketika turun al-Mu’awwidzatain, beliau memakainya dan meninggalkan yang lain. (dihukumi shahih oleh al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua surat ini disunatkan dibaca setiap selesai shalat wajib. Dalam hadits lain, ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan saya untuk membaca al-Mu’awwidzat tiap selesai shalat.” (HR. Abu Dawud, dihukumi shahih oleh al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunatkan juga membacanya sebelum dan sesudah tidur, sebagaimana disebutkan dalam hadits ‘Uqbah yang lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( ياَ عُقْبَةُ ! اِقْرَأْ بِهِمَا كُلَّمَا نِمْتَ وَقُمْتَ، مَا سَأَلَ سَائِلٌ وَلاَ اِسْتَعَاذَ مُسْتَعِيْذٌ بِمِثْلِهِمَا))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai ‘Uqbah, bacalah keduanya setiap kamu tidur dan bangun. Tidaklah seseorang bisa meminta atau berlindung dengan seperti keduanya.”  (HR. Ahmad dan Ibnu Khuzaimah, dihukumi hasan oleh al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits shahih juga menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan membacanya pada dzikir pagi dan sore. Beliau juga membacanya saat meruqyah diri beliau saat sakit dan disengat kalajengking. Demikian juga malaikat yang meruqyah beliau saat disihir Labid bin al-A’sham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tafsir Surat al-Falaq&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (Penguasa) waktu Subuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab, al-falaq berarti sesuatu yang terbelah atau terpisah. Yang dimaksud dengan al-falaq dalam ayat ini adalah waktu subuh, karena makna inilah yang pertama kali terdetik dalam benak orang saat mendengar kata al-falaq. Ia disebut demikian karena seolah-olah terbelah dari waktu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah memerintahkan untuk berlindung (isti’adzah) kepada Allah semata. Isti’adzah termasuk ibadah, karenanya tidak boleh dilakukan kepada selain Allah. Dia yang mampu menghilangkan kegelapan yang pekat dari seluruh alam raya di waktu subuh tentu mampu untuk melindungi para peminta perlindungan dari semua yang ditakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari kejahatan apa-apa yang telah Dia ciptakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yang pendek ini mengandung isti’adzah dari kejahatan semua makhluk. Al-Hasan Al-Bashri berkata : “Jahannam dan iblis beserta keturunannya termasuk apa yang telah Dia ciptakan.” Kejahatan diri kita sendiri juga termasuk di dalamnya, bahkan ia yang pertama kali masuk dalam keumuman kata ini, sebagaimana dijelaskan  Syaikh al-’Utsaimin. Hanya Allah yang bisa memberikan perlindungan dari semua kejahatan, karena semua makhluk di bawah kekuasaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memohon perlindungan secara umum dari semua kejahatan, kita berlindung kepada Allah dari beberapa hal secara khusus pada ayat berikut; karena sering terjadi dan kejahatan berlebih yang ada padanya. Di samping itu, ketiga hal yang disebut khusus berikut ini juga merupakan hal-hal yang samar dan tidak tampak, sehingga lebih sulit dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dari kejahatan malam apabila telah masuk dalam kegelapan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ghasiq berarti malam, berasal dari kata ghasaq yang berarti kegelapan. Kata kerja waqaba mengandung makna masuk dan penuh, artinya sudah masuk dalam gelap gulita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berlindung dari kejahatan malam secara khusus, karena kejahatan lebih banyak terjadi di malam hari. Banyak penjahat yang memilih melakukan aksinya di malam hari. Demikian pula  arwah  jahat  dan binatang-binatang yang berbahaya. Di samping itu, menghindari bahaya juga lebih sulit dilakukan pada waktu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada tali-tali ikatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tukang sihir biasa membaca mantra dan jampi-jampi, kemudian mereka tiupkan pada tali-tali yang di ikat. Inilah yang di maksud dengan ruqyah syirik. Sihir merupakan salah satu dosa dan kejahatan terbesar, karena disamping syirik, ia juga samara dan bisa mencelakakan manusia di dunia dan akhirat. Karenanya kita berlindung secara khusus kepada Allah dari kejahatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan wanita tukang sihir dalam bentuk muannats (feminin) dikarenakan jenis sihir ini yang paling banyak melakukannya adalah wanita. Dalam riwayat tentang sihir Labid bin al-A’sham yang ditujukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga disebutkan bahwa puteri-puteri Labid yang menghembus pada tali-tali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dari kejahatan orang dengki apabila ia dengki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengki (hasad) adalah membenci nikmat Allah atas orang lain dan menginginkan hilangnya nikmat itu darinya. Yang dimaksud dengan ‘apabila ia dengki’ adalah jika ia menunjukkan kedengkian yang ada di hatinya dan karenanya terbawa untuk membahayakan orang yang lain.  Kondisi yang demikianlah yang membahayakan orang lain. Orang yang hasad akan menempuh cara yang bisa ditempuh untuk mewujudkan keinginannya. Hasad juga bisa menimbulkan mata jahat (‘ain) yang bisa membahayakan sasaran kedengkiannya. Pandangan mata dengkinya bisa mengakibatkan orang sakit, gila, bahkan meninggal. Barang yang dilihatnya juga bisa rusak atau tidak berfungsi. Karenanya, kitapun berlindung kepada Allah dari keburukan ini secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga orang dengki yang hanya menyimpan kedengkiannya dalam hati, sehingga ia sendiri gundah dan sakit hati, tapi tidak membahayakan orang lain, sebagaimana dikatakan Umar bin Abdil Aziz: “Saya tidak melihat orang zhalim yang lebih mirip dengan orang terzhalimi daripada orang yang dengki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, untuk melindungi diri dari semua kejahatan kita harus menggantungkan hati kita dan berlindung hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa, dan membiasakan diri membaca dzikir yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini adalah salah satu wujud kesempurnaan agama Islam. Kejahatan begitu banyak pada zaman kita ini, sementara banyak umat Islam yang tidak tahu bagaimana cara melindungi diri darinya. Adapun yang sudah tahu banyak yang lalai, dan yang membacanya banyak yang tidak menghayati. Semua ini adalah bentuk kekurangan dalam beragama. Andai umat Islam memahami,mengamalkan dan menghayati sunnah ini, niscaya mereka terselamatkan dari berbagai kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Surat ini adalah surat yang utama, dan dianjurkan dibaca setelah shalat, sebelum dan sesudah tidur, dalam dzikir pagi dan sore, juga dalam ruqyah.&lt;br /&gt;2. Kita memohon perlindungan hanya kepada Allah dari semua kejahatan secara umum, dan beberapa hal secara khusus karena lebih sering terjadi, lebih samar atau karena mengandung bahaya yang lebih.&lt;br /&gt;3. Mewaspadai kejahatan malam, tukang sihir dan pendengki.&lt;br /&gt;4. Sihir dan ‘ain adalah perkara yang hakiki.&lt;br /&gt;5. Kesempurnaan agama Islam yang mengajarkan cara melindungi diri dari berbagai kejahatan.&lt;br /&gt;6. Kekurangan sebagian umat Islam dalam memahami, mengamalkan dan menghayati ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Quran dan Terjemahnya, Percetakan Mushaf Madinah.&lt;br /&gt;2. Irsyadul ‘Aqlis Salim Ila Mazayal Kitabil Karim (Tafsir Abu Su’ud), Maktabah Syamilah.&lt;br /&gt;3. Fathul Qadir, asy-Syaukani, Darul Hadits.&lt;br /&gt;4. Taysirul Karimir Rahman,  Muassasah ar-Risalah.&lt;br /&gt;5. Riyadhush Shalihin, an-Nawawi, al-Maktab al-Islami.&lt;br /&gt;6. Tafsir Juz ‘Amma, Website Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis: Ustadz Anas Burhanudin, MA / muslim.or.id&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-780524259076279495?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/780524259076279495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/memahami-surat-al-falaq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/780524259076279495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/780524259076279495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/memahami-surat-al-falaq.html' title='Memahami Surat Al Falaq'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-3636917079620904353</id><published>2011-04-12T14:00:00.000+07:00</published><updated>2011-04-12T14:00:18.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Grand Design Memojokkan Islam di Negeri Demokrasi bernama Indonesia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;By: Desvanto Rosatyawan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EBy2cgSIJ64/TaP4Aa__lrI/AAAAAAAABtE/G9h31my6bjQ/s1600/grand+design.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://2.bp.blogspot.com/-EBy2cgSIJ64/TaP4Aa__lrI/AAAAAAAABtE/G9h31my6bjQ/s320/grand+design.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ironis, Umat Islam yang merindukan kesahihan ala Al Qur'an dan As Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu Alayhi Wa Salam nampaknya babak belur disudutkan dan terjadi "character assasination" yang sengaja di desain dan dibuatkan stereotype buruk apabila hidup di negeri demokrasi ini, meski mayoritas umatnya beragama Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda masih ingat kasus "kolor ijo"? label ini begitu menakutkan para wanita karena isu pemerkosaan tanpa menjarah harta, ijo sendiri dekat dengan konotasi warna Islam. Kasus ini pun hilang terhembus waktu. Namun secara komunikasi, kesan yang muncul adalah jangan pilih Partai Hijau alias partai islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Nah kalo dulu masih menggunakan simbol dan tanda-tanda warna, namun saat ini semakin brutal saja stereotype buruk kepada Islam. Lihat saja di Indonesia, bagaimana stigma buruk disematkan oleh media-media liberal kepada umat Islam yang menginginkan kesalihan hidup, keberpihakan mereka kepada jargon "demokratisasi" sesungguhnya telah menohok umat Islam untuk menanggalkan pakaian taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari simak bersama, apa saja konspirasi dan dagelan yang dimainkan di negeri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Januari - Februari, Lintas Agama Bongkar Kebohongan SBY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, sejak Januari hinga April 2011 ini, isu-isu baru mendeskreditkan umat dan citra Islam selalu ada saja yang "dirilis" oleh kaum liberalis yang sejak jaman penjajahan Belanda sudah ditunggangi oleh Fremasonry Yahudi. Alih-alih ingin membongkar kebohongan Pemerintahan Presiden SBY-Budiono, malah Aktivis Lintas Agama yang di "bunuh karakternya", tidak tanggung-tanggung, langsung tertuju kepada Din Syamsudin yang cenderung islam moderat. Bukan aktivis lain yang cenderung nasionalis atau kristen sekalian. Memang betapa lihainya mereka membuat pengalihan isu untuk menggelembungnya penolakan kepada SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Februari - Maret : Kambing Hitam Umat Islam di Cikeusik dan Temanggung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai masalah ini, timbul isu baru lainnya yang lagi-lagi memanaskan politik nasional, mulai dari kasus Ahmadiyah di Cikeusik dan penodaan Islam oleh pendeta di Temanggung yang menyudutkan FPI. Belum jua kasus dan terungkapnya aktor intelektual yang menurut penelusuran tim wartawan dan kontributor bermula pada adanya rapat disebuah rumah oknum jenderal ini. Bahkan Amerika Serikat mati-matian intervensi Indonesia agar tidak melarang Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Haifah Israel, jemaat Ahmadiyah hidup aman. Tidak mungkin Amerika Serikat dan Israel lindungi Ahmadiyah kalau Ahmadiyah itu tidak menyimpang dari ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maret : Densus Latihan Anti Terorisme Teriakkan "Jihad"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang benar-benar melukai umat Islam, semua atribut Islam benar-benar babak belur dipermainkan Densus 88 Jatim, dalam simulasi penanganan bom di kereta komuter Stasiun Wonokromo, Kamis (24/3), menggunakan simbol ISLAM!!! Dalam latihan antiteroris, Densus 88 benar-benar tak beradab dan tidak menghargai perasaan umat Islam sebagai pemilik suara mayoritas di negeri terbesar ke empat didunia, dan negeri muslim terbesar di dunia. Kecaman datang akibat ulah Densus 88 Polda Jatim yang menggelar simulasi penanganan bom di kereta komuter dari Stasiun Wonokromo ke Stasiun Gubeng hari Kamis (24/3) kemarin. Apa pasal? apalagi kalau bukan pengunaan label pada kotak bom bertuliskan "Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran" dan juga menggunakan teriakan takbir dari orang yang digambarkan sebagai teroris yang digunakan Densus 88 Anti Teror dalam simulasi penanganan teroris ini dituding telah melecehkan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kotak bom bertuliskan "Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran" dan  beradegan takbir dari orang yang digambarkan sebagai teroris yang digunakan Densus 88 Anti Teror adalah penghinaan yang sangat jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maret : Cerita Berseri ala Bom Buku dan Situs PSSI di hack The Soldier of Allah. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum usai isu Dewan Revolusi yang akhirnya menguap ditelan waktu, timbul lagi isu baru yaitu teror "Bom Buku" yang lagi-lagi mengatasnamakan Jihad Islam. "Si pembuat bom bukan menarget orang-orang yang dikirimi (paket bom buku) itu. Akan tetapi, tujuannya adalah agar pemuda Pancasila, Liberal, Polisi dan tokoh politik misalnya, kemudian marah. Lalu membenci tokoh-tokoh Islam," kata Munarman. Bom buku juga langsung "menunjuk hidung" Ustadz Jihad Abu Bakar Ba'syir dan Abdullah Sunata. Persidangan belum usai, vonis belum dipalu namun media masa menohok kedua tokoh jihad beda generasi ini. Aneh bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum kasus ini kelar, timbul situs PSSI di Hack oleh aktivis Jihad Islam? Tak mempan menyerang Tokoh Lintas Agama yang menyudutkan Din Syamsudin, lalu menuduh ormas Islam cenderung anarkis dan menguapnya dalang Ahmadiyah di kasus Cikeusik dan Pendeta Anarkis di Temanggung, kini hacker bernama "The Soldier of Allah" menyerang situs PSSI dengan menuliskan kalimat-kalimat khas aktivis islam. Kalo ini umat Islam yang melakukannya, ada sedikit kejanggalan yaitu dengan penggunaan back-sound  rapper yang berceloteh tentang demokrasi dan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik Rap dimulai dengan menyebut sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib dan istri Rasulullah Aisyah. si Rapper memulai celotehnya dengan "Sarungkanlah Pedang Ali dan Siti Aisyah ke tempat yang pantas..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs tersebut kini tidak menampilkan halaman seperti biasanya, melainkan gambar yang berisikan pesan khusus. Pada halaman utama situs tersebut hanya menampilkan pesan bertuliskan Khilafah and Syariah The Solution dengan latar belakang bewarna hitam, situs tersebut juga disusupi lirik Rap yang menyerukan sindiran terhadap penguasa yang tidak becus mengatur rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maret-April : Ribut Internal PKS dan Politikus Video Porno&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf mengingatkan kepada para elit PKS agar tidak sewenang-wenang terhadap dirinya, karena ia mengancam akan membongkar semua tabir kepalsuan dan sejumlah kasus di tubuh PKS. “Saya ini diakui oleh Ustadz Abu Ridho sebagai perutnya PKS yang menyimpan banyak rahasia PKS. Jadi jangan coba-coba macam-macam. Nanti saya muntahkan semua peluru yang saya simpan ini,” ancamnya. Semoga kasus ini mencelikkan semua mata, agar istiqamah menjaga syariat Islam, termasuk syariat poligami. Karena di tangan orang yang tidak bertanggungjawab, syariat poligami tercederai,  nampak tercela, kotor dan keji di mata masyarakat awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus” (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 168, hadits nomor 9049). baca juga : Astagfirullah! Poligami 3 Elit PKS Bermasalah, Fasakh dan Langgar Syari'ah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat sudah kesal dengan ribut-ribut internal, eh timbul politkus PKS, Arifinto nonton film porno saat sidang Paripurna MPR/DPR. Label PKS porno akhirnya diributkan seluruh media massa.Politisi PKS, Arifinto kepergok menonton video porno saat Sidang Paripurna sedang berlangsung. Anggota Komisi V DPR tersebut sedang membuka-buka folder dari tablet. Tak lama kemudian, muncullah video porno tersebut. karena mendapat kiriman email dari seseorang. Tapi dari kacamata fotografer yang menjepret Arifinto, terlihat video tersebut dibuka dari kumpulan dokumen atau folder di dalam tablet. Demikian ungkap M Irfan, fotografer Media Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;April : Episode Film "?" &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak diluncurkan ke publik, film "?" langsung menyengat umat Islam sebagai kambing hitam, kalangan muda yang masih awam dibidik untuk membenci Islam, mereka disusupi label buruk dalam film "?" ini, kesan sok toleransi ala Hanung, seperti jalan yang menghantarkan umat ini pada sebuah pendangkalan aqidah dan jembatan menuju Neraka. Aroma pluralisme dalam film ”?” terasa begitu menyengat. Stereotype umat Islam yang buruk, dilukiskan Hanung dengan cara pandang yang lebay, tendensius, dan fatal. Setelah Film “Perempuan Berkalung Surban” menuai kontroversi, Sutradara Hanung Bramantyo kembali menggarap film terbarunya yang hanya diberi tanda “?” (tanda tanya). Difilm ke-14 nya tersebut, Hanung menggaet beberapa bintang film muda, seperti Reza Rahardian, Revalina S Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Sulaeman, David Chalik, dan Glenn Fredly. Film ”?” merupakan hasil produksi kerjasama antara Mahaka Picture dan Dapur Film ini, dimana Erick Thohir yang juga pemilik REPUBLIKA sebagai Produser Eksekutifnya, Titien Wattimena (penulis naskah), Tya Subiakto (penata musik),  dan Yadi Sugandi (penata fotografi). Untuk lokasi syuting dipilih di kota Semarang, Jawa Tengah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal film itu, penonton sudah disengat dengan hal yang sensitif, seperti  adegan penusukan terhadap seorang pendeta bernama Albertus. Tidak jelas apa motif penusukan yang dilakukan oleh seseorang yang berpenampilan preman tersebut. Meski tidak menunjuk hidung secara langsung, namun ada kesan Hanung hendak menggiring sterotype buruk, seolah yang suka melakukan tindakan anakis datang dari kelompok agama tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan selanjutnya, tanpa alasan yang jelas pula, sekelompok pemuda Islam bersarung dan berpeci tiba-tiba mencerca seorang keturunan Cina dengan panggilan ”Cino” (menyebut Cina dengan logat Jawa). Dalam film ini, Hanung banyak menggunakan simbolik-simbolik sensasi murahan yang didramatisir, yang berpangkal dari sebuah kemarahan terpendam. Bila Hanung mempersilahkan penonton memberi judul film “?” ini, maka pantas, jika film ini diberi judul “Sang Murtadin”. Anda Setuju???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April : Episode Hipnotis Untuk Jihad??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janggalnya kasus Hipnotis ibu Muda pegawai honorer Departemen Perhubungan untuk membantu Islam dengan cara Jihad nampaknya tidak ada relevansinya dan sangat jauh dari pergerakan umat Islam yang memang rindu Jihad dalam aktivitas dakwahnya. Cara-cara ini sangat lebay dan gak nyambung. Kami mengamati dan mengikuti pergerakan jihad islam di Indonesia dan mereka ga butuh hipnotis dan dukungan apalagi menculik Ibu-ibu hinga meninggalkan keluarganya. Bahkan lebih aneh, Selama berada di Masjid At-Ta'awwun, Puncak, Bogor, Lian Febriani (26) selalu menyebut-nyebut nama Aisyah yang tak lain nama istri Rasulullah SAW. Wanita misterius tersebut dikatakan Lian sebagai ibu yang pernah memandikannya. Berdasarkan cerita Lian kepada warga sekitar, sosok Aisyah digambarkan sebagai wanita  bercadar yang berbadan pendek. Ibu beranak satu itu juga pernah bercerita suatu hari dimandikan di tempat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia sering nanya, Ibu Aisyah katanya mau ke sini. Mana?" ucap Iwan menirukan Lian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lian Febriani adalah PNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang hilang sejak Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya. Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya. Saat ditemukan, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya. Termasuk dirinya sendiri. Dia juga mengenakan cadar dan mengaku bernama Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bulan MEI ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang akan diluncurkan pada bulan Mei? Kita lihat dan mari bongkar setiap konspirasi yang hendak memojokkan islam hingga Pemilu 2014 ini, karena label buruk yang terus menerus ditimbulkan akan berdampak kepada kebencian dan resistensi dari umat Islam sendiri yang akhirnya rakyat yang awam tak ada pilihan lain akan memilih partai terbuka, nasionalis dan terpaksa memilih yang liberal yang sejatinya berafiliasi pada kepentingan asing seperti yahudi dan sekutunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Purnawirawan Jenderal TNI bersuara keras pada kepemimpinan SBY. Selama SBY dan Boediono berkuasa, sistem ekonomi yang dikembangkan Indonesia begitu liberal. Bahkan, lebih liberal dari Amerika Serikat tegas Ketua Badan Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD), Letjen (purn) Kiki Syahnakri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dibandingkan Indonesia, kedua negara di Asia timur seperti Cina dan Jepang lebih serius dalam melindungi agenda dan memperjuangkan kepentingan nasionalnya.Meski China &amp;amp; Jepang menerima dan mengikuti praktik liberalisasi, tetapi juga memproteksi dengan menerbitkan berbagai regulasi yang melindungi kepentingan dalam negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letjen (purn) Kiki Syahnakri yang mantan wakil Kepala Staf Angkatan Darat menandaskan, pemerintah kini malah membuka pintu selebar-lebarnya kepada pihak asing untuk menguasai sumber-sumber kekayaan alam di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sinopsis Islam Indonesia?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkap sudah, islam garis keras, kalangan moderat, remaja dan juga dari kalangan partai yang konon islami seperti PKS pun tak luput dari stigmatisasi terstruktural atas label buruk dan pembunuhan karakter Islam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam kini tengah diuji dan kembali asing bagi pemeluknya, dan  dihalangi bukan oleh orang bule yahudi Belanda yang pura-pura menjadi islam seperti Snouck Hungronje (atau christian snouck hurgronje), melainkan oleh orang islam Indonesia sendiri, bahasanya sama, warna kulitnya sama, makannya sama, sukunya sama tapi ideologinya berhala dan dedikasi pada agama baru, yaitu agama demokrasi yang berhulu pada kepentingan Yahudi Israel, AS, Sekutunya dan kekuasaan yang tidak pro-rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan isu-isu ini kerap muncul ketika pasar politik kian memanas seperti halnya seperti ini yang disinyalir menjelang Pemilu 2014. Saatnya Ulama dan Pemimpin yang pro-rakyat, bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan amanah yang layak memimpin negeri Islam terbesar di Bumi ini. Jangan mau ditipu oleh  pencitraan lagi. Tolak ulama dan penguasa yang sibuk bermain watak dan hanya ngurus citra semata, saatnya kita butuhkan karya nyata dan pemimpin yang berani berpihak kepada rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo bongkar stigma buruk, waspadalah terhadap label dan pencitraan negatif yang mereka sengaja ciptakan kepada Islam!! Anda perlu tau, ada Yahudi dibelakangnya. Mereka mencoba membuat makar kepada Allah dan Umat Islam, maka Allah akan membalasnya, seperti firman Allah "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;٥٤. وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Mereka (orang-orang kafir itu) membuat makar, dan Allah membalas makar mereka. Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.” [Ali Imran : 54]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;١٥. إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْداً.  ١٦. وَأَكِيدُ كَيْداً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya mereka (orang-orang kafir itu) merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun merencanakan tipu daya pula, dengan sebenar-benarnya.” [Ath-Thariq : 15-16] &lt;b&gt;(voa-islam.com) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-3636917079620904353?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/3636917079620904353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/grand-design-memojokkan-islam-di-negeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3636917079620904353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3636917079620904353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/grand-design-memojokkan-islam-di-negeri.html' title='Grand Design Memojokkan Islam di Negeri Demokrasi bernama Indonesia'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-EBy2cgSIJ64/TaP4Aa__lrI/AAAAAAAABtE/G9h31my6bjQ/s72-c/grand+design.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-429096205127145611</id><published>2011-04-10T09:14:00.000+07:00</published><updated>2011-04-10T09:14:32.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-fFnli3G0KSo/TaESU_mc5NI/AAAAAAAABs8/ssVhFd3iR8g/s1600/film.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://3.bp.blogspot.com/-fFnli3G0KSo/TaESU_mc5NI/AAAAAAAABs8/ssVhFd3iR8g/s200/film.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta  - Toleransi ala Hanung seperti jalan yang menghantarkan umat ini pada sebuah pendangkalan aqidah dan jembatan menuju Neraka. Aroma pluralisme dalam film ”?” terasa begitu menyengat. Stereotype umat Islam yang buruk, dilukiskan Hanung dengan cara pandang yang lebay, tendensius, dan fatal.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Film “Perempuan Berkalung Surban” menuai kontroversi, Sutradara Hanung Bramantyo kembali menggarap film terbarunya yang hanya diberi tanda “?” (tanda tanya). Difilm ke-14 nya tersebut, Hanung menggaet beberapa bintang film muda, seperti Reza Rahardian, Revalina S Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Sulaeman, David Chalik, dan Glenn Fredly.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Film ”?” merupakan hasil produksi kerjasama antara Mahaka Picture dan Dapur Film ini, dimana Erick Thohir sebagai Produser Eksekutifnya, Titien Wattimena (penulis naskah), Tya Subiakto (penata musik),  dan Yadi Sugandi (penata fotografi). Untuk lokasi syuting dipilih di kota Semarang, Jawa Tengah.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya pilih tempat di Semarang, karena di sana ada lima agama, tapi tidak pernah terjadi penusukan terhadap umat beragama yang berbeda. Ini sebuah film yang menceritakan kegelisahan saya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Saya ingin berstatmen dalam bentuk film,” tukas Hanung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyaksikan launcing pemutaran film berdurasi 100 menit ini di bioskop Jakarta Teater, voa islam mencatat, ada beberapa adegan yang sangat menyengat dan melukai hati umat Islam. Aroma pluralisme sudah bisa dirakan saat melihat poster film itu dengan kata: “masih pentingkah kita berbeda?”. Bahkan Hanung akan memberi doorprize senilai Rp. 100 juta kepada penonton yang memberikan judul untuk film “?” ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Melukai Umat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal film itu, penonton sudah disengat dengan hal yang sensitif, seperti  adegan penusukan terhadap seorang pendeta bernama Albertus. Tidak jelas apa motif penusukan yang dilakukan oleh seseorang yang berpenampilan preman tersebut. Meski tidak menunjuk hidung secara langsung, namun ada kesan Hanung hendak menggiring sterotype buruk, seolah yang suka melakukan tindakan anakis datang dari kelompok agama tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan selanjutnya, tanpa alasan yang jelas pula, sekelompok pemuda Islam bersarung dan berpeci tiba-tiba mencerca seorang keturunan Cina dengan panggilan ”Cino” (menyebut Cina dengan logat Jawa). Dalam film ini, Hanung banyak menggunakan simbolik-simbolik sensasi murahan yang didramatisir, yang berpangkal dari sebuah kemarahan terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangan dalih toleransi, Hanung juga menciptakan adegan seorang Muslimah berkerudung yang merasa nyaman bekerja di sebuah rumah makan (restoran) yang menyajikan daging babi yang diharamkan oleh Islam. Toleransi ala Hanung ingin mengesankan, bahwa muslimah yang diperankan oleh Revalina  S Temat adalah muslimah yang ideal, yang bisa menghargai sebuah perbedaan. Meski tidak sampai memakannya, tidak terlihat kegalauan hati dari seorang Muslimah, seolah daging babi bukan sesuatu yang diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela adegan itu, ada seorang Muslimah yang menolak bekerja di sebuah restoran yang sama, dengan alasan prinsip agama yang dipegang. Namun, cara pandang Hanung yang keliru, ingin menunjukkan bahwa Muslimah yang menolak bekerja di restoran Cina karena menyajikan daging babi itu sabagai muslimah yang tidak toleran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sang Murtadin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan yang menyesatkan lainnya adalah ketika seorang wanita (diperankan Endhita) yang sebelumnya beragama Islam kemudian berpindah agama alias murtad menjadi seorang pemeluk Nasrani yang taat. Ada sebuah ungkapa yang terlontar dari bibir sang murtadin tadi, bahwa dirinya pindah agama tidak berarti mengkhinati Tuhan.  Pesan yang disampaikan dalam film ini adalah manusia berhak menjadi murtad, dan itu adalah hak asasi yang patut dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan yang lebih menyengat lagi adalah ketika seorang pemuda Muslim (diperankan Agus Kuncoro) bersedia diajak bermain drama di sebuah gereja pada perayaan Paskah, dengan memerankan sebagai Yesus Kristus. Mulanya hatinya galau, tapi setelah berkonsultasi pada seorang ustadz muda (diperankan oleh David Khalik), ditemukan jawaban yang amat sesat menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, bahwa untuk menjaga keimanan bukan terletak pada fisik, melainkan hati. Maka masuk gereja, bahkan memerankan aktor sebagai Yesus sekalipun bukan sesuatu yang subhat dan diharamkan. Bagi Hanung, hal itu tak perlu dipersoalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serasa kontras, usai memerankan Yesus, pemuda muslim yang sehari-hari tinggal di masjid itu pun melafadzkan QS. Al Ikhlas. Hanung ingin menggambarkan, memerankan Yesus bukan ancaman yang bisa mendangkalkan akidah keislaman seseorang. Justru ia semakin shaleh. Inilah kampanye pluralisme yang diusung Hanung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok bisa, QS Al Ikhlas yang menegaskan bahwa Dia (Allah Swt) Tuhan yang Maha Esa. Tuhan tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tapi oleh Hanung, Al Ikhlas ditafsirkan secara serampangan dengan kacamata pluralis, yang  membenarkan Yesus sebagai anak Tuhan. Setidaknya Hanung memnghantarkan seorang Muslim menjadi hipokrit bahkan musyrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan yang terasa lebay juga dilukiskan Hanung, pada saat restoran Cina mengalami kerugian saat memasuki bulan Ramadhan dimana umat Islam sedang berpuasa. Ada kesan, bahwa pelanggan restoran yang suka makan daging babi itu adalah dari umat Islam. Sehingga ketika umat islam sedang menjalankan ibadah puasa, maka restoran pun menjadi sepi. Bahkan pada saat lebaran, pemilik restoran Cina itu lagi-lagi melarang karyawannya untuk libur atau pulang kampung, dengan alasan restoran merugi, karena terlalu lama libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konyolnya, diciptakan insiden penyerangan terhadap restoran Cina itu oleh sekelompok umat Islam dengan membawa kayu dan terjadi tindakan anarkis yang disertai pemukulan. Hanung lagi-lagi membuat stereotype buruk atas umat Islam yang suka dengan anarkis. Bisa dibayangkan, apa mungkin di hari lebaran umat Islam melakukan penyerangan dan perusakan. Hanung yang mengaku Muslim nampak lebay dan tidak waras, dimana umat Islam digambarkan sebagai makhluk yang bengis dan biadab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan Banser yang menjaga gereja pun digambarkan sebagai hero. Oleh Hanung, Banser NU adalah sebuah pekerjaan yang disediakan untuk para pengangguran, seperti Soleh (diperankan oleh Reza Rahadian). Dari banyak adegan dalam film tersebut, nampak alur cerita yang tidak sistematis, tergesa-gesa, vulgar, sarkasme, sekedar simbolik untuk mendramatisir kisah yang penuh amarah, dan jauh dari kualitas. Film Hanung tak ubahnya ”sampah” yang melukai hati umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanung sepertinya pura-pura bodoh, ketika ditanya apa itu pluralisme. Bahkan ia mengelak film garapannya itu punya motif untuk mengkampanyekan pluralisme. “Saya tidak mengerti apa itu pluralisme. Nanti, kalau saya bilang, film itu pluralisme, nanti golongan pluralis akan berusaha memanfaatkan. Begitu juga kalau saya bilang ini liberal, nanti mereka akan mengklaimnya juga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi istilah pluralisme buat Hanung tidak lagi sesederhana istilahnya saja karena di dalamnya sudah ada muatan politis, pergerakan dan keyakinan. Saya berusaha melepas diri dari itu semua. Saya adalah peribadi yang hanya berusaha memotret semua persoalan yang berkelindan di dalam diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya, bagaimana anda memahami pluralisme? Hanung mengaku tidak tahu pluralisme itu apa, karena ia sangat hati-hati dengan istilah pluralisme. “Makanya saya kasih judul film itu hanya tanda tanya,” ujarnya berdalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Hanung mempersilahkan penonton memberi judul film “?” ini, maka pantas, jika film ini diberi judul “Sang Murtadin”. Setuju??? ● &lt;b&gt;Desastian(voa-islam)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-429096205127145611?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/429096205127145611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/film-hanung-layak-diberi-judul-sang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/429096205127145611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/429096205127145611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/film-hanung-layak-diberi-judul-sang.html' title='Film &apos;?&apos; Hanung Layak Diberi Judul &apos;Sang Murtadin&apos;'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fFnli3G0KSo/TaESU_mc5NI/AAAAAAAABs8/ssVhFd3iR8g/s72-c/film.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-3114297442674396170</id><published>2011-04-10T09:10:00.000+07:00</published><updated>2011-04-10T09:10:30.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Astagfirullah! Politisi PKS Nonton Film Porno di Sidang Paripurna</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vswy4ty8ZbY/TaERVqkWHXI/AAAAAAAABs4/NXQ77kTNoNg/s1600/pks.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://1.bp.blogspot.com/-vswy4ty8ZbY/TaERVqkWHXI/AAAAAAAABs4/NXQ77kTNoNg/s320/pks.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta - Usai berubah menjadi partai terbuka, jelang pemilu 2014 ujian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) datang silih berganti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasus poligami tak syar'i, laoran kasus korupsi di KPK dan ancaman fisik yang dilaporkan sang deklarator partai sekaligus mantan anggota Dewan Syuro Ustadz Yusuf Supendi belum reda. Kini , partai yang banyak ditinggalkan oleh para pendirinya itu dicoreng lagi dengan berita mesum di Senayan.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Politisi PKS, Arifinto kepergok menonton video porno saat Sidang Paripurna sedang berlangsung. Anggota Komisi V DPR tersebut sedang membuka-buka folder dari tablet. Tak lama kemudian, muncullah video porno tersebut. karena mendapat kiriman email dari seseorang. Tapi dari kacamata fotografer yang menjepret Arifinto, terlihat video tersebut dibuka dari kumpulan dokumen atau folder di dalam tablet. Demikian ungkap M Irfan, fotografer Media Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka, M Irfan pun melihat anggota Komisi V DPR tersebut sedang membuka-buka folder dari tablet. Tak lama kemudian, muncullah video porno tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ada fotonya, itu selama dua menit dia pilih-pilihnya. Kalau videonya sekitar satu menit," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan tersebut, Irfan membantah tudingan Arifinto tentang adanya konspirasi. Fotografer senior itu memang sudah biasa menangkap momen-momen nyeleneh anggota DPR saat bersidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arifinto kepergok melihat tayangan porno saat sidang paripurna tentang pengesahan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2010-2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat dari foto, anggota Dewan tersebut menonton berbagai adegan video porno dari kursinya. Video disaksikan dari sebuah tablet komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya apakah Arifinto pernah mendaftar di situs khusus dewasa yang menyediakan layanan porno, dia hanya mengatakan dirinya menulis email di kartu nama. Siapa pun yang memiliki kartu namanya bisa mengirimkan email kepada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasannya, membuka file tak senonoh saat sidang tak bisa dibenarkan. Bukankah slogan partai yang bersih, peduli dan profesional itu tak bisa ditegakkan dengan nonton video mesum? Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan insiden memalukan ini, sebaiknya partai yang dulu didirikan sebagai partai dakwah itu merenungkan firman Allah: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk" (Qs Al-Isra 32). &lt;b&gt;[desvant/dtk/voa-islam.com}&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-3114297442674396170?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/3114297442674396170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/astagfirullah-politisi-pks-nonton-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3114297442674396170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3114297442674396170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/astagfirullah-politisi-pks-nonton-film.html' title='Astagfirullah! Politisi PKS Nonton Film Porno di Sidang Paripurna'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vswy4ty8ZbY/TaERVqkWHXI/AAAAAAAABs4/NXQ77kTNoNg/s72-c/pks.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-4203650218432220955</id><published>2011-04-02T07:24:00.000+07:00</published><updated>2011-04-02T07:24:12.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Sekularisasi Agama, Liberalisme, Kapitalisme Ekonomi, Gaya Hidup Hedonis</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-bs3RLOtvDlM/TZZslqmemZI/AAAAAAAABs0/Si8rrnv3hcQ/s1600/sekularisasi-agama-liberali.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-bs3RLOtvDlM/TZZslqmemZI/AAAAAAAABs0/Si8rrnv3hcQ/s1600/sekularisasi-agama-liberali.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sekularisasi kehidupan dari campur tangan agama, seluruh sudut kehidupan yang menyangkut hubungan antar manusia dan hubungan manusia dengan alam dibersihkan dari peran agama. Yang tersisa dari agama tinggal hubungan individu manusia dengan tuhan-nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekularisasi memantik perubahan tatanan kemasyarakatan dari pola komunal ke arah pola individual dengan semangat liberal dan pengagungan terhadap kebebasan individu secara mutlak. Kadang-kadang bahkan sangat ekstrem. Jangan heran jika di negara-negara yang menerapkan sekularisme-liberal secara pure seperti negara-negara Skandinavia, di ruang kuliah ketika dosen tengah menyampaikan kuliah di hadapan mahasiswa, di belakang ada sepasang mahasiswa-mahasiswi yang bercumbu. Pada kasus yang lain, ketika sepasang manusia bercumbu di rerumputan taman di pusat kota, mereka tidak dipersalahkan karena perbuatan asusila-nya, tetapi dituntut lantaran merusakkan rerumputan taman. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jika hal itu kita teropong dengan pertimbangan syari’at dan akhlaq sebagai alat ukur dan cara pandang, betapa asingnya tata nilai yang meraka anut dengan tata-nilai Islam yang kita yakini. Kalau kita tidak merasakan keasingan itu, berarti kita telah terkontaminasi debu-debu sekularisme-liberal.&lt;br /&gt;Tak ada tempat bagi manusia sekuler, penghargaan terhadap tampilan kesalehan di ruang publik. Sebaliknya juga tak ada celaan bagi tampilan ketidak-senonohan yang diperagakan di ruang publik sepanjang tidak mengganggu orang lain dan tidak merusak lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Konsekuensi Logis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika kasus pornografi marak berhembus di tengah masyarakat, tentunya dengan asumsi penyebaran kemesuman tersebut mayoritas melanda ummat Islam berdasarkan logika karena mayoritas penduduk negara ini adalah ummat Islam, tatkala akan diselesaikan dengan pendekatan hukum mengalami kesulitan. Mengapa? Landasan hakiki hukum yang diterapkan di masyarakat bekas jajahan Belanda ini adalah sistem hukum sekuler yang kafir. Nafas hukum itu sendiri kufur. Jadi bagaimana mungkin akan diharapkan untuk berpihak melindungi masyarakat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, jika hal itu ditilik dari sudut pandang hukum syari’at pun, persoalan itu kesulitan untuk dipecahkan ; ketiadaan pengakuan, kesulitan kesaksian jika dikenakan syarat persaksian hadd az-zina yang mensyaratkan 4 [empat] saksi harus berada pada tingkat keyakinan tanpa keraguan sama sekali menyaksikan kejadian itu sebagaimana mereka menyaksikan timba masuk ke dalam sumur. Kesaksian itu juga tidak dapat diwakili dengan gambar-gambar hasil pemotretan dari empat sudut pandang atau lebih, tidak juga dapat diwakili dengan rekaman gambar hidup alias video. Mengharapkan pengakuan dari para pelaku kemesuman tersebut secara suka rela, hampir mustahil, karena pengakuan suka rela biasanya disertai dengan kerelaan penerimaan hukum, pertobatan dilandasi harapan untuk terbebas dari balasan di akherat dengan menjalani hukuman dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tersebarnya gambar tersebut di tengah masyarakat merupakan serbuan dekadensi akhlaq yang tidak lagi tertutup [sirri] tetapi sudah terbuka dan terang-terangan [‘alaniyah]. Tindakan yang mengundang datangnya murka Allah secara umum, tak sekadar menimpa pelaku [yang mungkin mungkir] oknum yang menyebarkannya, atau yang mengunduhnya di internet. Bahkan masyarakat yang tidak tahu-menahu ujung-pangkal kemesuman itupun terancam terkena bencana yang ditimbulkan. Untuk melindungi masyarakat awam yang tidak menginginkan dekadensi moral itu, juga tak ada payung hukum yang jelas dan tegas. Perdebatan soal itu tak pernah menyentuh esensi persoalan yang menjamin masalah tersebut tidak terulang. Ya! Memang menyedihkan hidup di bawah sistem sekuler-kufur bagi seorang muslim yang masih memiliki kecemburuan terhadap agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya, hal itu merupakan konsekuensi logis dari sebuah pilihan. Ketika suatu masyarakat memilih jalan hidup bagi komunitasnya, pengambilan itu berlaku dari hulu sampai hilir. Tidak bisa dan tidak logis ketika kita mengambil pilihan sekularisme kehidupan dari peran agama, sementara kita menolak konsekuensi logis yang ditimbulkan dan menyumpah-nyumpah terhadap akibat buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Urutan Logis Proses Kesejarahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di Eropa, setelah sekularisasi kehidupan dari peran agama, spirit masyarakat komunal yang merupakan ciri abad pertengahan di Eropa, berubah secara drastis ke arah kehidupan masyarakat yang bercirikan semangat individualisme dengan pengakuan terhadap hak-hak pribadi secara mutlak. Kebebasan memilih agama, kebebasan untuk memilih antara beragama atau tidak beragama, kebebasan dalam berpendapat, kebebasan dalam kepemilikan, kebebasan dalam ekspresi seni dan lain-lain, seluruh segi kehidupan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan dalam bidang ekonomi mendorong tumbuhnya pemupukan modal di tangan orang-orang kaya pemilik modal, sementara sebagian besar masyarakat merupakan kelompok buruh yang tidak memiliki kesempatan untuk memiliki modal dan mengembangkannya. Dari proses perubahan ini, tumbuhlah di tengah masyarakat sekelompok kecil manusia yang mengontrol modal dan faktor-faktor produksi sehingga semakin kaya, di tangannya ter-akulmulasi kekayaan luar biasa. Small group yang kekayaannya terus membesar, setiap perputaran harta terus menggelembungkan kekayaannya seperti bola salju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka inilah sebagian kecil manusia yang merupakan produk lanjut sekularisme-liberal, kehidupannya terlepas dari kendali moralitas agama, disemangati oleh kebebasan, di tangannya tersedia harta kekayaan yang terus membesar. Tak ada konsep kebahagiaan di akherat yang dengannya mereka melakukan investasi dan saving bagi kehidupannya mendatang dengan kekayaan berlimpah itu. Jika mereka mengulurkan tangan untuk berbagi dengan orang-orang miskin, pertimbangannya sebatas tanggung jawab sosial, tak lebih. Bukan karena ingin memetik balasan yang lebih besar di akherat nanti, karena mereka skeptis terhadap adanya hari akhir atau bahkan mengingkarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak ada konsep kebahagiaan hidup sesudah mati yang mereka yakini, tentu saja orientasi hidup mereka adalah menikmati harta kekayaan tersebut sepuas-puasnya di tempat ini [baca di dunia] secepat-cepatnya. Jika hal itu tidak mereka lakukan, mereka khawatir kehilangan waktu untuk menikmatinya dan akhirnya kesempatan itu hilang. Inilah yang terungkap dengan pepatah mereka yang terkenal, Nikmati bunga tersebut sepuas-puasnya hari ini, karena besok pagi bunga itu akan layu. Pandangan hidup seperti ini disinyalir oleh Allah di dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan” [Al-An’aam : 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gaya Hidup Hedonis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menikmati dunia sepuasnya, setelah kunci-kunci kekayaan itu dibuka oleh Allah memang lebih ditakutkan oleh RasululLah shallalLaahu’alayhi wa sallam dibandingkan belitan kefakiran. Dalam salah satu makna sabda Beliau :&lt;br /&gt;“Bukan kefaqiran yang aku takutkan menimpa kamu sekalian, akan tetapi yang lebih aku takutkan adalah ketika dihamparkannya kekayaan dunia terhadap kamu sekalian, kemudian kalian menikmati dunia itu sepuas-puasnya, kemudian kalian dihancurkan oleh Allah sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah dibinasakan [HR Bukhari-Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hedonisme merupakan tubir jurang paling tepi dari tahapan kehancuran jalan hidup materialisme. Kota Pompeei dan penduduknya yang dikubur oleh Allah lengkap dengan ekspresi mereka tatkala adzab datang dengan tiba-tiba, merupakan monumen peringatan bagi penempuh jalan ini jika mau mengambil pelajaran.&lt;b&gt;(Adian Husaini,ar risalah)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-4203650218432220955?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/4203650218432220955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/sekularisasi-agama-liberalisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4203650218432220955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4203650218432220955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/04/sekularisasi-agama-liberalisme.html' title='Sekularisasi Agama, Liberalisme, Kapitalisme Ekonomi, Gaya Hidup Hedonis'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-bs3RLOtvDlM/TZZslqmemZI/AAAAAAAABs0/Si8rrnv3hcQ/s72-c/sekularisasi-agama-liberali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-4259871200962507071</id><published>2011-03-31T07:07:00.001+07:00</published><updated>2011-03-31T07:07:51.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Tanda Kiamat, Pengkhianat diberi Amanat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7NtTXZXjpI8/TZPFRIMtlJI/AAAAAAAABss/lfW_I85aPsA/s1600/tanda-kiamat-150x150.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-7NtTXZXjpI8/TZPFRIMtlJI/AAAAAAAABss/lfW_I85aPsA/s200/tanda-kiamat-150x150.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda dan didengar oleh Abdullah bin Amru, kata beliau:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kiamat tidak akan terjadi sampai merajalelanya omongan kasar dan saling umpat, pemutusan tali rahim serta buruknya hubungan antar tetangga, dan sampai pengkhianat diberi amanat sedang yang terpercaya di anggap pengkhianat.”  (HR. Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Prediksi Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam akan senantiasa terbukti.  Kalau para shahabat dahulu hanya bisa merasakan kekhawatiran akan munculnya tanda-tanda kiamat, saat ini kita ditakdirkan menjadi generasi umat ini yang menyaksikannya. Omongan kasar dan umpatan, pemutusan silaturahmi dan buruknya hubungan dengan tetangga, gambaran nyatanya dapat kita saksikan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omongan kasar  dan mesum menjadi bumbu di setiap obrolan, anak bersengketa dengan bapaknya bahkan tega membunuhnya, ibu-ibu membunuh atau membuang bayinya, individualisme yang semakin parah serta hubungan tetangga yang buruk. Tetangga yang semestinya menjadi ‘saudara dekat’, tak jarang malah jadi rival abadi. Tak pernah rukun meski satu Rukun Tetangga (RT). Kini, fenomena-fenomena buruk semacam itu laksana kawah lumpur yang menyemburkan kotoran ke muka bumi, saban hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah tanda yang terakhir, lumpur-lumpur yang menyembur pun kian pekat warnanya dan makin menusuk baunya. Dari semua fenomena akhir zaman yang disebutkan dalam hadits di atas, sepertinya tanda yang terakhir memiliki dampak paling merugikan, tidak hanya bagi yang melakukan, yang tidak tahu apa-apa pun akan merasakan akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pengkhianat justru diberi amanat”, kalau yang dimaksud sekadar amanat berupa barang titipan, lalu yang dititipi kabur membawa titipan itu, dampak buruknya tidaklah seberapa. Tapi jika amanat yang dimaksud adalah amanat kepemimpinan dan jabatan, apalagi jabatan dalam skup negara tentu akan lain urusannya. Dampak buruknya akan jauh lebih besar dan mengenai banyak orang. Kalau pejabat tidak amanat dan suka korupsi, rakyat yang tidaktahu apa-apa akan merasakan dampaknya berupa terpuruknya perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al Qurthubi dalam kitabnya “at Tadzkirah” menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam beritakan kepada kita dalam bab ini(hadits ini) dan yang lainnya, dari apa yang telah terjadi dan yang akan datang, kebanyakan di antaranya sudah muncul dan merajalela di tengah manusia. Jabatan diembankan kepada orang yang bukan ahlinya hingga jadilah orang-orang yang memimpin justru manusia-manusia rendahan, orang-orang kelas budak dan manusia-manusia bodoh. Mereka menguasai negeri dan kepemerintahan, dengan itu mereka menumpuk harta dan meninggikan gedung-gedung, sebagaimana yang bisa kita saksikan pada zaman ini. Mereka tidak mau mendengarkan nasihat dan tidak pernah istirahat dari maksiat. Mereka adalah manusia-manusia bisu, tuli dan buta.” (I/726)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada zaman Imam al Qurthubi saja fenomena ini bisa dirasakan, di zaman ini tentunya jauh lebih nyata wujudnya. Sekarang ini orang begitu mengagungkan demokrasi. Semua orang berhak dan merasa berhak menjadi pemimpin dan pejabat. Kompetensi diri, skill manajemen dan leadership bukanlah syarat penentu terpilihnya seseorang. Lebih-lebih soal apakah mereka adalah orang yang amanah atau tidak, lebih tidak menjadi bahan pertimbangan. Uang dan pengaruhlah yang menjadi juri penentu kemenangan.Yang lebih mampu mencetak banyak pamflet, spanduk, banner, bendera partai, menggelar acara-acara kepartaian dan memberikan sokongan dana, dialah yang berpeluang mendapat kursi jabatan. Atau kalaupun yang menjabat adalah orang yang benar-benar mampu dan bukan yang menyokong dana, kebijakan-kebijakannya pun tidak akan jauh-jauh dari pesanan “orang tua asuh”-nya yang telah mendanai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya tidak mengherankan jika setelah menjabat, fokus utamanya bukanlah menunaikan amanah tapi lebih kepada usaha mengembalikan modal yang harus keluar dimasa perjuangan merebut suara. Sekarang, pagelaran drama dengan tema “mengembalikan modal dengan cepat” itu tersaji dalam potongan-potongan berita korupsi, suap dan permainan hukum. Sekian puluh pejabat yang ditangkap karena suap, mata rantai mafia hukum yang menyeret pejabat satu demi satu, korupsi yang dilakukan secara berjamaah dan sistemik membuktikan bahwa mereka adalah “al kha`inun al mu`tamanun” para pengkhianat yang diberi kepercayaan. Selain itu, seperti dikatakan imam al Qurthubi di atas, banyak kegiatan-kegiatan yang tidak penting semisal pembangunan gedung tinggi nan mewah menjadikanpengkhianatan itu kian jelas terpampang diatas lukisan kemiskinan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, “yukhawanul amin” orang-orang yang terpercaya dianggap sebagai pengkhianat. Orang-orang yang jujur dan berusaha amanah, adalah ‘parasit’ dalam sistem yang korup. Perangkap demi perangkap pun akan dipasang guna menjatuhkan mereka dari jabatannya. Apalagi yang berani gembar-gembor menghapus korupsi dan mengambil langkah nyata untuk itu, ancamannya akan lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahul musta’an. Inilah realita yang harus kita hadapi. Cukup sulit menjelaskan bagaimana solusi untuk keluar dari masalah ini. Masalah pengkhianatan dalam jabatan bukan problem ringan. Ditambah dengan munculnya berbagai keburukan akhir zaman yang lain, persoalan jadi kian runyam. Ada banyak hal yang harus kita hindari serta waspadai sekaligus menjadi PR bagi kita, dan begitu sedikitnya teman yang bisa menguatkan. Barangkali hanya semangat dan keyakinan untuk tetap menjaga iman serta usaha perbaikan sesuai kemampuanlah yang bisa kita lakukan. Harapannya, kita bisa selamat sampai di penghujung periode hidup yang kita tempuh.Wallahua’lam. (anwar)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-4259871200962507071?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/4259871200962507071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/tanda-kiamat-pengkhianat-diberi-amanat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4259871200962507071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4259871200962507071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/tanda-kiamat-pengkhianat-diberi-amanat.html' title='Tanda Kiamat, Pengkhianat diberi Amanat'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7NtTXZXjpI8/TZPFRIMtlJI/AAAAAAAABss/lfW_I85aPsA/s72-c/tanda-kiamat-150x150.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-4767210877899877174</id><published>2011-03-30T09:42:00.000+07:00</published><updated>2011-03-30T09:42:33.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Kajian Ilmiah'/><title type='text'>mukjizat Al Quran_part 6</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube-nocookie.com/v/BnT48kjz9VI?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0&amp;amp;color1=0x234900&amp;amp;color2=0x4e9e00"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube-nocookie.com/v/BnT48kjz9VI?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0&amp;amp;color1=0x234900&amp;amp;color2=0x4e9e00" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-4767210877899877174?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/4767210877899877174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/mukjizat-al-quranpart-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4767210877899877174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/4767210877899877174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/mukjizat-al-quranpart-6.html' title='mukjizat Al Quran_part 6'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-7260101760619593179</id><published>2011-03-30T09:40:00.000+07:00</published><updated>2011-03-30T09:40:40.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Perwakilan HAM PBB: Israel Lakukan Pembersihan Etnis</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;NEW YORK-Ilmuwan AS yang juga perwakilan HAM PBB di Palestina, Richard Folk, mengatakan, ekspansi pemukiman yang dilakukan Israel di tanah pendudukan Jerusalem dan pengusiran warga Palestina dari rumah-rumah mereka merupakan bentuk pembersihan etnis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Falk yang berbicara di hadapan Dewan HAM PBB, Senin (21/3) kemarin, juga tengah menyiapkan dokumen untuk meloloskan resolusi yang mengutuk pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat  dan di Jerusalem yang diduduki Israel.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;“Pola berkelanjutan ekspansi pemukiman Yahudi di Jerusalem yang diiringi dengan penggusuran paksa warga Palestina dalam jangka panjang telah menciptakan situasi yang tak dapat ditolerir,” kata Folk. “Situasi ini hanya dapat digambarkan dalam dampak kumulatifnya sebagai bentuk pembersihan etnis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidatonya, Folk mengatakan dirinya berharap Dewan HAM PBB dapat meminta Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) agar melihat kelakuan Israel di wilayah pendudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini harus difokuskan pada apakah pendudukan di Tepi Barat dan Yerusalem dalam jangka panjang ini mempunyai unsur-unsur penjajahan, apartheid, dan pembersihan etnis yang tak sesuai dengan hukum humaniter internasional ataukah tidak,” tegas penyelidik HAM PBB ini.(REPUBLIKA.CO.ID)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-7260101760619593179?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/7260101760619593179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/perwakilan-ham-pbb-israel-lakukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7260101760619593179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7260101760619593179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/perwakilan-ham-pbb-israel-lakukan.html' title='Perwakilan HAM PBB: Israel Lakukan Pembersihan Etnis'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-44938047306582683</id><published>2011-03-27T06:46:00.000+07:00</published><updated>2011-03-27T06:46:00.955+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan dan Wawasan'/><title type='text'>Neraka, Derita Tanpa Jeda</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-n4G8UCBCy_0/TY56iGVNn3I/AAAAAAAABsc/4Hdp8Y3FlWw/s1600/neraka01.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh4.googleusercontent.com/-n4G8UCBCy_0/TY56iGVNn3I/AAAAAAAABsc/4Hdp8Y3FlWw/s320/neraka01.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Maka, Kami memperingatkan kamu dengan api yang menyala-nyala.Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan (berpaling) dari iman. (QS.al-Lail 14-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengimami Shalat Maghrib dengan membaca Surat al-Lail. Tatkala bacaan sampai pada firman-Nya, “fa andzartukum naaran talazhzha..”,  beliau menangis hingga tak mampu melanjutkan bacaannya. Kemudian beliau mengulanginya dari awal, namun sampai pada ayat yang sama, beliau kembali menangis dan tak sanggup melanjutkannya. Hal itu terjadi dua atau tiga kali, lalu beliau membaca surat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Kita memang tidak bisa mengukur persis, gejolak macam apa yang membuncah di dada beliau, hingga air mata tumpah tak terbendung. Tapi, begitulah karakter ulama, “innama yaksyallaha min ‘ibaadihil ‘ulama’, hanyasanya orang yang takut kepada Allah di antara hamba-Nya adalah ulama’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka merasa menjadi obyek langsung dari Kalamullah. Lantas seperti apa perasaan seseorang yang merasa diingatkan langsung oleh Allah? Apalagi, tatkala peringatan itu berupa ancaman siksa neraka, yang tak ada lagi level penderitaan yang menandinginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang yang Paling Celaka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neraka tidak dimasuki kecuali oleh orang yang paling celaka. ”La yashlaaha illal asyqa”, Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka. Tidak ada lagi orang yang lebih celaka darinya. Karena neraka disifati dengan segala kepungan penderitaan dan kesengsaraan, dan dinihilkan dari segala hiburan dan kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia, kita memang sering menyaksikan dan mendengar kisah tentang penderitaan seseorang. Tentang orang yang miskin papa, beratnya penyakit yang menipa, atau dahsyatnya musibah yang menerpa. Tapi, itu semua sungguh tidak seberapa, ketika dibanding dengan neraka. Pasti ada jeda derita di dunia, pun banyak faktor yang bisa membuat beban menjadi ringan dirasa. Tidak sebagaimana derita di neraka, bersabar atau tidak bersabar sama saja bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intensitas siksa yang tiada jeda dan tanpa koma, bahkan tak ada sedikit waktu meski hanya sekedar menurunnya kadar derajat siksa. Hingga para penghuninya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mohonkanlah pada Rabbmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari” (QS al-Mukmin: 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menu Makanan di Neraka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada galibnya, makanan dan minuman itu identik dengan kenikmatan dan kelezatan. Tapi tidak demikian halnya dengan menu yang disediakan di neraka. Makanan menjadi siksa, minuman juga sebagai siksa, dan buah-buahan pun berupa siksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada makanan dhaari’, yang tidak menghilangkan rasa lapar, apalagi membuat perut menjadi kenyang. Rasapun bertentangan dengan selera lidah, bahkan untuk menelannya  harus dengan merobek tenggorokan, karena ia berupa duri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (QS al-Ghasyiyah:6-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disediakan pula menu buah untuk mereka. Namun bukan untuk menambah vitamin atau hidangan penutup yang menyempurnakan kenikmatan. Bentuknya menyeramkan, tumbuh dari tempat yang sangat mengerikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zhalim.. Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar naar jahim. mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. (QS. Ash-Shaffat 63-65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang rasa, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda memberikan perumpamaan yang menakutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seandainya satu tetes dari zaqum diteteskan ke dunia, niscaya akan merusak kehidupan di dunia, lantas bagaimana halnya dengan orang yang memakannya?” (HR Tirmidzi, beliau mengatakan hasan shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak disebutkannya akhir dari orang yang menyantapnya itu menunjukkan kedahsyatannya, hingga sulit digambarkan dengan kata-kata, atau dibayangkan dengan nalar manusia, semoga Allah menjauhkan kita dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis makanan lain yang disediakan bagi penghuni neraka adalah ghisliin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.”  (QS. al-Haaqah: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ulama menafsirkan bahwa ghisliin adalah adonan dari seluruh kotoran yang keluar dari tubuh penghuni neraka, baik nanah, keringat, ludah, maupun kotoran dari depan maupun belakang, nas’alullahal ‘aafiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Minuman yang Disediakan di Neraka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika makanan penghuni neraka begitu mengerikan, lantas bagaimana dengan minumannya? Sebagaimana halnya makanan, mereka juga diberi aneka jenis minuman. Tapi masing-masing minuman menjanjikan sisi penderitaan yang berbeda-beda, dengan tingkat derita yang paling ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada minuman ’hamiim’, air yang mencapai tingkat panas yang paling puncak, hingga meluluhlantakkan segala isi perut yang meminumnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan diberi minuman dengan air yang mendidih (hamim) sehingga memotong-motong ususnya.” (QS. Muhammad: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sekali dari kesegaran, tidak pula bermanfaat untuk mengusir haus dan dahaga, bahkan peminumnya menanggung derita tiada tara saking panasnya. Berbeda halnya dengan minuman ‘shadiid’, siksa yang dirasakan bukan semata karena panasnya, namun karena bau dan wujud yang sangat menjijikkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diminumnya air nanah (shadiid)  itu, dan hampir dia tidak bisa menelannya.” (QS. Ibrahim: 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir adalah minuman dari air ‘muhl’, cairan besi yang mendidih, sebagaimana firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (QS. 18:29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu komplit jenis penderitaan neraka yang tak diselingi sedikitpun oleh kenikmatan ataupun kesenangan. Itulah balasan bagi orang yang mendustakan kebenaran dan berpaling dari ketaatan. Semoga Allah menjauhkan kita dari neraka. Amin. &lt;b&gt;(Abu Umar Abdillah/ar risalah)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-44938047306582683?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/44938047306582683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/neraka-derita-tanpa-jeda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/44938047306582683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/44938047306582683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/neraka-derita-tanpa-jeda.html' title='Neraka, Derita Tanpa Jeda'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-n4G8UCBCy_0/TY56iGVNn3I/AAAAAAAABsc/4Hdp8Y3FlWw/s72-c/neraka01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-7555771361370214828</id><published>2011-03-26T09:53:00.000+07:00</published><updated>2011-03-26T09:53:09.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Pengamat : Isu Dewan Revolusi Islam Bikinan Rezim SBY</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-zGjX2x8qRvY/TY1UcuMMdHI/AAAAAAAABsU/7S9xqPVhJGc/s1600/isyu.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="https://lh4.googleusercontent.com/-zGjX2x8qRvY/TY1UcuMMdHI/AAAAAAAABsU/7S9xqPVhJGc/s320/isyu.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta &lt;/b&gt;- Ironis, forum lintas agama yang cenderung moderat dan ormas Islam pun meragukan SBY yang ultraliberal dan pembohong. Banting setir, Islam bertubi-tubi jadi kambing hitam menutup kebohongan SBY, bahkan timbul wacana Dewan Revolusi islam. Ada kejanggalan nampaknya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adhie Massardi menilai ada skenario jahat untuk memecah belah kelompok kritis yang semakin menguat dalam menentang rezim Yudhoyono. Hal ini dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dengan menyebar fitnah dalam bentuk berita, seperti yang dilakukan Al Jazeera yang menuduh ada segelintir purnawirawan TNI akan melakukan kudeta dengan membentuk Dewan Revolusi Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Jurubicara Presiden era Abdurahman Wahid ini menambahkan, terlepas benar atau tidak pemberitaan itu, ada hal yang patut digarisbawahi, bahwa pemberitaan ini semakin menegaskan, bahwa SBY sudah tidak mendapat tempat lagi di hati kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya ada kejanggalan dalam susunan kabinet Dewan Revolusi Islam (DRI). Seolah ada koalisi antara kelompok Islam garis keras Habib Rizieq Sihab (Kepala Negara), Abu Jibril (Wakil Kepala Negara) dengan TNI (Jenderal Purnawirawan Tyasno Sudarto sebagai Menko Polkam) dan kelompok civil society anti-neolib seperti Hendri Saparini (Menko Ekuin), Ichsanuddin Noorsy (Menkeu)," lanjut Adhie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagusnya, lanjut Adhie, nama-nama yang disebut dalam susunan kabinet versi DRI itu sudah membantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rezim SBY di Belakang Berita Dewan Revolusi Islam Untuk Revisi UU Intelijen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, dalam laporan koresponden Al Jazeera, Step Vassen, yang ditayangkan Selasa malam, 22 Maret 2011, media asal Qatar ini mengungkapkan, gerakan sejumlah jenderal purnawirawan senior mendukung kelompok-kelompok Islam garis keras untuk menjatuhkan sang Presiden.Seperti dikutip dari RM online, rezim penguasa berada dibelakang berita Al Jazeera, mengenai sejumlah purnawirawan TNI, yang katanya hendak menggulingkan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono dan membentuk Dewan Revolusi Islam, ujar Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kelihatannya ini bagian dari provokasi yang dilakukan rezim melalui Al Jazerra," ujar mantan aktivis ITB ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kata Syahganda, efek lanjutan, diharapkan rezim memiliki alasan untuk secepatnya melakukan pre emptive strike terhadap kaum-kaum yang mengritik rezim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah mengharapkan revisi UU Intelijen. Jadi intel bisa langsung memangkap orang-orang yang mengganggu stabilitas keamanan nasional. Apalagi kita kan tidak punya UU Subversif" jelasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, revisi UU Intelijen adalah target lain yang dikejar rezim SBY, selain tujuan utama, yakni pengalihan isu agar masyarakat semakin jauh dari isu-isu politik sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohh... teganya, teganya, teganya.....&lt;b&gt; [RM-online/voa-islam.com/d5vn2] &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-7555771361370214828?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/7555771361370214828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/pengamat-isu-dewan-revolusi-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7555771361370214828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7555771361370214828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/pengamat-isu-dewan-revolusi-islam.html' title='Pengamat : Isu Dewan Revolusi Islam Bikinan Rezim SBY'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-zGjX2x8qRvY/TY1UcuMMdHI/AAAAAAAABsU/7S9xqPVhJGc/s72-c/isyu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-9008940613260255590</id><published>2011-03-26T09:47:00.001+07:00</published><updated>2011-03-26T09:48:10.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Densus 88 Hina Islam! Latihan Anti Teror, Teriakkan Takbir</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-BXXmJlGxUEQ/TY1Tkny2EjI/AAAAAAAABsQ/R0ZDgI5MEAc/s1600/bom-jihad2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh6.googleusercontent.com/-BXXmJlGxUEQ/TY1Tkny2EjI/AAAAAAAABsQ/R0ZDgI5MEAc/s1600/bom-jihad2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surabaya - Islam benar-benar babak belur dipermainkan Densus 88 Jatim, dalam simulasi penanganan bom di kereta komuter Stasiun Wonokromo, Kamis (24/3), menggunakan simbol ISLAM!!! Dalam latihan antiteroris, Densus 88 benar-benar tak beradab dan tidak menghargai perasaan umat Islam sebagai pemilik suara mayoritas di negeri terbesar ke empat didunia, dan negeri muslim terbesar di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecaman datang akibat ulah Densus 88 Polda Jatim yang menggelar simulasi penanganan bom di kereta komuter dari Stasiun Wonokromo ke Stasiun Gubeng hari Kamis (24/3) kemarin.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Apa pasal? apalagi kalau bukan pengunaan label pada kotak bom bertuliskan "Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran" dan juga menggunakan teriakan takbir dari orang yang digambarkan sebagai teroris yang digunakan Densus 88 Anti Teror dalam simulasi penanganan teroris ini dituding telah melecehkan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara tidak langsung, polisi Jawa Timur telah sengaja dan terus terang menganggap bahwa seluruh umat Islam adalah teroris," kecam  Koordinator  Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Pusat, Mustofa B Nahrawardaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tudingan itu disampaikan Tim Pembela Muslim (TPM) dan Forum Pembela Islam (FPI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Presiden sudah saatnya menegur keras terhadap Polda Jatim maupun lembaga yang terlibat dalam simulasi itu. Jika tidak, Presiden bisa dianggap terlibat langsung atau pun tidak langsung terhadap penggunaan simbol Islam yang dipakai dalam simulasi," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustofa pun mengingatkan agar polisi tidak usah menunggu reaksi besar umat Islam, mengingat penyalahgunaan simbol tersebut jelas menyalahi etika kerukunan beragama di Indonesia. Aparat yang digaji oleh masyarakat yang memang mayoritas Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak ada permintaan maaf, sama saja polisi mengajak umat Islam untuk berperang dengan warga sendiri. Ini tidak akan mendukung upaya pemerintah yang konon akan memerangi terorisme, karena dengan model seperti polisi jawa Timur itu, justru akan memunculkan teroris model baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Islam jadi korban lagi? Selayaknya Umat Islam patut menuntut permintaan maaf dari Densus 88 segera! &lt;b&gt;(detik/voa-islam.com)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-9008940613260255590?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/9008940613260255590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/densus-88-hina-islam-latihan-anti-teror.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/9008940613260255590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/9008940613260255590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/densus-88-hina-islam-latihan-anti-teror.html' title='Densus 88 Hina Islam! Latihan Anti Teror, Teriakkan Takbir'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-BXXmJlGxUEQ/TY1Tkny2EjI/AAAAAAAABsQ/R0ZDgI5MEAc/s72-c/bom-jihad2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-5056574203306979598</id><published>2011-03-25T08:51:00.000+07:00</published><updated>2011-03-25T08:51:56.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>10 Gugur Syahid dan 43 Luka Dalam Agresi Zionis ke Gaza Sejak Ahad</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-zRP60rRcExw/TYv1HaiPP0I/AAAAAAAABsM/QV6UuSzU9lU/s1600/DataFiles_Cache_TempImgs_2011_1_Images_news_2011_Maret_24_korbananak_300_0.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh4.googleusercontent.com/-zRP60rRcExw/TYv1HaiPP0I/AAAAAAAABsM/QV6UuSzU9lU/s1600/DataFiles_Cache_TempImgs_2011_1_Images_news_2011_Maret_24_korbananak_300_0.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ahad – : Pasukan Zionis telah membantai 10 warga Palestina dan melukai puluhan lainya dalam 17 kali serangan secara terus menerus sejak Ahad (20/3) hingga Rabu (23/3). Tak kurang dari 60 rudal dilessakan pesawat-pesawat tempur Zionis menghantam permukiman penduduk dan warga sipil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, menurut sumber medis Palestina menyebutkan, agresi Zionis ke Gaza dalam empat hari ini mengakibatkan 10 orang gugur syahid dan 43 warga luka-luka, sebagianya cukup parah. Adham Abu Salmiyah jubir emergency dalam penjelasanya yang dilansir infopalestina mengungkapkan, diantara korban meninggal akibat serangan ini, lima diantaranya adalah anak-anak. Sementara dari 43 yang terluka, 15 diantaranya adalah anak-anak dan enam ibu-ibu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Dalam agresinya, Zionis melessakan tak kurang dari 60 rudal dalam 17 kali operasi serangan ke berbagai wilayah di Gaza. Sebanyak 30 bangunan jadi sasaran tembak pasukan biadab tersebut. &lt;b&gt;(asy/Infopalestina)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-5056574203306979598?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/5056574203306979598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/10-gugur-syahid-dan-43-luka-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/5056574203306979598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/5056574203306979598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/10-gugur-syahid-dan-43-luka-dalam.html' title='10 Gugur Syahid dan 43 Luka Dalam Agresi Zionis ke Gaza Sejak Ahad'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-zRP60rRcExw/TYv1HaiPP0I/AAAAAAAABsM/QV6UuSzU9lU/s72-c/DataFiles_Cache_TempImgs_2011_1_Images_news_2011_Maret_24_korbananak_300_0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-9133169468564435317</id><published>2011-03-25T08:47:00.000+07:00</published><updated>2011-03-25T08:47:47.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Televisi Pilih Kasih Jika Mengundang Narasumber Kasus Terorisme</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-iMvGr-mP9zo/TYv0HVSD8sI/AAAAAAAABsI/dvWgkDHVAOo/s1600/dd.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://lh4.googleusercontent.com/-iMvGr-mP9zo/TYv0HVSD8sI/AAAAAAAABsI/dvWgkDHVAOo/s320/dd.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selasa kemarin, 22/3, Nuansa Mahasiswa UI atau Salam UI menggelar seminar bertajuk “Apa Kabar Kerukunan Umat Beragama di Indonesia?”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara diadakan di audiotirum Fakultas Komunikasi. Hadir sebagai pembicara diantaranya Heru Susetyo, selaku aktivis PAHAM. Artawijaya jurnalis senior, dan Topan Bayu Kusuma sebagai Ketua Salam UI.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara berlangsung santai dan menarik. Pada pemaparan pertama Heru Susetyo melihat ada faktor ketidak jelasan relasi Agama dengan Negara di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;“Indonesia ini disebut Negara agama tidak mau, tapi disebut Negara sekuler juga tidak,” ungkapnya. Lulusan Fakultas Hukum UI ini juga melihat ada ketimpangan perundang-undangan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi selanjutnya, Topan Bayu Kusuma, menyatakan keindahan ajaran Islam. Agama yang dibawa Rasulullah SAW ini memiliki aturan terkait kemajemukan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah ketika sampai ke Madinah, tidak melakukan penjajahan kepada warga. Berbeda dengan pihak Asing ketika menemukan benua Amerika. Suku Indian saat itu justru dijajah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Artawijaya yang menyoroti peran media, menilai ada ketidakadilan dalam permberitaan media-media nasional saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam kasus Cikeusik, media malah menampilkan kasus Insisden Monas. Padahal FPI tidak terlibat dalam kasus Cikeusik.” Ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di televisi, banyak terjadi ketidakseimbangan dalam tiap talkshow. Kalau diperhatikan semua narasumber itu adalah kelompok-kelompok yang punya kepentingan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbicara tentang terorisme mujahidinnya tidak diundang. Kalau bicara tentang Ahmadiyah, pihak anti Ahmadiyah tidak diundang. Yang diundang justru orang liberal.” Lanjut penulis yang aktif menyoroti Theosofi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi tanya jawab, salah seorang penanya dari Fakultas Ekonomi mengungkapkan keheranannya terkait isu-isu keagamaan yang sangat sensitif di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, mahasiswa lainnya dari Fakultas Matematika mempertanyakan independensi pemberitaan di televisi. Acara sendiri ditutup pada sore hari bertepatan adzan maghrib berkumandang.&lt;b&gt;(pz/Eramuslim)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-9133169468564435317?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/9133169468564435317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/televisi-pilih-kasih-jika-mengundang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/9133169468564435317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/9133169468564435317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/televisi-pilih-kasih-jika-mengundang.html' title='Televisi Pilih Kasih Jika Mengundang Narasumber Kasus Terorisme'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-iMvGr-mP9zo/TYv0HVSD8sI/AAAAAAAABsI/dvWgkDHVAOo/s72-c/dd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-7323744893594072699</id><published>2011-03-25T08:44:00.000+07:00</published><updated>2011-03-25T08:44:33.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Ketua MUI: Ormas Islam Sepakat Ahmadiyah Dibubarkan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-opV6g4ifLLQ/TYvzaIly_OI/AAAAAAAABsE/5DM1M_s_498/s1600/gal853271351.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="https://lh6.googleusercontent.com/-opV6g4ifLLQ/TYvzaIly_OI/AAAAAAAABsE/5DM1M_s_498/s320/gal853271351.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mayoritas organisasi kemayarakatan Islam di Indonesia sepakat meminta, agar Jemaat Ahmadiyah Indonesia dibubarkan. Alasannya, organisasi yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi itu telah melanggar undang-undang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Apa yang diusulkan oleh ormas Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah, DDI, FPI, semua sepakat usulnya satu, Ahmadiyah dibubarkan berdasarkan Undang-Undang PNPS Nomor 1 Tahun 65, karena Ahmadiyah sudah menodai agama dan sudah diperingatkan melalui SKB Tiga Menteri, dan (SKB) itu sudah dilanggar," ujar Maruf Amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketua Majelis Ulama Indonesia itu mengatakan hal tersebut kepada wartawan di sela-sela dialog dan rapat dengar pendapat tentang Ahmadiyah di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (23/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ketidakhadiran Ahmadiyah dalam pertemuan tersebut, ulama asal Banten ini memakluminya. "Saya pikir Ahmadiyah tidak mau (hadir), kalau kemudian dihadapkan pada ormas Islam. Jadi mereka merasa sudah tidak nyaman saja saya kira," demikian dia menandaskan.* &lt;b&gt;(Eramuslim)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-7323744893594072699?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/7323744893594072699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/ketua-mui-ormas-islam-sepakat-ahmadiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7323744893594072699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7323744893594072699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/ketua-mui-ormas-islam-sepakat-ahmadiyah.html' title='Ketua MUI: Ormas Islam Sepakat Ahmadiyah Dibubarkan'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-opV6g4ifLLQ/TYvzaIly_OI/AAAAAAAABsE/5DM1M_s_498/s72-c/gal853271351.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-7205335094334397342</id><published>2011-03-25T08:40:00.000+07:00</published><updated>2011-03-25T08:40:16.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Polisi Bungkam Terkait Penargetan Jamaah Islamiyah Dalam Bom Buku</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-ONfOOScZuNM/TYvyZIZv0zI/AAAAAAAABsA/DpxIKkPsA7I/s1600/bombuku.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="https://lh3.googleusercontent.com/-ONfOOScZuNM/TYvyZIZv0zI/AAAAAAAABsA/DpxIKkPsA7I/s200/bombuku.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;JAKARTA&lt;/b&gt; - Tim Pengacara Muslim (TPM) menyebutkan bahwa polisi tengah menargetkan beberapa orang Jamaah Islamiyah (JI) yang dianggap sebagai pelaku pengirim paket bom buku. Namun, Polri masih bungkam terkait penyebutan JI sebagai target.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jika Mahendradatta (Ketua Dewan Pembina TPM) bilang seperti itu, tidak apa-apa. Kami masih terus menyelidiki pelaku paket bom buku dari keterangan saksi," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, yang dihubungi Republika, Kamis (24/3).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menambahkan bahwa Polri belum dapat menyebutkan kelompok yang menjadi pelaku pengiriman paket bom buku yang ditemukan di empat tempat tersebut. Anton mengatakan hal ini terkait proses teknis dan taktis yang masih dilakukan dalam penyelidikan pelaku paket bom.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya apakah polisi benar menargetkan JI karena adanya dugaan kesamaan paket bom buku dengan bom di kerusuhan Poso, Sulawesi Tengah, Anton juga tidak bersedia menjawab. "Kami (Polri) terus menyelidiki paket bom buku itu," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Boy Rafli Amar, sebelumnya menyatakan adanya dugaan kesamaan jenis paket bom buku dengan bom yang digunakan saat kerusuhan di beberapa daerah. Saat ditanya apakah mirip dengan bom Poso, Boy enggan menjawab. "Polisi masih mendalami," katanya. &lt;b&gt;(rpbo/voa-islam.com)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-7205335094334397342?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/7205335094334397342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/polisi-bungkam-terkait-penargetan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7205335094334397342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/7205335094334397342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/03/polisi-bungkam-terkait-penargetan.html' title='Polisi Bungkam Terkait Penargetan Jamaah Islamiyah Dalam Bom Buku'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-ONfOOScZuNM/TYvyZIZv0zI/AAAAAAAABsA/DpxIKkPsA7I/s72-c/bombuku.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6144462306352597595</id><published>2011-02-02T05:31:00.000+07:00</published><updated>2011-02-02T05:31:37.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Pintu Darurat Ganjal Rencana Sekolah Islam Winston-Salem</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TUiJrh6fPDI/AAAAAAAABrs/yNPvnZ08zKY/s1600/murid-winston-salem_jn.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TUiJrh6fPDI/AAAAAAAABrs/yNPvnZ08zKY/s200/murid-winston-salem_jn.jpg" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WINSTON-SALEM, Carolina Utara – Winston-Salem akan memiliki sebuah sekolah baku Islam dalam dua tahun ke depan, kata para pemimpin Komunitas Masjid Winston-Salem.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami menjelajahi semua kemungkinan," kata Imam Khalid Griggs. "Kami memiliki komitmen dari kepemimpinan Masjid untuk membuat rencana tersebut menjadi kenyataan."&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin sedang membidik untuk menciptakan sebuah sekolah swasta atau sekolah khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah swasta Islam telah beroperasi di beberapa kota Carolina Utara, termasuk Charlotte, Raleigh, Greenboro dan Durham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS memiliki 235 sekolah dasar atau sekolah menengah swasta dengan sebuah orienteasi Islam pada tahun 2008, menurut perhitungan terbaru dari Pusat nasional Untuk Statistik Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin Masjid di Winston-Salem telah melihat apakah lokasi terbaru mereka di 1419 Waughtown St., tempat sebuah bekas Gereja, dapat digunakan untuk sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun undang-undang negara bagian mengharuskan bahwa sekolah taman kanak-kanak dan kelas-kelas sekolah dasar memiliki sebuah pintu atau pintu keluar darurat, dan ruang-ruang kelas di Masjid tersebut tidak memiliki pintu keluar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kami harus membeli lahan dan membangun," Griggs mengatakan. "Masjid yang sekarang tidak akan berhasil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carolina Utara memiliki sebuah batasan tertinggi untuk sekolah khusus, dengan batasan 100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan puluh Sembilan sekolah khusus beroperasi di Carolina Utara saat ini, dengan yang ke-100 telah disetujui, kata Joel Medley, seorang konsultan dengan Dinas Sekolah Khusus di dalam Departemen Pendidikan Carolina Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nampaknya legislatur yang akan datang kemungkinan melihat pada masalah ini," dan kemungkinan memunculkan atau menyingkirkan batasan atas tersebut, Medley mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus apapun, undang-undang Carolina Utara bahwa sekolah-sekolah khusus, yang menerima pendanaan pemerintah, harus non-sektarian, berarti bahwa mereka tidak bisa dipasangkan dengan sebuah entitas keagamaan. Sekolah khusus adalah publik namun beroperasi di luar sistem sekolah regular dan biasanya mengikuti sebuah kurikulum yang dikhusukan atau mengoperasikan prinsip-prinsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada sekolah khusus keagamaan di Carolina Utara," kata Vanessa Jeter, direktur komunikasi untuk Departemen Instruksi Publik Carolina Utara. "Uang pembayar pajak negara bagian tidak dapat mendukung sekolah-sekolah keagamaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Griggs mengatakan bahwa ia mengerti bahwa undang-undang tersebut dan mengetahui adanya sekolah khusus di masa mendatang tidak bisa diwakilkan sebagai sebuah akademi Muslim secara eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebuah sekolah khusus kemungkinan tidak dapat diciptakan yang di dalamnya bahasa Arab ditekankan dan diajarkan seperti halnya bahasa asing lainnya, ia mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, sebuah sekolah swasta, didanai dengan uang pribadi, tidak dapat dirancang dalam cara apapun yang mana para pemimpin Masjid pandang sebagai layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan harus meminta para pemimpin Masjid untuk menggali sedikit lebih dalam dan mendukung untuk upaya ini," ia mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa anggota telah mendesak selama bertahun-tahun untuk sebauh sekolah diciptakan, Khalid Griggs mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak ingin berkompromi bahkan untuk pendidikan seorang anak yang teburu-buru mendapatkan pendidikan Muslim. Terlalu banyak sekolah yang ditujukan dengan baik namun tidak secara akademis memenuhi syarat. Kami tidak ingin melihat hal tersebut di sana. Kami akan memakan waktu lama dan akan melakukan hal ini dengan benar." &lt;b&gt;(ppt/ws) www.suaramedia.com&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6144462306352597595?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6144462306352597595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/02/pintu-darurat-ganjal-rencana-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6144462306352597595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6144462306352597595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/02/pintu-darurat-ganjal-rencana-sekolah.html' title='Pintu Darurat Ganjal Rencana Sekolah Islam Winston-Salem'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TUiJrh6fPDI/AAAAAAAABrs/yNPvnZ08zKY/s72-c/murid-winston-salem_jn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-6165890079304462495</id><published>2011-02-02T05:26:00.000+07:00</published><updated>2011-02-02T05:26:31.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Gejolak di Timur Tengah Tak Termotivasi "Revolusi Islam"</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TUiIfTjR9cI/AAAAAAAABro/ekVoyI2zY30/s1600/muslim-as_gt.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TUiIfTjR9cI/AAAAAAAABro/ekVoyI2zY30/s200/muslim-as_gt.jpg" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TEHERAN – Terlepas dari ketakutan dan harapan bahwa gejolak di Timur Tengah bisa melahirkan revolusi Islam, oposisi itu sejauh ini tampaknya tidak dimotivasi oleh agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayatollah Ahmad Khatami dari Iran memperingatkan bahwa peristiwa akhir-akhir ini di Timur Tengah dan dunia Arab tidak boleh diremehkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam khotbah Jumatnya (26/1) di Teheran, dia mengatakan ada Timur Tengah Islami yang tengah dibangun, yang berdasarkan Islam, agama dan demokrasi. Televisi Iran  juga menayangkan seruan untuk solidaritas dengan para pelajar Tunisia dan Mesir dan melaporkan tentang demonstrasi di Yaman, Yordania, Eropa, dan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan dilakukan dengan Revolusi Iran tahun 1979, sementara demonstrasi dan gejolak di Iran saat ini tidak disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejauh ini tidak ada indikasi bahwa terjadi revolusi yang baru atau bahwa ada efek domino di seluruh kawasan. Sementara teriakan Allahu Akbar terdengar dalam demonstrasi menentang hasil pemilu Iran tahun 2009, tidak ada teriakan serupa yang terdengar di Tunisia, Mesir, Yaman, atau Yordania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok politik Islam di negara-negara yang terdampak menjaga profilnya tetap rendah saat peristiwa-peristiwa saat ini terungkap. Figur oposisi Islam Tunisia Rachid Ghanouchi, yang berada di pengasingan selama 18 tahun, baru kembali ke Tunisia akhir pekan ini, lebih dari dua minggu setelah tergulingnya rezim lama Tunisia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimin di Mesir sejauh ini belum membuat upaya apapun untuk mengambil peran kepemimpinan dalam protes menentang Presiden Mesir Hosni Mubarak. Ini mungkin mengejutkan karena Ikhwanul Muslimin telah lama menjadi penentang keras rezim penguasa di seluruh dunia Arab, menuduh para pemimpin Arab korup, represif, dan melayani kepentingan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara melakukannya, menurut Ikhwanul Muslimin, adalah dengan gerakan pan-Arab yang berbasis pada Islam. Tapi para demonstran di jalan-jalan Mesir tampaknya tidak terdorong oleh ide semacam itu. Apa yang mereka perjuangkan adalah kebebasan, pendidikan, pekerjaan, dan sebuah kehidupan yang bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 40% dari 80 juta penduduk Mesir hidup dalam kemiskinan, sementara anggota dan teman-teman rezim menikmati kemakmuran dan keistimewaan. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah berusaha untuk memulihkan perekonomian, tapi penerima utama manfaatnya adalah kembali lagi para jutawan Mesir, dengan mayoritas penduduk tidak banyak melihat adanya kemajuan. Jumlah mereka yang hidup dalam kemiskinan masih terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezim otoriter Mesir telah menjadi sekutu Barat yang menganggap bahwa mereka membutuhkan Kairo untuk alasan strategis, sebagai mediator di Timur Tengah. Sementara itu, berkembangnya masalah di dalam Mesir tampak tidak terlalu menjadi perhatian bagi masyarakat internasional. (&lt;b&gt;rin/dw) www.suaramedia.com&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-6165890079304462495?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/6165890079304462495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/02/gejolak-di-timur-tengah-tak-termotivasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6165890079304462495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/6165890079304462495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/02/gejolak-di-timur-tengah-tak-termotivasi.html' title='Gejolak di Timur Tengah Tak Termotivasi &quot;Revolusi Islam&quot;'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TUiIfTjR9cI/AAAAAAAABro/ekVoyI2zY30/s72-c/muslim-as_gt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-2620204322165780488</id><published>2011-02-02T05:22:00.000+07:00</published><updated>2011-02-02T05:22:54.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Muallaf Sebabkan Ledakan Pertumbuhan Muslim Spanyol</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TUiHpD_FXtI/AAAAAAAABrk/tgfrfTw-Rrc/s1600/muslim-spanyol_wn.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TUiHpD_FXtI/AAAAAAAABrk/tgfrfTw-Rrc/s200/muslim-spanyol_wn.jpg" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MADRID, Spanyol&amp;nbsp; – Populasi Muslim di Spanyol akan tumbuh 82 persen pada tahun 2030 karena jumlah orang-orang yang berpindah agama memeluk Islam telah menunjukkan sebuah peningkatan selama tujuh tahun terakhir, sebuah survei terbaru menunjukkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut survei oleh Forum Pew tentang Agama dan Kehidupan Publik, Muslim baru-baru ini terhitung untuk hanya lebih dari 1 juta dari keseluruhan populasi Spanyol, yang diharapkan meningkat menjadi sekitar 1,9 juta dalam dua dekade ke depan, seorang koresponden kantor berita Press TV memberitakan pada Minggu (30/1) waktu setempat.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti pada forum tersebut telah menyebutkan bahwa imigrasi sebagai penyebab utama dari tren peningkatan tersebut, namun angka perpindahan agama – pemeluk Islam – yang tinggi di antara para penduduk Spanyol juga telah berkontribusi untuk peningkatan jumlah populasi Muslim di negara Eropa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah berita bagus, kemungkinan dari sekarang, suara-suara kami akan didengar dan pendapat kami akan dipertimbangkan dalam arena politik dan sosial. Lebih banyak Muslim menjadi politisi dan menciptakan jaringan untuk membantu satu sama lain berpartisipasi dalam masyarakat Spanyol," Abdel Aziz Ayadi, seorang pakar studi Islami mengatakan kepada kantor berita Press TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi tersebut "The Future of the Global Muslim Population" (Masa Depan Populasi Muslim Global) mengindikaskan bahwa sebuah persentase yang sangat besar dalam jumlah orang-orang di Spanyol yang telah berpindah agama memeluk Islam selama lebih dari tujuh tahun terakhir dan mereka menghitung sekitar 20.000 orang dari populasi negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut proyeksi populasi baru oleh forum tersebut, populasi Muslim dunia juga diharapkan meningkat pada angka dua kali dari populasi non-Muslim selama dua dekade ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan tersebut memprediksikan sebuah angka pertumbuhan tahunan 1,5 persen untuk Muslim, dibandingkan dengan 0,7 persen untuk Non-Muslim selama 20 tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Muslim akan meningkata dari 1,6 milyar, atau 23,4 persen, populasi dunia pada saat ini menjadi 2,2 milyar, atau 26,4 persen pada 2030, menurut studi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk populasi keseluruhan benua Eropa, forum tersebut memprediksikan bahwa populasi Muslim akan tumbuh dengan hampir satu per tiga dalam 20 tahun, dari 44,1 juta orang, atau enam persen dari penduduk kawasan tersebut pada tahun 2010, menjadi 58,2 juta atau delapan persen dari yang diproyeksikan populasi keseluruhan pada tahun 2030.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi tersebut juga menjumpai peningkatan angka presentase dua kali lipat di negara-negara anggota Uni Eropa untuk dua dekade ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mengejutkan lagi, Rusia yang bukan merupakan negara Uni Eropa, memiliki populasi Muslim terbesar pada tahun 2030 dengan 14,4 persen dari total keseluruhan populasi negara tersebut. &lt;b&gt;(ppt/ptv) www.suaramedia.com&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-2620204322165780488?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/2620204322165780488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/02/muallaf-sebabkan-ledakan-pertumbuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2620204322165780488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/2620204322165780488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/02/muallaf-sebabkan-ledakan-pertumbuhan.html' title='Muallaf Sebabkan Ledakan Pertumbuhan Muslim Spanyol'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TUiHpD_FXtI/AAAAAAAABrk/tgfrfTw-Rrc/s72-c/muslim-spanyol_wn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-3826160675850315732</id><published>2011-02-02T05:16:00.002+07:00</published><updated>2011-02-02T05:16:47.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan kecil'/><title type='text'>Obama: Muslim Amerika Adalah Bagian dari Keluarga</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;WASHINGTON – Republikan dan Demokrat mencapai  persimpangan lorong pada Selasa malam untuk duduk berhadapan pada pidato State of the Union (Pidato tahunan Presiden di depan Kongres AS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden tersebut menyadari pertunjukan yang tidak biasa dari kesatuan namun memperingatkan: "Apa yang datang saat ini akan ditentukan tidak hanya dengan apakah kita dapat duduk bersama malam ini, namun apakah kita dapat bekerjasama esok harinya."&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pidato satu jamnya merupakan pidato yang optimistis, hampir nasionalistis, mengatakan bahwa AS telah selalu bangkit melawan tantangan, dan menggunakan masa berharga negara untuk memadukan sejumlah proposal kebijakan ke dalam sebuah cetak biru untuk menghadapi pertumbuhan ancaman dominasi ekonomi AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, dunia telah berubah," ia mengatakan. "Kompetisi untuk pekerjaan adalah hal yang nyata. Namun hal ini tidak searusnya menciutkan semangat kita. Seharusnya merupakan hal yang menantang. Ingat, untuk semua hantaman yang kita telah ambil beberapa tahun terakhir, untuk semua permistis yang memprediksikan penurunan kita, Amerika masih memiliki ekonomi terbesar, yang paling makmur di dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama menyerukan lima tahun pembekuan di dalam pengeluaran domestik, kecuali untuk "investasi" di dalam reformasi pendidikan, infrastruktur dan penelitian. Obama juga memperkenalkan rencana untuk meningkatkan akses untuk mencapai teknologi kecepatan tinggi dan menyentuh gagasan-gagasan dengan dua partai politik yang muncul, dari reformasi malapraktik medis sampai pada pengurangan defisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden tersebut juga menggunakan pidatonya di hadapan Kongres sebagai sebuah metode untuk menunjukkan dukungannya untuk komunitas Muslim Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan ketika ektrimis berusaha untuk mempengaruhi tindakan-tindakan kekerasan di dalam perbatasan kita, kita menanggapi dengan kekuatan dari komunitas kita, dengan menghormati aturan hukum, dan dengan pendakwaan bahwa Muslim Amerika adalah sebuah bagian dari keluarga Amerika kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada suatu masa ketika Muslim Amerika menghadapi prospek dengar pendapat yang dikendalikan oleh agenda dalam Kongres yang menargetkan komunitas Muslim mereka, kami menyambut baik keputusan Presiden Obama menekankan fakta bahwa Muslim memberikan kontribusi pada anggota masyarakat kami," kata Direktur Eksekutif Nasional CAIR, Nihad Awad. "Belum terlambat dan pengingat yang penting bagi para pemimpin negara kita dan memandang para pendengar bahwa kekuatan dan keamanan Amerika terbentang dalam persatuan orang-orangnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah berminggu-minggu perselisihan di Tunisia, Obama mengatakan "keinginan orang-orang membuktikan lebih banyak kekuatan surat perintah akan seorang diktator" di negara Afrika Utara, di mana baru-baru ini demonstrasi terhadap ketidaksetaraan ekonomi, korupsi dan penindasan politik menurunkan Presiden otoriter Zine el-Abidine Ben Ali dalam pengasingan setelah 23 tahun berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"AS berdiri di pihak rakyat Tunisia dan dukungan dari aspirasi demokrasi semua orang," Obama mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengumumkan rencana untuk membuat perjalanan pertamanya ke Amerika Selatan, melakukan perjalanan ke Brazil, Chili dan El Salvador pada bulan Maret. &lt;b&gt;(ppt/an) www.suaramedia.com&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6874041941221248064-3826160675850315732?l=www.goihsan.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.goihsan.info/feeds/3826160675850315732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/02/obama-muslim-amerika-adalah-bagian-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3826160675850315732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6874041941221248064/posts/default/3826160675850315732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.goihsan.info/2011/02/obama-muslim-amerika-adalah-bagian-dari.html' title='Obama: Muslim Amerika Adalah Bagian dari Keluarga'/><author><name>Ken Ajoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09263067134197464928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_JktDCmILQtI/TAnLyovJa9I/AAAAAAAABAs/ZESWeLpNnns/S220/palestine-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6874041941221248064.post-2745436034293718966</id><published>2011-02-02T05
